Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
BODOH


__ADS_3

"BODOH!


Satu kata keluar dari bibir Rizki Nasir seraya senyuman licik di bibirnya. Ia melangkah maju dan berbisik kearah telinga Sandi.


"Aku sudah memberikan pilihan pada nya. Apakah kau tidak tahu..? Mungkin karena dia tidak memberi tahunya padamu, karena dia pasti tidak menyukai mu.."


Kata yang di terima oleh Sandi dari Rizki Nasir, membuat darahnya mengalir cepat, urat urat dalam tangan dan wajah nya seketika tampak terlihat oleh Rizki maupun Alicia yang sedari tadi sibuk memperhatikan dan mendengarkan obrolan mereka berdua.


Amarahnya tingkat dewa, sakit hati yang di rasakan oleh Sandi atas ucapan yang di keluarkan oleh lelaki tak berguna itu.


"Rizki Nasir kuperingatkan kau! Kalau kau sampai berani menyentuh sehelai rambut nya saja. Aku tidak akan sungkan lagi pada mu.." Gertak Sandi mengancam Rizki Nasir membuat Rizki Nasir pun ikut tersulut emosi nya.


"Memang nya kau ini siapa hah? Kalau kau memang berani ayo hadapi aku! Kamu berpikir sempit bahwa aku takut pada mu.." Rizki Nasir mulai mengepalkan tangannya dan kemeja panjang nya Ia gulungkan ke atas bersiap untuk berkelahi dengan lelaki yang menggertak nya.


"CUKUP HENTIKAN KALIAN BERDUA!


Suara seorang wanita berteriak menghentikan mereka dari perdebatan yang mulai memanas di pagi itu. Rizki pun langsung menoleh kearah wanita yang mencoba berusaha untuk menghentikan perdebatan tak ada guna nya itu.


"Apa kau pikir..... Aku begini hanya untuk kepentingan ku sendiri hah.." Rizki melangkah pergi meninggalkan Alicia dan Sandi dengan perasaan kecewa, marah bercampur aduk di pikiran nya.


Tatapan nya kosong, pikiran nya terngiang ngiang di otaknya.." Mata nya menunjukkan kekecewaan.... Kenapa hatiku juga terasa sangat sakit..." Batin Alicia bimbang.


"Cih.....Ada apa dengan nya? Bagaimana Cia apa siang ini, kita bisa makan bersama.." Sesaat exfresi lelaki dari keluarga Hao itu meludah setelah melihat Rizki Nasir yang pergi masuk ke dalam perusahaan nya. Lalu setelah itu Ia berkedip seraya tersenyum pada Alicia menunjukkan wajah seimut mungkin untuk menarik rasa simpati dari Alicia.

__ADS_1


"Maaf siang ini seperti nya aku tidak ada waktu. Aku harus bekerja sekarang. Kau juga sebaiknya pergi.." Alicia langsung pergi tidak memberikan kesempatan pada Sandi untuk berkata, lagi dan lagi Sandi di tolak secara halus oleh wanita yang sangka ia akan mudah untuk di dapatkan.


Langkah kaki Alicia semakin cepat menjauh dari Sandi, yang ada dalam pikiran nya saat ini, menemui Rizki yang ada di ruangan Direktur.


Sesampainya di pintu masuk ruangan Direktur, tanpa harus mengetuk pintu terlebih dahulu, Alicia pun langsung membukakan pintu dan tampak lelaki yang dulu Ia benci akibat kelakuannya, sedang duduk santai seraya sebuah pensil sedang dia permainkan.


"Apa ada masalah.?" Rizki bertanya namun exfresi wajahnya dia buang dari pandangan Alicia yang berdiri mematung di depan pintu.


Jelas tampak marah di lihat oleh sudut kedua mata Alicia.. Ia pun memberanikan diri untuk melangkah dan bertanya langsung kepada Rizki Nasir agar ganjalan yang ada di hati nya bisa terlepas.


"Apa........ Kau marah..? Tanya Alicia berhati hati dan ada keraguan dalam hati untuk menanyakan hal itu.


"Apa yang kau maksud adalah kejadian barusan.?" Tanya Rizki, tak di lama kan lagi Alicia langsung membalas dengan anggukan.


"Masalah yang barusan bukan seperti yang kau pikirkan. Dan........." Kata kata nya terhenti di sela oleh Rizki yang muak akan alasan yang di berikan oleh Alicia.


"Tidak ada hubungannya dengan ku. Yang terpenting adalah kapan kau akan segera menandatangani surat pembatalan pernikahan kita. Dan hari ini adalah hari terakhir aku datang ke perusahaan ini.


"Baiklah.. Kau boleh pergi sekarang dan kembali menuju ruangan mu.." Terang Rizki lagi dan lagi mengusir Alicia untuk meninggalkan ruangan nya, wanita itu hanya bisa diam mata nya berkaca kaca, namun dengan santai nya Rizki tidak memperdulikan nya.


"Rizki Nasir, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan tentang ku? Apa menurut mu aku ini adalah monster? Sampai kau sebegitu inginya menjauhiku..?" Tanya Alicia dalam hati.


Alicia pun membalikkan badannya dengan perasaan yang sangat sedih, namun Ia tak menyalahkan sipat dan perlakuan dari Rizki, walau bagaimana pun dia pasti akan sakit hati melihat tunangan nya, sedang di rayu oleh lelaki lain.

__ADS_1


###############


Waktu pun di hari itu berjalan cepat, jam kantor sudah menunjukkan pukul 16:00 waktu untuk pulang. Pemuda tampan sombong karna mempunyai kemampuan yang orang lain tak bisa melakukan nya, berjalan keluar dari ruangan Direktur, menuju ruangan Manager untuk sekedar memberi tahukan bahwa Ia akan pulang terlebih dahulu.


Karna rasa cinta itu hadir di wanita yang menjabat sebagai Manager perusahaan itu, ketika Rizki berinsiatif akan pergi dan kembali ke apartemen nya, tanpa pikir panjang wanita itu pun ingin mengajak nya untuk sekedar minum di kafe dan anggukan kepala dari Rizki petanda menyetujui ajakan dari Alicia.


Pemandangan yang tak masuk akal oleh para pegawai perusahaan yang bergerak di bidang penyuplai makanan itu melihat sepasang muda mudi berjalan menuju keluar kantor, setahu mereka yang bekerja di perusahaan tersebut baru sekarang Rizki dan Alicia terlihat mesra biasanya di antara mereka berdua tak ada keromantisan atau pun berjalan bersama baik di kantor maupun di tempat lain.


"Ya ampun, orang ini menyebalkan sekali, dia ternyata sudah menunggumu di depan.." Rizki menoleh kearah Alicia tampak raut wajah ketidaksukaan terlihat jelas di wajahnya.


"Uhk....." Dengus Alicia menghentakkan nafasnya.


Rizki pun langsung melangkah pergi menuju sebuah sepeda ontel milik nya yang di parkir tak jauh dari tempat parkir, namun tiba tiba satu unit mobil mewah Lamborghini Sian melesat dan berhenti tepat di samping Rizki Nasir yang akan menyebrang jalan.


"Sialan.." Umpat hati Rizki tersentak kaget hampir saja Ia terserempet mobil yang baru saja berhenti itu.


Tampak seorang pemuda berusia kurang satu tahun dengan Rizki keluar dengan gaya angkuh serta sombong di tunjukkan pada Rizki Nasir yang menatap kearahnya.


Sedangkan Alicia sendiri yang mengetahui bahwa mobil yang baru saja berhenti tepat di samping Rizki hanya menatap dengan tatapan senyum penuh kepalsuan, hatinya ingin melihat keajaiban apa lagi yang akan di lakukan oleh Rizki pada pemuda yang masih satu keluarga dengannya.


"Hei........ Kau anak yang tidak berguna dari keluarga Ki, Bukan? Lama tidak berjumpa.?" Pemuda itu keluar dari mobil nya dan langsung melangkah ke arah Rizki Nasir dengan senyuman yang sangat merendahkan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2