Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
EMPUK DAN KENYAL


__ADS_3

Desi Agista, cepat siapkan surat kontrak baru! Direktur Elih dan Tuan Tuan, permisi aku harus ke toilet sebentar, aku akan segera kembali.." Kata Rizki meminta Ijin, anggukan di berikan oleh ketiga pria yang duduk di hadapannya.


Rizki langsung bangkit dari duduknya dan melangkah ke pintu keluar, tujuan nya bukan toilet, tapi Ia keluar untuk sekedar mempersiapkan diri dan meminum obat yang telah Ia racik sendiri.


Tak butuh lama dua menit telah berlalu, Rizki yang sudah siap dengan apa yang akan di lakukan nya, Ia pun kembali dan langsung masuk kedalam ruangan seraya berkata.


"Maaf telah membuat anda menunggu! Direktur Elih aku akan memulai nya. Kau harus melihatnya baik baik.." Pinta Rizki.


Rizki pun langsung membuka botol arak setelah anggukan dari Direktur Elih.."


"Glekk.......!!


"Glekk.......!!


Direktur Elih dan Alicia langsung terkejut dan terkesima dengan pertunjukan minum yang di lakukan oleh Rizki Nasir, sekelas Direktur Elih saja, cara minumnya tak kan mampu menghabiskan dua botol arak sekaligus, namun kini di hadapannya Rizki Nasir tanpa berhenti terlebih dahulu setelah satu botol arak habis Ia tenggak, langsung di minum lagi botol satu nya.


"Hebat sekali! Sudah lama aku tidak minum sebanyak ini.." Sombong nya Rizki setelah menghabiskan dua botol arak sekaligus.


Alicia bangkit dari duduknya, jelas Ia menghawatirkan Rizki Nasir, refleks lalu memegang tangannya dan berkata penuh kepanikan."


"Hei... Bagaimana kau tidak apa apa kan.?"


"EMPUK DAN KENYAL"


Rizki Nasir bergumam jelas, dan di rasakan pergelangan tangan nya menempel pada pay*udara empuk milik tunangan nya itu.


"Kalau kau tidak segera melepaskan ku. Aku bisa jadi kenapa napa dan kau harus bertanggung jawab.." Rizki sesaat menoleh pada Alicia dan Alicia pun langsung bersemu merah wajahnya karna tatapan dan arah pembicaraannya jelas tertuju pada Bukit Gunung Kembar milik nya.


"Dia bener bener berubah, dan dia sejak kapan berpura pura polos.." Gumam hati Alicia.


"Prok...........! Prok.........! Prok..........!

__ADS_1


"Bagus sekali Tuan Rizki, saya sangat senang melihatnya.." Kata di sertai tepukan tangan dari Direktur Elih yang sangat puas akan pertunjukan yang di peragakan oleh Rizki Nasir.


"Tuan Rizki seperti nya kau masih malu malu, baiklah karna aku sudah puas dengan apa yang aku lihat hari ini. Ada sisa 6 botol lagi bila kau mampu menghabiskan nya, aku akan memberikan kontrak baru pada perusahaan yang sedang di pegang oleh Nona Alicia dengan kontrak 60 miliar..." Sambung Direktur Elih memberikan iming iming pada Rizki Nasir.


Rizki tersenyum penuh kemenangan, gaya sombong nya timbul di hati dan otak yang bercabang dengan mata tertutup dan wajah tertunduk Rizki pun berkata penuh tekanan untuk mengelabui Alicia agar bersimpati pada dirinya.


"Baiklah akan kulakukan.."


"Hati hati, jangan terlalu memaksakan dirimu.." Alicia menoleh kearah Rizki.. Itu yang di inginkan oleh Rizki, walaupun dia melepaskan dan memberikan surat pembatalan pernikahan pada nya, namun Rizki Nasir bukan orang yang akan rela melepaskan incaran nya begitu saja.


Licik atau bermuka dua, mana yang pantas di juluki oleh sang pemeran utama AKU BUKAN DOKTER dalam novel ini.


"Kau bisa mati kalau kau memaksakan diri seperti ini.." Gumam hati Alicia menghawatirkan nya.


Rizki langsung mengambil botol arak dan menoleh kearah Alicia.. Apakah Nona Alicia sedang menghawatirkan ku.." Rizki tersenyum manis membuat wanita itu menunduk bersemu merah.


"Sialan kalau begitu kau mati saja huh.." Umpat Alicia dalam hati..


"Glekk...........!!


"Glekk...........!!


"Glekk...........!!


"Lima belas miliar perusahaan kita terselamatkan.." Riang gembira Alicia melihat apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.


"DIREKTUR KI SANGAT HEBAT."


Sekretaris Alicia memuji kehebatan dan keterampilan yang di miliki oleh Rizki Nasir, yang kata nya lelaki tak berguna, namun kini di hadapannya rumor itu tidak terbukti, justru lelaki tak berguna itu hanya opini publik saja.


"LANJUT LAGI..."

__ADS_1


Rizki Nasir langsung mengambil dua botol untuk di minum sekaligus, membuat mereka menganga mulut nya dan di mata mereka tak berkedip sama sekali setelah apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.


"Direktur Elih. Enam puluh miliar sesuai janji mu. Jangan menyesal ya.." Rizki Nasir mengambil botol yang terakhir dan langsung meminum nya tanpa ada setetes pun yang tersisa.


"Tuan Ki bener bener hebat. Hari ini aku bener bener menyaksikan sesuatu yang sangat luar biasa.." Ujar Direktur Elih setelah melihat botol yang terakhir habis di lalap oleh Rizki Nasir.


"Berikan aku surat kontrak nya. Enam puluh miliar sesuai janjiku.." Sambung Direktur Elih.


Desi sang sekretaris Alicia pun langsung bersemangat dan memberikan kontrak sesuai yang di inginkan oleh Direktur Elih tersebut.


Hampir lima belas menit mereka berdua sudah saling menandatangani perjanjian kontrak dengan di saksikan oleh orang orang yang berada dalam pertemuan di siang itu.


Direktur Elih bersama dua orang staf yang di bawa pun berpamitan dan berjanji bila ada waktu akan menghubungi Rizki Nasir untuk sekedar minum arak bersama.


Setelah kontrak di dapat, Alicia begitu juga dengan sekertaris nya, tak bisa menyembunyikan rasa senang dan bahagia nya itu. Alicia pun langsung memeluk Rizki Nasir seraya berkata dengan kata kata pujian.


"Kau benar benar hebat! Cepat beritahu aku, bagaimana kau melakukan nya."


Pujian dan rasa penasaran pun di lontarkan oleh Desi wanita berusia 28 tahun itu memuji lelaki yang sedang di peluk oleh majikannya itu.


"Direktur Ki, kau bener bener keren dan macho.." Puji Desi wajahnya bersemu merah, untung nya Alicia tidak melihatnya.


"Sejujurnya, Dewa Arak selalu berada di sisiku.." Santai Rizki Nasir menjawab pertanyaan Alicia, hingga dirinya mendongak kearah wajahnya dan kening nya berkerut.


Rizki hanya tersenyum manis, dan senyuman itu mampu meluluhkan hati Alicia." Sebaiknya kita kembali lagi ke perusahaan.." Ucap Alicia ia bener bener mati kutu dan malu karna di tatap oleh Rizki yang terlihat seperti kepiting rebus di wajahnya.


################


Di salah satu ruangan yang begitu luas, tampak seorang wanita muda sedang pokus pada dunia khayal nya dengan beberapa kali pulpen yang dia pegang di bolak balik dan matanya tak lepas dari satu lembar kertas berisi tulisan penyerahan perusahaan milik tunangannya yang dia cap sebagai lelaki mesum dan tak berguna.


"Apa dia bener tunangan ku.." Dia sama sekali tidak pernah melecehkan ku saat malam itu aku mabuk dan di beri obat perangsang oleh dua lelaki gemuk mesum. Selain itu ilmu kedokteran nya juga sangat hebat dan dia tadi siang dia sangat jago minum.

__ADS_1


"Surat kontrak pembatalan pernikahan dan penyerahan perusahaan ini, apakah aku harus menandatangani nya.." Lamunan Alicia buyar sesaat tiba tiba telepon nya berdering.


Bersambung.


__ADS_2