Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Rizki Mendapatkan apa yang di inginkan dari Budiman


__ADS_3

"Gawat kalau videonya sampai ke tangan polisi apalagi sampai ke media, lalu tersebar bisa bisa wajah ku akan di simpan di mana, lebih baik aku mati saja, dari pada harus menanggung malu seumur hidup.." Batin Budiman Cahya berkecamuk bergulat dengan ketidakmampuan dirinya melawan Rizki Nasir.


"Hmmmmmmmmm''.." Aku akan memberikan 3 miliar kau berikan videonya pada ku." Pasrah Pria gemuk itu.


Rizki langsung menyerahkan sebuah file yang berisi video yang sangat menjijikkan itu, dan menerima selembar cek bank yang tertulis nominal angka 3 miliar.


"Hahahhahahahah..." Aku berhasil mendapatkan cek nya.." Senyum indah terukir di hati Rizki Nasir.


Setelah apa yang di inginkan terlaksana.. Rizki Nasir pun berniat akan pergi dan langsung menuju bank untuk mencairkan cek tersebut, namun langkah kaki itu terhenti saat seorang wanita masuk kedalam ruangan VIP yang di tempati oleh Budiman Cahya.


"Aku adalah polisi namaku Xian. Ini adalah kartu identitas ku.." Wanita muda elegan berjalan dengan di ikuti oleh dua lelaki berbadan tegap memperkenalkan bahwa dari anggota kepolisian.


"Siapa di antara kalian yang baru saja melapor..?" Kata opsir wanita kini berada di hadapan Rizki yang menatap kearah dadanya tak berkedip sedetik pun.


"Ohk Tuhan Dua Gunung yang sangat besar.." Kagum Rizki dalam hatinya.


"Salah paham, ini semua hanya salah paham! Kami tidak jadi melapor, maafkan kami.." Budiman Cahya yang menjawab pertanyaan dari opsir wanita tersebut.


"Si brengsek ini adalah penjahat nya dan dia berani sekali melapor polisi. Bener bener tidak bisa di anggap remeh.." Ucap Hati Manager Cahya Group.


"Apa kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan? Kalian melapor polisi sembarangan..?" Tanya Xian opsir wanita itu.


"Apa Kesya rutin meminum obatnya, seharusnya miliknya pasti semakin besar.." Gumam Rizki namun tampak terdengar jelas di telinga wanita yang berprofesi sebagai polisi itu.

__ADS_1


Sang opsir wanita itu langsung melotot kearah Rizki Nasir, Ia menyadari bahwa kedua belah dada nya sedang di tatap mesum oleh pemuda yang berdiri di samping ranjang pasien.


"Hei apa yang kau lihat? Kau dengan sembarangan melapor pada polisi. Apakah kau tak berpikir telah menganggu pekerjaan kami.." Tunjuk Xian dengan exfresi yang sangat marah kepada Rizki Nasir.


"Ikut aku ke kantor polisi saat ini juga.." Sergah Xian..!


"Hah! Baik aku akan pergi! Memang nya kenapa kalau aku melihat nya! Tumbuh sebesar itu bukan kah memang untuk di perlihatkan kepada orang lain." Kata Rizki tatapan mata nya mengarah kearah payudara milik opsir wanita tersebut.


"Bajingan kau." Sergah Xian.


"Ayo segera bawa aku pergi ke kantor polisi dan akan menjelaskan semuanya! Apakah ada pasal yang menerangkan seorang lelaki menatap kedua belah Gunung Kembar bisa di hukum dan di masukan ke dalam penjara..?" Tanya Rizki ingin tahu dan memang itu rencana yang ada dalam otak nya.


Apakah lelaki yang di berada di atas ranjang pasien itu akan menahan dan sekaligus membatalkan laporan Rizki tentang pengaduan nya ke biro kepolisian atau membiarkan nya Rizki di bawa oleh opsir wanita yang tampak terlihat merah padam menahan amarah yang telah di ucapkan oleh Rizki.


Melihat exfresi wajah Rizki dan opsir wanita itu.. Budiman Cahya pun lalu segera berkata dengan exfresi senyum yang di paksakan.


Mendengar penjelasan dari Manager Budiman Cahya, yang biasa arogan dan angkuh, namun kali ini dia meminta permohonan kepada polisi untuk tidak menangkap pemuda yang jelas otak dan pikirannya di liputi oleh pikiran mesum.


"Baiklah untuk kali kami tak akan menangkap pria mesum ini, namun bila perbuatan terulang kembali, aku dan tim kepolisian akan langsung menangkap dan menjebloskan nya ke dalam penjara.." Kata opsir wanita itu lalu beranjak keluar dari ruangan itu.


#######


Setelah apa yang di minta tercapai, pemuda yang mendapatkan julukan Tabib Dewa itu langsung beranjak keluar meninggalkan gedung bertingkat enam itu.

__ADS_1


Ia berjalan keluar dari gedung itu menuju sebuah Bank yang tak jauh dan masih dalam lingkup area kota dimana asal muasal pemilik tubuh yang kini di miliki oleh Rizki Nasir.


"Kalau ada tiga miliar ini! Aku yakin bisa membantu Alicia dengan uang ini."


"Ahk hanya demi tunangan yang belum pernah aku temui dan lihat wajahnya. Aku sampai berniat seperti ini.


"Pokoknya aku akan pergi ke Bank dulu dan langsung mencairkan dana ini..." Kata Rizki lalu melihat ke atas dan tertera di atas gedung dengan nama. BANK GUANGXI.


Sesampainya di salah satu Bank terbesar di kota tersebut. Rizki pun langsung masuk dan mengikuti protokol yang sudah berada di dalam kantor bank tersebut dan kini posisi nya sedang mengantri.


Secarik kertas kecil yang di tujukan ke salah satu teler tampak terlihat nomor 30 sedangkan Rizki sendiri mendapatkan nomor antrian nomor 31 jadi Ia pun langsung berjalan dan berdiri di belakang lelaki berusia 27 tahun dua tahun di atas dirinya.


"Nani apa malam ini kau ada waktu..?" Lelaki yang berdiri membelakangi Rizki Nasir mencoba untuk mengajak mengobrol seorang wanita yang berprofesi sebagai teler di bank tersebut.


"Maafkan aku Tuan Dede. Tolong jangan mengganggu aku sedang bekerja.." Tolak halus wanita yang berprofesi sebagai teler Bank itu.


Rizki yang berada di belakang lelaki itu, jelas mendengar apa yang terjadi di hadapan nya itu dan Ia pun berkata dalam hati nya.." Apa dia sedang mencoba merayu wanita itu.... hmmmmmmm sungguh menarik!


"Aku ingin menyetor uang ku. Nani bisa membantu ku kan! Sekalian aku ingin bertanya. Apakah malam ini kau ada waktu kosong? Aku akan mengajak mu makan malam bersama..?" Lelaki itu tanpa ada rasa malu sedikitpun bertanya kembali dengan memakai alasan menyetorkan uang nya.


"Mohon tunggu sebentar." Ucap wanita yang bernama Nani itu dengan exfresi wajah kesal yang di tunjukkan kepada lelaki itu.


"Tuan Dede uang anda sudah di setor kan.. Ini buku tabungan anda.." Kata Nani seraya menyerahkan buku tabungan kepada lelaki yang mencoba merayunya.

__ADS_1


Karna apa yang di inginkan belum juga di ACC oleh wanita yang bekerja di salah satu bank swasta terbesar di kota Guangxi, pria itu pun dengan sengaja mencari alasan agar apa yang di inginkan atau pun berlama-lama mengobrol dengan wanita yang menjadi incaran nya itu. Hal itu akan menjadi bumerang diri sendiri atau pun lelaki yang sedari tadi berdiri di belakang nya yaitu Rizki Nasir.


Bersambung.


__ADS_2