Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
TIDAK JAUH


__ADS_3

"Serrrr........................... Berdesir hati Alicia, menerima lemparan balik dari pertanyaan Rizki Nasir. Ia menunduk wajahnya, exfresi nya sulit di artikan oleh lelaki di hadapannya itu.


"Dulu aku membenci mu. Tapi sekarang aku............. Tidak tahu.." Kata nya, pelan namun jelas itu terdengar oleh Rizki Nasir.


Menyadari, wanita di hadapanya itu menjawab ragu. Rizki terus mengorek semua yang di rasakan oleh Alicia, perubahan Alicia yang begitu sedih atas pembatalan pernikahan nya dengan ku.


"Kau seharusnya membenci ku. Pertunangan kita adalah kesalahan. Jadi aku tidak bisa meneruskan kesalahan ini lagi.." Rizki menekan Alicia dengan menunjuk kearahnya.


"Tapi mengapa dulu kau tidak setuju membatalkan nya. Ketika aku memintanya..?" Tanya Alicia, kini Rizki yang terkena pertanyaan mematikan yang di ucapkan oleh wanita berusia 24 tahun itu.


Jangan sebut Rizki Nasir bila tidak menjawab pertanyaan yang bisa mematikan lawan nya. Kesombongan, keangkuhan dan keras kepalanya, ada dalam diri Pemuda berjulukan Tabib Dewa itu." Sebelum nya! Mungkin aku belum menyadarinya.." Kata Rizki dengan exfresi wajah acuh.


"Hmmmmmmmm......" Itu tak masuk akal.." Kata Alicia."


"Selanjutnya apa yang akan kau lakukan.." Sambung Alicia bertanya.


"Selanjutnya! Sulit untuk di jelaskan.." Sorot mata nya tajam, Ia menatap kosong ke arah Alicia.


Ia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh nya kedepan nya. Tujuan utamanya mendapatkan uang sebanyak banyaknya.


"Kau tidak mempunyai pekerjaan. Keluarga Ki menolak mu. Kau harus memperhatikan inspektur kota jika kau mulai membuka usaha mu di pinggir jalan.." Kata Alicia memberi saran. Ia pernah melihat tayangan di televisi bagaimana Rizki dengan terang terangan membuka praktek medisnya di pinggir jalan.


Lalu meneruskan lagi ucapannya, melihat Rizki hanya termenung tak membalas perkataannya.." Bagaimana........ Bagaimana kalau kau kembali ke perusahaan kami.." Alicia berkata dengan hati hati takutnya lelaki yang kini mulai tumbuh benih benih cinta tersinggung dengan saran yang di berikan nya.


"KAU PEDULI PADAKU.." Kata Rizki sungguh tak menyangka wanita di hadapannya itu, memperhatikan dirinya.. Bukan kah menurut informasi dari Ariani dan perkataan orang orang Alicia sangat membencinya.

__ADS_1


"Ini sungguh tak masuk akal.. Wanita di hadapan ku ini sungguh menyukai ku." hati Rizki terkejut di buatnya.


"TERSERAH..." Bibirnya cemberut, namun mukanya memerah, tak bisa di bohongi bahwa permintaan nya tidak bisa di tolak oleh Rizki Nasir.


"Emmmmmmmmmm.." Makan lah makanan mu. Kau tidak tahu cara mengurus badanmu. Aku akan memberikan resep.." Rizki mencoba mengalihkan obrolan nya.


"Dia tidak membantah! Itu artinya dia benar menyukai ku. Apa yang terjadi? Sekarang aku mengencani istri dari pemilik tubuh ini.." Kata Rizki dalam hati seraya menatap pada Alicia yang sedang makan, menuruti apa yang di titah kan oleh Rizki.


"Resep rahasia?" Alicia menghentikan suapan ke mulutnya.


"Iya. Sudah ku bilang aku banyak resep rahasia.." Jawab Rizki Nasir. Ia pun tergoda melihat Alicia yang sedang melahap makanan.


Makan malam di sertai obrolan mereka berdua, Alicia langsung tersentak kaget, ketika suara ketukan pintu apartemen terdengar. Rizki berinsiatif untuk membukanya namun tak kalah cepat dengan Alicia yang sudah bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu.


Engsel pintu di buka.. Alicia terkejut namun mampu menguasai dan berkata singkat.." Senior.


"Aku baik baik saja.." Jawab Alicia dingin, nampak dengus napas kasar di hentakan oleh lelaki yang datang malam itu untuk menemui Alicia.


Raut wajah kecewa tampak di perlihatkan oleh lelaki itu. Ia langsung meleos masuk tanpa menunggu Alicia untuk mengijinkan nya masuk boleh tidak nya.


"Kerja bagus Rizki Nasir. Kali ini kau melakukannya dengan baik.." Lelaki yang menjadi tamu malam itu langsung memuji Rizki Nasir setelah sampai di belakang Rizki yang sedang duduk di meja makan.


Lelaki yang baru masuk dan kini berdiri di belakang Rizki Nasir, mencoba bersikap baik, dengan memegang pundak Rizki. Namun dengan cepat tangannya itu langsung di tepis.." Siapa pun akan melakukan yang sama.." Kata Rizki acuh.


Alicia kembali menuju meja makannya. Namun hatinya tak karuan, melihat dengan jelas Rizki menepis lelaki yang di anggap Kakak angkat oleh Alicia.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan..?" Tanya nya.


"Tenang saja! Budiman Cahya lumpuh oleh Rizki Nasir. Dia tidak akan pernah mengganggu mu lagi.. Ayo biar ku antar pulang.." Lelaki itu melangkah arah Alicia dan mengajaknya untuk pulang dengan senyuman manis berharap Alicia menerima ajakannya itu.


"Pergi saja. Aku sedikit lelah.." Sahut Rizki Nasir.. Hatinya begitu sakit atas ucapan dari orang yang di sukai, kenapa dia ingin aku keluar dari apartemen nya.." Pikir Alicia prustasi.


"Ada apa..?" Tanya lelaki itu. Melihat wanita yang di kejar nya itu, berdetak kencang jantung nya dan satu tangan nya memegang dada tersebut, exfresi wajahnya terlihat sedih.


"Kak Hao Sandi. Aku harus bicara padanya. Kau bisa pergi duluan saja.." Alicia menolak halus ajakan dari lelaki keturunan empat keluarga besar terpandang di kota Guanxi.


Kini yang terluka hatinya, giliran Sandi Hao. Atas penolakan yang di ucapkan oleh Alicia, bisa bisa nya Cucu dari keluarga besar di tolak oleh wanita yang kasta nya jauh berbeda dengan nya.


Dengan perasaan prustasi, Sandi Hao pun pergi keluar dengan raut kecewa.." Baiklah aku pergi.."


"Brakkkkkkkkkk....." Pintu di tutup cukup keras oleh Sandi Hao.. Alicia mengacuhkan, Ia melangkah kearah Rizki yang hendak beranjak menuju dapur.


"Sebenarnya dia lumayan baik padamu. Dia juga punya latar belakang Keluarga yang bagus, kenapa kau begitu padanya...?" Rizki sesaat berhenti dari langkah nya menguji hati Alicia untuk yang terakhir kalinya.


Hidup itu realita, tak mungkin hanya mengandalkan perasaan atau pun cinta, semua butuh materi dalam setiap perjalanan hidup.. Ia bertanya begitu ingin mengetahui apakah wanita di hadapannya itu akan tergiur dengan lelaki yang sudah jelas dalam segi materi. Sedangkan bila dengan nya, yang ada hanya kesusahan dan kesengsaraan hidup.


Alicia sesaat terdiam dengan pertanyaan yang di berikan olehnya. Menit berikutnya Ia menunjukkan senyum manisnya pada Rizki Nasir.." Apa kau percaya pada takdir.?" Tanya Alicia.


"Apa maksudmu. Aku sungguh tidak mengerti.." Rizki bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita cantik berbodi gitar spanyol itu.


Senyum terukir di bibir Alicia. Lalu Ia membalikkan badannya.." Sudah lupakan saja. Aku pergi dulu. Tidak perlu mengantarku. Lagi pula tidak jauh dari sini.." Alicia melambaikan tangannya seraya berlalu dari hadapan Rizki Nasir.

__ADS_1


"TIDAK JAUH..? Kaget Rizki Nasir namun Ia tak berniat untuk mengejar nya dan mencari tahu tentang apa yang baru di katakan oleh Alicia.


Bersambung.


__ADS_2