Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Kedatangan Sandi Hao Kerumah Alicia


__ADS_3

"Kriiiiing.................!


"Kriiiiing.................!


"Kriiiiing..................!


Telepon ponsel terus menerus berbunyi, namun Alicia tak berniat untuk mengangkat nya, Ia asyik dengan dunianya menelusuri berita berita yang berada di layar laptop miliknya dimana pemeran utamanya sang tunangan yang mungkin sebentar lagi sudah bukan tunangannya.


Saking kesal nya dengan suara keras telepon masuk itu, Alicia pun langsung menggesernya ponsel tersebut kebawah bantal tempat tidur hingga suara pun kini sudah tak terdengar lagi olehnya.


Sedangkan sang penelepon yang berada nan jauh di sana, tampak terlihat kesal karna telepon nya tak di angkat angkat oleh Alicia.


"Sialan..... Dia tidak mengangkat telepon nya.." Pria berjas itu geram dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi tujuan nya jelas rumah yang di telepon itu.


Sepuluh menit berlalu, pria berjas itu telah tiba di area rumah Alicia, ia langsung membuka pintu mobil dan berjalan kearah pintu utama bangunan rumah yang cukup megah di komplek dimana Alicia tinggal.


Sesampainya di pintu utama. Pria berjas itu terdiam sesaat, Ia berkata dengan nada yang di tekan.." Kau tidak akan bisa bersembunyi dari ku Alicia."


Singkat cerita pria berjas dah masuk dan bertemu dengan Kedua Orang Tua nya, basa basi sejenak di ruangan tamu.


"Baiklah Nak Sandi, anda tunggu sebentar di sini, saya akan memanggil Alicia untuk turun dan menemani mu.." Ucap Wanita setengah tua, lalu beranjak dari duduknya melangkah menuju atas tangga.


Sesampainya di lantai atas wanita setengah tua itu langsung mengetuk pintu kamar putri nya. Namun beberapa kali ketukan tak kunjung di buka oleh Alicia.


"Tok................!


"Tok................!

__ADS_1


"Tok................!


"Ummmmmmmmmm..." Kreak............!


Pintu di buka, wanita itu lalu nonghol wajahnya di balik pintu dan tampak gadis satu satu nya sedang cekikikan sambil tubuhnya tengkurap dan matanya menatap layar komputer.


"Cia, kau sedang apa? Sandi Hao datang mencari mu. Ayo temui.." Ajak wanita setengah tua yang tak lain ibu kandung nya.


Alicia mengangkat wajahnya dengan exfresi terkejut, jelas dia menunjukkan ketidaksukaan nya pada Sandi Hao yang telah di anggap nya seorang Kakak..


" Apa? Dia datang kemari..?" Memastikan pada sang Ibu tentang ajakan nya itu.


"Iya Sayang ayo temui, kasian dia jauh jauh.." Kata ibunya itu lalu berlalu pergi turun ke bawah setelah anggukan lesu dari Alicia.


Beberapa detik berlalu setelah sang ibu turun terlebih dahulu, Alicia pun langsung beranjak dari ranjang nya dan berjalan turun ke ruangan tamu." Kak, kau datang kemari.." Tegur Alicia, dari belakang dan lelaki itu langsung menoleh sambil berkata.


"Kenapa kau tidak mengangkat telepon ku? Apa kau sedang tidak enak badan? Atau karena kau kelelahan beberapa hari ini..?" Lelaki berjas itu bertanya secara beruntun pada Alicia.


"Hao, seperti nya dia memang kelelahan, apa kau bisa mengajak nya berjalan jalan keluar sebentar, kalian bisa menonton film bersama atau pergi ke taman alun alun kota, dari pada diam saja di rumah.." Usul sang Ibu Alicia yang datang tiba tiba dari dapur seraya membawakan air untuk tamu tersebut.


"Bu...."


Alicia bener bener tak percaya bahwa sang ibu akan menjadi Mak Comblang di dalam obrolan malam itu, dan mendukung penuh untuk mendekatkan anak nya pada lelaki di hadapannya itu.


"Yang bibi katakan memang bener, aku akan menemani nya jalan jalan keluar. Bagaimana kau tidak mungkin menolak nya kan?" Sesaat Sandi menatap kearah wanita tua dengan senyuman manis, lalu pandangan beralih kepada Alicia meminta jawaban dari permintaan sang ibu.


"Baiklah...." Pasrah Alicia lalu bangkit dari duduknya berjalan keatas untuk mengambil jaket karna pikiran nya satu pergi ke taman bersama Sandi Hao.

__ADS_1


Dua puluh menit berlalu, kini mereka berdua sudah berada di alun alun kota, berjalan bagaikan sepasang kekasih dalam pandangan orang yang ada di area alun alun itu.


Sang lelaki yang mempunyai postur tubuh atletis dan cukup tampan di usia 28 tahun mulai mengeluarkan kata kata manisnya untuk menarik perhatian dari wanita incaran nya itu.


"Taman adalah tempat yang cocok untuk menenangkan hati dan pikiran! Seperti nya suasana hati mu sedang tidak bagus, apa ini semua karna Rizki Nasir..?" Tanya Sandi berjalan beriringan dengan Alicia.


"Ba.... Bagaimana mungkin aku memikirkan nya? Kakak kau jangan bercanda." Sangkal Alicia suara nya terbata bata, jelas Sandi Hao sudah bisa menebak nya.


Mereka berdua semakin jauh dalam langkah kakinya, hingga sampai di mana beberapa orang yang sedang menikmati suasana malam di taman pusat kota Guangxi.


Tampak terlihat beberapa orang ada yang mengobrol bercanda ria, bermain dengan anak anaknya serta berjalan kaki di area yang kini di lalui oleh Sandi dan Alicia.


Di kejauhan seorang pemuda yang sedang asyik dan tampak tertawa penuh kesenangan seraya mengayuh sepeda ontel nya bersama seorang bocah berusia 4 tahun yang sedang di bonceng oleh pemuda itu, berceloteh riang sekali hingga Alicia pun menoleh dan sedikit terkejut.


"Hahahahaha....... Paman ayo lebih cepat lagi sepedanya..." Candaan bocah perempuan berusia 4 tahun itu tertawa keasyikan karna di bonceng oleh seorang pemuda.


"Hahahaha, hahahahaha.. Lebih cepat lagi Paman.." Bocah perempuan itu bener bener di buat bahagia oleh pemuda yang sedang mengayuh sepedanya.


"Apa boleh buat Paman akan menambah ini kecepatan nya.." Pemuda itu langsung mengayuh sepedanya.


"Rizki Nasir! Dia bener bener Rizki Nasir Kan? Apa dia bener bener tunangan ku yang tidak berguna itu.." Bimbang hati Alicia melihat sosok pemuda yang sedang asyik membonceng bocah kecil itu.


"Intan, sudah malam ayo kita pulang, jangan lupa untuk pamit pada Paman ya.." Teriak suara wanita dewasa pada bocah perempuan yang sedang naik sepeda bersama pemuda yang di ketahui oleh Alicia adalah Rizki Nasir.


Mendengar teriakan dari seorang wanita yang mungkin itu Ibu dari bocah kecil yang sedang naik sepeda bersama Rizki Nasir, wanita yang di bawa jalan jalan oleh Sandi Hao pun langsung bergegas menjauh dari tempat itu, hingga Sandi pun menoleh kearah Alicia dan matanya menatap penuh kebencian terhadap apa yang di tatap olehnya.


"Sialan! Rizki Nasir kenapa bisa berada di sini." Geram Sandi Hao, terdengar jelas di telinga Alicia.

__ADS_1


"Kakak, ayo kita pergi dari sini.." Alicia buru buru mengajak Sandi untuk meninggalkan taman ini, karna bila sampai Rizki Nasir mengetahui dia berjalan dengan Sandi akan terjadi kesalahpahaman yang akan menyalahkan diri sendiri.


Bersambung.


__ADS_2