Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
TUNGGU


__ADS_3

Jangan panggil Rizki Nasir, atau pun Tabib Dewa bila tidak bisa menyelesaikan masalah yang telah ia perbuat. Walau dalam segi apa yang di lakukan nya adalah salah besar, namun Dewa Obat julukan yang di berikan oleh orang orang pada dirinya mampu menyelesaikan yang dia perbuat salah menjadi memihak kepada nya.


"Siapa pun yang pendengaran nya jelas. Bisa memiliki benda ini. Ini nilai nya besar sebagai barang rongsokan.." Kata Rizki seraya duduk di atas mobil yang sudah hancur depannya oleh pukulan Tonfa..


Tawaran yang di berikan oleh Rizki Nasir mampu membalikkan keadaan yang tadinya tak berpihak padanya, setelah Rizki Nasir memberikan mobil yang telah di hancurkan oleh nya, orang orang yang tadi diam tak menjawab pertanyaan dari nya langsung penuh semangat memberikan keterangan pada polisi untuk di tinjau ulang perbuatan nya itu.


"Pemuda gemuk itu sudah berlebihan. Ia melanggar janji nya dan bersilat lidah huh..." Teriak penonton dari kerumunan orang.


"Yaa! Anak muda yang tidak bisa di percaya dan mungkin badannya gemuk itu akibat banyak melanggar janji.." Timpal penonton lainnya.


"Aku akan membunuhnya. Jika dia putraku.." Sahut pria dengan tangan di atas, membuat Xian dan Kesya serta ke-tiga temannya hanya menepuk jidat nya.


Amarah sudah bisa di tahan lagi oleh pemuda gemuk teman sekelas nya Kesya.. " Ini belum berakhir jangan merasa puas kau sudah menang dengan semua ini.." Pajar pergi meninggalkan area itu membawa uang ganti rugi dari Rizki Nasir.


Rasa benci nya mendalam, seluruh tubuh nya menaruh dendam dengan apa yang terjadi hari ini.. Ini titik awal Rizki Nasir mempunyai musuh selain musuh musuh yang sebelumnya.


Xian pun pergi bersama Rizki Nasir, walau bagaimana pun Rizki Nasir harus di bawa ke kantor dan memberikan keterangan dengan apa yang baru saja terjadi, selain masalah dengan pemuda gemuk itu, Rizki Nasir harus menjelaskan dengan apa yang di lakukan karna telah merusak tihang listrik yang itu adalah properti jalan.


Hampir satu jam lamanya Rizki Nasir berada di kantor kepolisian dan memberikan keterangan pada pihak interogasi, setelah sepakat menuliskan perjanjian di atas materai Rizki pun di bolehkan pulang dari kantor kepolisian kota.


"Meskipun aku di bawa ke kantor polisi. Tapi hatiku sangat menyenangkan bermain main dengan berandalan itu.." Senyum terukir di bibirnya seraya mendorong sepeda ontel miliknya.


Langkah kaki terhenti, Ia tampak terkejut mendengar suara wanita yang datang tiba tiba dan langsung mencibir dengan apa yang terjadi tadi siang.

__ADS_1


"Memukul orang dengan uang. Bagaimana mungkin kau melakukannya dengan tidak perasaan..?" Satu suara seorang wanita menegurnya, hingga Rizki Nasir pun membalikkan badannya mata nya menatap kearah suara wanita yang sangat Ia kenal.


"Kau mengikuti ku." Sorot matanya tajam menelisik pada wanita yang berpakaian tentara.


"Lalu kenapa? Aku suka melakukan apa saja asalkan kau menyembuhkan kakekku.." Dingin tatapan mata wanita yang berprofesi sebagai tentara di daerah perbatasan.


Rizki mendorong sepeda ontel nya, Ia tergiur dengan dua anggota tubuh yang terbungkus oleh kacamata di dalam pakaian nya.." Bagaimana jika aku meminta mu melepaskan pakaian mu untuk menyenangkan ku.?" Tanya Rizki.


"Itu akan bagus dan suasana hatiku akan sangat baik.." Sambung Rizki seringai licik di bibirnya.


"Baik. Tapi aku sudah mempunyai tunangan.." Kata gadis dingin yang bernama Tangyi itu.


"Hahahaha. Bagus, aku lebih memilih wanita yang sudah bertunangan.." Tawa Rizki mendengar jawaban dari gadis sombong dingin di hadapan nya itu.


Tampak jelas terlihat oleh Tangyi setelah memberi tahukan tentang tunangannya itu, Rizki Nasir langsung berkerut kening dan keringat bercucuran di wajahnya, mungkin ketakutan." pikir Tangyi.


"Hmmmmmmm.." Tidak ada waktu untuk di sia sia kan disini. Aku harus kembali pulang.." Rizki membalikkan badannya dan berlalu dari hadapan Tangyi gadis sombong dan angkuh itu.


Melihat pemuda yang sangat di andalkan untuk kesembuhan sang Kakek nya, tersinggung dengan perkataan nya itu. Tangyi pun buru buru berteriak menahan kepergian Rizki.


"TUNGGU.."


Tak ada respon sedikit pun dari Rizki Nasir, Tangyi pun langsung berlari dan bersujud di hadapan nya." Tolong bantu Kakek ku.." Dalam sujud Tangyi memohon belas kasihan dari sang Tabib Dewa.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Aku benci di ancam oleh orang lain dengan rasa kasihan.." Kata Rizki Nasir bertanya pada gadis yang masih bersujud di hadapannya itu.


"Kakekku semakin memburuk dia tidak menyinggung mu. Aku yang telah melakukan hal tak pantas kepadamu. Tolong lah bantu Kakek ku.." Terang Tangyi.


"Aku bukan seorang Dokter. Dan tidak punya etika medis. Apakah kau pikir memohon bisa berhasil..?" Tanya Rizki seraya menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa berjanji padamu satu syarat. Hanya jika kau mengatakan YA. Aku akan melakukan apapun yang kau minta sebatas kemampuan ku.." Kata Tangyi menyerahkan harga dirinya, yang ada di pikiran nya saat ini kesembuhan Kakek nya.


"Kau harus tahu apa artinya KELUARGA bagi kami sebagai Cucu satu satu nya dari Keluarga Tang. Dan tak bisa di ukur dari segi uang.." Sambung Tangyi pendirian masih tetap bersujud memohon belas kasihan dari Rizki Nasir.


"Memang akui keluarga Tang sangat berbeda jauh. Ini bener bener menggoda hatiku. Dan aku telah menghabiskan uang sebanyak 300 juta lebih hari ini, aku harus mengembalikan deposit ku untuk mendukung rencanaku yang sudah di tetapkan melawan keluarga ku sendiri.." Batin Hati Rizki bergejolak dengan permintaan dari gadis sombong yang masih bersujud di hadapan ku ini.


"Sepuluh miliar dengan tiga syarat dan tidak boleh di tawar.." Teriak Rizki memberikan kebijakan pada Tangyi, hingga Tangyi yang tadinya bersujud langsung mendongkrak kepalanya dan menatap kearah Rizki dengan tekanan wajah yang sulit di artikan.


Gadis bernama Tangyi bangkit dari sujud nya." Baiklah, aku akan merundingkan bersama ayahku, dan segera mungkin malam ini akan memberikan keputusan tentang permintaan mu.."


Rizki langsung berlalu meninggalkan gadis dingin itu, tujuan utamanya kembali ke apartemen untuk beristirahat dan menunggu jawaban dari permintaan yang di berikan pada Cucu Keluarga Tank yang sangat berpengaruh di kota Guanxi.


Tangyi sendiri segera menuju mobilnya untuk memberi tahukan pada sang ayah tentang permintaan dari Rizki Nasir yang katanya mampu menyembuhkan penyakit dari sang Kakek.


######################


Hampir tiga puluh menit dengan perasaan berkecamuk di hati nya, Tangyi pun kini sudah sampai di Mansion sang Kakek. Tanpa basa basi langsung turun dari mobil nya berjalan kesalah satu ruangan dimana sang ayah berada.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2