
Tubuh bergetar hebat merasakan panas yang teramat dalam, kepala semakin berat dan jantung berdetak tak beraturan, seluruh area sensitif menjadi gatal ingin rasa nya di belai dengan manja, goa lendir milik nya perlahan lahan berdenyut dan sedikit demi sedikit mengeluarkan cairan surga dari dalam.
Setelah meminum segelas arak yang di berikan oleh Pria gemuk, kini tubuh Alicia merasakan apa yang di namakan dengan nana nya gejolak b*irahi. Ingin rasanya sebuah pusaka panjang nan keras masuk dalam lobang goa milik nya yang sudah berdenyut denyut ngilu rasanya, namun naluri hati nya bertolak belakang dengan nafsu b*irahi yang melanda akibat obat perangsang tersebut.
"Kenapa tubuh ku bisa begini, Tidak, ini tidak mungkin, dua pria itu pasti memasukkan obat perangsang dalam gelas yang baru saja aku minum." Gejolak hati Alicia menahan serangan nafsu b*irahi yang semakin menggebu gebu.
"Pessssssss.."
Gelas yang di pakai untuk minum arak itu terjatuh dan pecah, ketika Alicia bangkit dari duduknya mencoba untuk berjalan keluar dari ruangan itu.
"Maafkan saya. Saya permisi pergi ke toilet lagi.." Suara tertahan di ucapkan oleh Alicia pada mereka berdua yang tampak tersenyum licik di bibirnya.
Dia terus melangkah perlahan, seraya menahan seluruh tubuh yang tak bisa di tahan, berjalan pelan dalam keadaan kepala berdenyut denyut akibat terlalu banyak nya minum arak.
"Hos... Hos... Hos..." Aku tidak boleh berhenti.." Ucap Alicia seraya mengatur pernafasan yang tak beraturan.
"Kalau aku melarikan diri semakin jauh, akan semakin bag.. Bagu... Bagus.........." Kata nya terhenti pandangan nya semakin gelap dan seluruh tubuhnya menjadi lemas tak berdaya, seketika wanita yang sedang di mabuk birahi itu langsung pingsan, namun nasib berkata baik, seorang pemuda langsung menangkap nya, ketika wanita itu jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan.
"TIDAK KUSANGKA KITA BERTEMU LAGI DENGAN CARA INI."
Pemuda berusia 25 tahun itu langsung menangkap wanita yang hendak terjatuh dan pingsan itu.. Senyuman nya manis namun begitu menyayat hati nya.
Pemuda yang bernama Rizki Nasir langsung membawanya pergi ke ruangan hotel yang tak jauh dari tempat dua pria gemuk itu dengan cara licik untuk mendapatkan tubuh wanita incaran nya.
Sedangkan di ruangan privat yang telah di sewa secara khusus oleh pria gemuk mesum dan di cap hidung belang oleh sekretaris Alicia itu, mulai gelisah karna orang yang meminta ijin pergi ke toilet tak kunjung kembali.
"Bukan kah dia baru saja pergi ke toilet! Dan juga tidak perlu panik begitu kan! Atau jangan jangan dia melarikan diri yah.." Geram Manager Dadam menatap kearah pintu keluar.
"Kalau memang bener seperti itu............" Ummmmmm wanita itu cukup tanggap, saat obat nya bereaksi dia masih bisa dengan cepat mengambil keputusan apa yang harus dilakukan nya.." Terang Direktur Nanak.
Manager Dadam langsung bangkit dengan amarah yang sangat tinggi dan langsung berlari seraya berkata.." Obat yang ku masukkan itu jumlah nya cukup untuk membuat seorang wanita tidak dapat berkutik, saat itu juga kedua kakinya akan menjadi lemas, dia tidak akan dapat melarikan diri.
__ADS_1
"AYO KITA KEJAR.." Teriak Manager Dadam."
########
Seorang wanita yang cukup dewasa dengan pakaian yang cukup menggoda tampak terbaring lemah dengan mata sayup di atas balkon kamar mandi dan terdengar suara desa*han desa*han manja di telinga pemuda yang sedang jongkok di samping balkon tersebut.
"Ahk...........
"Ahk...........
"Hah.... Hah..... Hah........
"Ahk................!
Nafas nya tak beraturan tubuhnya mera*ngsang cepat ingin segera menuntaskan apa yang di rasakan saat ini.
"Kau sekarang merasakan tidak nyaman bukan, tahan lah sebentar.." Rizki penuh kasih sayang mencoba untuk menenangkan Alicia seraya mengusap usap rambutnya.
"Di dunia sebelum nya aku bahkan tidak memiliki kekasih, dan sekarang tuhan telah memberi ku seorang calon istri yang begitu sempurna. Aku masih tidak bisa mempercayai nya.." Ucap lagi hati Rizki.
Lamunan sang Tabib Dewa itu buyar dan tersentak kaget ketika wanita yang sedang duduk dengan posisi sedikit berbaring di atas balkon tiba tiba langsung menarik nya masuk kedalam balkon berisi air tersebut.
Karna birah*i nya sudah menusuk ke dalam ubun ubun nya, wanita itu langsung menggerayangi seluruh tubuh Rizki dengan kondisi wajah Rizki di benamkan dalam Dua buah Gunung kembar yang menyembul ke depan.
"Ahk........."
"Ya Tuhan."
Rizki hanya bisa berkata begitu, seluruh tubuhnya terus di gerilya oleh Alicia dan perlawanan oleh Rizki tampak sia sia.
"Berikan aku."
__ADS_1
"Berikan aku."
"BERIKAN AKU KEPUASAN SAAT INI.."
Suara desa*han manja terucap berkali kali oleh Alicia dengan tatapan sayu kearah Rizki dan langsung menj*ilati telinga Rizki dengan sangat ganas.
"Tunggu.... Tunggu.... Aku buka tipe orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, jangan paksa aku begini.." Ronta Rizki dengan menahan rasa geli dan bangkit nya gairah di dalam tubuh Rizki Nasir.
Sedangkan Alicia terus menerus menyusuri seluruh titik tubuh Rizki yang di pikir nya, tampak terlihat menggairahkan hingga siksaan dalam tubuhnya bisa terlepas.
"Si brengsek Rizki Nasir, apa tidak merasa kasihan padanya, kalau malam ini aku melakukan sesuatu padanya, aku akan merasa kasihan padanya.." Roh asli Rizki bertolak belakang dengan tubuh asli pria tak berguna bergelut dalam hati yang penuh kebimbangan.
"Tahan.... Tahan..... Aku ini adalah Dewa Obat yang memiliki tekad kuat, aku tidak boleh mudah tergoda seperti ini.." Ucap hati Rizki.
"Deg.."
Berdebar jantung nya secepat kilat, setelah apa yang di rasakan di dalam balik celana dal*am adik laki laki nya mulai bereaksi dan menjulang tinggi ke depan, hal itu di rasakan oleh Alicia yang dengan cepat langsung segera membuka celana pria itu.
"Ahkkkkkkk."
"Adik laki laki ku jangan bertingkah begini! Sekarang bukan saat nya untuk menunjukkan kehebatan mu.." Teriak Rizki langsung memakan serbuk obat yang ada di balik kemeja nya.
"Auuuuuuuuuuuuuuuuu..."
"Auuuuuuuuuuuuuuuuu..."
"Uuu... Uuu...."
Gambaran sekilas tongkat pusaka warisan Rizki Nasir bagaikan seekor serigala yang sedang meraung-raung ketika melihat mangsa nya yang begitu anggun, namun sang serigala itu langsung menunduk ketakutan setelah melihat mangsanya itu memegang sebuah pedang yang akan menebas leher nya.
"Fiuh........ Obat memang lebih bisa di andalkan dari pada iman ku yang menjadi imin. Untung lah aku dapat menahan nya dan lebih untungnya lagi aku terbebas sementara waktu dari bira*hi yang sedang melanda akibat sentuhan sentuhan manja yang di berikan oleh wanita ini.
__ADS_1
Bersambung.