
"Baik bos.." Ucap mereka serempak, lalu melompat dengan cepat kearah pria gemuk dengan tatapan yang kedua mata nya tampak begitu berhasrat penuh birahi.
"Lepaskan.... Lepaskan! Kau tidak tahu aku ini siapa.." Ronta pria gemuk itu yang sedang berusaha menahan serangan serangan tangan tangan wanita jadi jadian itu.
Dengan asyiknya dan mengacuhkan semua perkataan dan ancaman dari Pria gemuk kepada Rizki Nasir yang sedang memegang Handycam, merekam semua apa yang terjadi di ruangan itu.
"Untuk membawa mereka kemari aku telah menghabiskan banyak uang. Dan juga Tuan Muda Budiman Cahya kau saat ini pasti juga sudah tidak tahan kan.?" Tidak perlu malu menahan diri.. Hahahaha.." Kata Rizki tertawa terbahak bahak.
"Hah.... Apa yang terjadi tubuh ku terasa semakin panas dan bener bener sudah tidak bisa menahannya lagi.." Ucap hati Pria gemuk.
"Aku tidak kuat lagi..." Ahkkkkkkkkkkk.......!
"SIALAN.."
Budiman Cahya seketika langsung berteriak dan merobek seluruh pakaian yang melekat dalam dirinya.. Tak di lama lama kan lagi, adegan liar pun di mulai dimana satu pria begitu ganas nya, melancarkan serangan serangan melalui Pusaka Warisan milik leluhurnya itu, kepada dua wanita yang di bawa oleh Rizki Nasir untuk di jadikan alat bukti, untuk mengalahkan mental lawannya.
"Menjijikkan.." Itu satu kata yang paling pantas di ucapkan oleh orang orang yang menontonnya.!
Satu jam telah berlalu, permainan pun telah usai, sang pria gemuk terkapar lemas di lantai ruangan Manager itu, setelah tenaga nya di kuras abis melayani dua wanita jadi jadian.
Di luar ruangan Manager, para pegawai pun berbondong-bondong untuk melihat adegan itu dari celah kaca dan saling menggosip seputar majikan nya itu tentang haus ***.
"Astaga yang model seperti itu pun di santap nya."
"Manager Budiman Cahya memang luar biasa. Nafsu *** seperti itu tidak dapat di bandingkan dengan manusia normal lainnya.
"Jangan katakan lagi aku ingin muntah."
__ADS_1
"Apa ini sungguhan.. Ini terlalu brutal dan menjijikkan."
Tanggapan dan kata kata menyakitkan keluar dari para pegawai Cahya Group, sungguh sangat menyayat kalbu, untungnya Manager itu pingsan dan tak kedengaran oleh para pegawai nya.
"Hahahaha.. Hahahahaha.! Ayo kita pergi biarkan sampah ini di bawa ke rumah sakit oleh para pegawai kantor ini.." Ajak Rizki kepada dua wanita yang telah selesai melaksanakan tugasnya, berjalan acuh melewati para pegawai kantor Cahya Group.
#########
"AKAN KU BUNUH DIA."
Gema orang stres berteriak sangat kencang di salah satu ruangan VIP rumah sakit internasional di kota Guangxi sore itu.
"Aku pasti akan membunuhnya." Teriakan itu terulang beberapa kali hingga para suster dan dokter jengah mendengar nya, namun tak berani untuk menegur nya, karena sang pasien tersebut bukan orang yang patut untuk di singgung sehingga mereka semua membiarkan begitu saja.
Di ruangan itu, tampak dua anak buah nya duduk di samping pasien untuk, sekedar menjenguk dan bertanya apa yang sebenarnya telah terjadi kepada majikannya itu, walaupun kedua anak buahnya itu sudah mengetahui apa yang telah di perbuat oleh Rizki Nasir kepada Manager Cahya Group tersebut.
"Tuan Muda Budiman, jangan terlalu emosi dokter menyuruh mu untuk beristirahat dan mengurangi konsumsi viagra dan sejenisnya.." Kata Jahid mengingatkan majikannya.
"Jangan khawatir Tuan Muda.." Kata mereka berdua bersamaan dengan exfresi wajah penuh kepalsuan di mereka berdua.
"Ada yang tidak beres. Rizki Nasir yang dulu adalah orang yang tidak berpendidikan dan hanya mengerti soal bermain wanita. Bagaimana mungkin tiba tiba dia bisa memiliki kemampuan seperti itu.." Terka Pria gemuk yang masih tampak terlihat emosi di wajahnya.
"Hai kalian jangan hanya omong besar saja.. Tidak peduli bagaimana caranya, cepat temukan dia dan ambil kembali video yang di rekamnya.''
"Kalau tidak aku akan kehilangan harga diri ku.." Kata Pria gemuk memberi perintah kepada dua anak buahnya.
"Siap laksanakan Tuan Muda Budiman.." Mereka berdua serempak dan langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Setelah kepergian kedua anak buah nya itu. Budiman Cahya selaku Manager Cahya Group berpikir keras apa yang akan di lakukan oleh Rizki Nasir, setelah mempunyai titik kelemahan yang ada dalam dirinya.
Pikiran nya itu seketika buyar, ketika suara ketukan pintu dari luar terdengar oleh nya dan langsung mempersilahkan untuk masuk. Budiman Cahya berpikiran bahwa itu hanya lah dokter atau pun Suster.
"Masuk..!
"Halo Tuan Muda Budiman Cahya kita bertemu lagi.." Sapa seorang pemuda yang membuat pria gemuk itu langsung terkejut melihat nya.
"Brengsek! Kau berani datang kembali, kenapa kau sebegitu ingin nya mencelakai ku, hah." Bentak Pria gemuk.
"Ehk... Ehk... Lihat lihat lah cara mu bicara. Bukan kah aku membantu mu untuk melampiaskan nafsu mu. Kenapa kau bilang aku ingin mencelakai mu..?" Tanya Rizki Nasir berjalan mendekati ranjang pasien itu.
"Cuih, perkataan mu itu bikin aku muak hah.." Pria gemuk itu memalingkan wajahnya dan meludah setelah mendengar basa basi perkataan dari pemuda yang baru datang itu.
"Ah, benar juga saudaraku. Saat ini aku sedang kekurangan uang. Tidak tahu apa Tuan Muda Budiman Cahya bisa meminjamkan ku sedikit uang tidak banyak kok.............
"Tidak banyak hanya 3 miliar saja." Ucap Rizki seraya ketiga jari nya Ia tunjukkan kepada Budiman Cahya.
"Tiga miliar! Apa kau pikir aku punya bank.?" Tidak ada! Cepat pergi.." Teriak Budiman.
"Baiklah. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya, jaga dirimu baik baik. Tuan Muda Budiman Cahya perhatikan kesehatan mu." Rizki langsung membalikkan badannya dan melangkah beberapa langkah namun Ia kembali berputar lagi badannya dan mengatakan sesuatu yang bisa membuat pria gemuk itu memberikan apa yang di inginkan nya.
"Ahk. Sekaligus aku ingin menyampaikan ini, aku sudah membantu mu memanggil polisi."
"Memanggil polisi?" Polisi apa?" Aku tidak memanggil siapa siapa brengsek! Kau bener bener ingin mencelakai ku. Hah.." Bentak Pria gemuk.
Rizki langsung mendekat dan kini wajahnya hanya beberapa senti meter saja dengan wajah Budiman Cahya itu seraya berkata santai namun mampu menusuk ke dalam kalbu Budiman Cahya.
__ADS_1
"Karena aku telah melakukan banyak hal untuk mencelakai mu. Nanti setelah aku di tangkap dan di interogasi oleh polisi, aku pun akan memperlihatkan video ini sebagai bukti. Pihak penyidik pasti akan membawa nya ke pengadilan, bahkan memberikan video itu kepada media untuk mengungkap kejahatan ku. Benar nggak apa yang aku katakan saudara ku.. Hehehehe.." Rizki Nasir tersirat di bibirnya penuh dengan esensi kedengkian yang amat dalam.
Bersambung.