Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
SUDAH SELESAI


__ADS_3

"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk.............!


"Rizki Nasir keparat! Kau ada dimana sekarang hah..."


Wanita cantik itu terus berteriak menembus hujan yang sangat deras dengan langkah kaki berlari, orang orang tampak melihat menatap nya dengan iba..!


Langit pun ikut bersedih dengan apa yang di rasakan oleh Alicia, hingga hujan pun menemani kesedihan wanita yang kini merasakan bagaimana rasanya sakit hati dari seorang lelaki yang tadi nya di anggap tak berguna.


"Dimana kau! Jelaskan pada ku apa yang sebenarnya terjadi sekarang..." Alicia terus berlari tak melihat kiri kanan maupun depan, Ia terus berlari hingga kaki nya tersandung dan.....................


"Bugh......................!


"Ahkk..................!


"Hiks............ Hiks........


Iba, kasihan, wanita malang, mungkin orang orang yang melihatnya Alicia terjatuh karena kesedihan akibat ketidakpercayaan dengan apa yang terjadi saat ini.


"Kenapa bisa begini? Apa yang sebenarnya telah terjadi......" Suaranya tertahan air matanya keluar, sang hujan dengan setia menemani kesedihan Alicia.


"Aku jelas jelas belum menandatangani perjanjian itu, kenapa....... Ahhhhhhhh...." Teriak Alicia membuncah semua yang ada di hati nya.


Bagaikan sebuah novel atau pun film yang di tulis oleh seorang pengarang maupun sutradara, kesedihan yang di rasakan oleh wanita yang kini sedang menangis dalam rintik hujan, tiba tiba lelaki yang sedang mengejar cinta Alicia datang menghampiri nya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Alicia apa yang telah terjadi.." Lelaki yang datang itu tak lain Sandi Hao, bertanya seolah olah tidak mengetahui asal usulnya kenapa Alicia bisa begini, padahal jujur dalam hati yang terdalam bahwa itu rencana dirinya.

__ADS_1


Sementara pemeran utama dalam surat perjanjian pembatalan pernikahan itu, dari kejauhan menatap iba dan rasa kecewa terhadap wanita yang kini sedang di Landa kesedihan dalam gelap nya malam dengan datangnya seorang lelaki yang dengan mati matian mengejar untuk mendapatkan cintanya.


"SUDAH SELESAI.


"Hai pemilik tubuh ini. Mulai hari ini tunangan mu itu telah berubah menjadi tunangan orang lain." Rizki membalikkan badannya dan melangkah pergi setelah Sandi Hao datang untuk menenangkan hati Alicia.


"Maafkan aku, perasaan hati memang tidak dapat di paksakan.." Rizki berjalan dengan gaya angkuhnya walaupun hati nya begitu sakit melihat Alicia di rangkul oleh Sandi Hao.


Langkah kaki semakin jauh meninggalkan bekas tunangan nya itu di bantu oleh seorang lelaki yang Rizki Nasir tahu, namun saat dia sudah sampai ke sepeda miliknya seorang wanita berbadan kecil datang menghalangi nya.


"BERHENTI.!


"Kau tidak boleh lewat, cepat jelaskan padaku kenapa kau melakukan nya.? Kenapa kau melakukan ini semua kepada Manager.." Sergah Wanita kecil itu.


"Bukankah ini adalah hasil yang semua orang harapkan,. Bukan kau juga mengharapkan ini semua.." Senyum sinis di berikan oleh Rizki Nasir pada sekertaris nya itu,


"Aku akan selalu berada di pihak Manager! Tapi setelah melihat semua ini terjadi. Dia terlihat sangat sedih. Apa yang sebenarnya telah terjadi pada surat perjanjiannya. Manager bilang dia belum menandatangani nya." Terang Desi dengan amarah yang dia tahan.


"Belum menandatangani nya? Jadi maksud mu bukan dia yang menandatangani surat itu? Tidak mungkin! Pagi saat aku bangun ada seseorang yang mengantarkan surat perjanjian itu kepada ku. Karena aku sudah melihat namanya, maka aku juga menandatangani nya.." Terang Rizki seraya berkerut keningnya berpikir keras bahwa wanita yang bekerja sebagai sekertaris nya itu berbohong.


"HUH............! Hempasan napas kasar Ia buang lalu berjalan melewati sekretaris itu.


"Lupakan saja! Mau bagaimana pun hasil nya tidak akan bisa di rubah. Aku duluan ya.." Rizki pergi meninggalkan sekretaris itu dalam gelap nya malam, serta rintik hujan yang masih turun dari atas langit.


Sang sekertaris itu, tersenyum manis kearah pergi nya Rizki Nasir, kunci kesedihan majikan nya sudah berada dalam genggaman diri nya sendiri.

__ADS_1


" Hahahaha..... Untung aku sudah merekam semuanya, ternyata ada kesalahpahaman di antara mereka berdua.." Tawa kecil sekretaris itu.


Hujan tak kunjung berhenti di kota Guanxi, seakan mengerti arti kesedihan yang sedang di alami oleh Alicia, akibat seseorang yang tengah berani memalsukan tanda tangan nya, hingga Alicia dan Rizki Nasir berpisah secara sah, walaupun di antara mereka berdua enggan untuk melepaskan satu sama lain.


Alicia pulang di antar oleh Sandi Hao, kembali ke rumah dan langsung mengurung diri nya di kamar, Sandi Hao sendiri pulang kepada keluarga nya, Ia tak mau mengganggu untuk sementara waktu tentang kesedihan yang di alami oleh Alicia. Sedangkan Rizki sendiri kembali ke apartemen milik reporter Riani, mempersiapkan segala sesuatu kedepannya merebut kembali pemilik tubuh ini dan melawan orang orang yang merendahkan tubuh lelaki tak berguna ini.


###


Sang pajar telah tiba, Rizki Nasir sudah di jemput oleh Direktur Zink, di pagi hari membawa ke salah satu Mansion mewah di kota Guanxi. Kesepakatan hari itu tentang Ia bersedia untuk menyembuhkan seorang pasien dengan harga yang sudah di sepakati oleh Rizki Nasir.


"Pak tua Zink. Kau bilang akan membawa ku, untuk menghasilkan uang, tapi kenapa tempat ini sangat mengerikan.." Kata Rizki Nasir, jelas terlihat oleh nya orang orang memakai baju tentara berjaga tegap sambil tangan memegang senapan panjang.


Lelaki tua itu terus berjalan mengacuhkan pertanyaan dari Rizki Nasir seraya tersenyum.."


"Sebenarnya siapa pasien mu ini..?" Tanya lagi Rizki kini langkah kaki nya berhenti, karna lelaki tua yang membawa nya berhenti tepat di samping pintu yang di jaga oleh dua tentara bersenjata lengkap.


"Aku hanya bisa memberitahu mu. Marga nya Tang. Untuk selengkapnya aku tidak bisa memberitahu mu.." Kata Direktur Zink.


Pintu di buka oleh salah satu tentara itu, Direktur Zink mengingatkan pada Rizki Nasir untuk tidak berbicara seenaknya saja, karna orang yang ada di dalam bukan orang sembarangan.


Tampak di dalam kamar tersebut. Seorang lelaki tua seusia Direktur Zink terbaring lemah tak berdaya.. Rizki melangkah masuk, di ikuti oleh Direktur Zink, acuh santai dan sedikit sombong itu cara berjalan Rizki Nasir melewati seorang lelaki kekar berusia 35 tahun yang sedang berdiri menatap kearah Rizki Nasir.


"Pak Zink.. Apa dia ini orang hebat yang kau maksud.?" Tanya lelaki kekar berotot tersebut.


"Benar sekali.." Direktur Zink membalas singkat tatapan kedua matanya menatap kearah Rizki Nasir yang sudah berdiri di hadapan pasien.

__ADS_1


Lelaki kekar itu melangkah mendekati Rizki Nasir yang mulai memperhatikan lelaki tua yang terbaring di atas ranjang, berpikir orang di hadapannya adalah orang besar dan berpengaruh di kota Guanxi.


Bersambung.


__ADS_2