Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
JATUH LAH


__ADS_3

"Kau.............." Exfresi wajah penuh amarah di perlihatkan oleh gadis bermuka datar itu, urat urat di tangan nya tampak terlihat.


Rizki sendiri menyadari bahwa gadis itu sedang menahan gejolak amarah di hati nya. Namun Ia tak peduli terus menerus menunjukkan sipat ketidaksukaan nya dengan senyuman menghina.


Sesaat senyuman itu penuh kemenangan oleh Rizki Nasir karna telah mengalahkan mental gadis dingin yang angkuh dan sombong, tapi menit berikutnya, seorang wanita datang dengan berteriak kencang pada Rizki Nasir.


"Sialan, bagaimana kamu berani bermain perempuan di apartemen ku.? Menjijikan kamu kelewatan batas.."


Rizki menoleh kearah suara itu, kedua matanya menatap tajam, senyuman nya penuh kelicikan dan gaya arogan Ia tunjukkan.." Santai, lalu kenapa? Siapa yang bilang aku tidak bisa bermain perempuan di kamarku.." Kata Rizki penuh kesombongan di hadapan perempuan pemilik apartemen tempat Rizki tinggal.


"SIAPA KAMU? APA HAK MU MENGURUSI URUSAN KU.." Rizki meneruskan perkataan nya lagi, Ia bener bener tak terima dengan apa yang di ucapkan oleh wanita yang baru datang itu.


Ariani sang reporter pemilik apartemen yang di sewa oleh Rizki bener kecewa dengan apa yang di katakan nya itu, walaupun Ia mengetahui sipat asli Rizki yang sombong namun tak semestinya berbicara kasar begitu.


"Kamu sungguh kasar......... Ini apartemen ku hah.." Bentak Ariani.


Tak mau kalah nya Rizki, di hadapan Ariani, mempunyai alasan yang tidak di ketahui oleh Ariani, karna gadis yang di tuduh oleh pemilik apartemen itu sangat sombong dan angkuh, jadi Rizki menunjukan sipat kesombongan pada Ariani semata mata agar tidak di pandang rendah oleh Tangyi.


"Sial berani nya kamu ngomong gitu. Aku bayar banyak uang untuk menyewanya. Sekarang kamu ingin mengurusi ku hah. Apakah kamu gak malu hah.?" Tanya Rizki kukuh dengan pendiriannya.


"Sialan untuk apa aku malu hah.. Lagian aku belajar dari kamu.." Telak Ariani membalikkan keadaan sebuah kata yang mungkin Rizki terdiam tak membalasnya.


Perdebatan antara mereka berdua, di hiraukan begitu saja oleh Tangyi, justru Ia tersenyum licik di bibirnya setelah pesan wasttap masuk ke ponselnya, ini akan menjadi senjata agar Rizki Nasir bisa bertekuk lutut di hadapannya dan mau mengobati Kakek nya.


"Ok. Cukup drama kalian berdua.." Tangyi menoleh kepalanya kearah Rizki dan Ariani.


Seringai licik jelas terpampang di bibirnya, Rizki Nasir menderu napasnya, firasat mengatakan ada kartu as yang di miliki oleh Tangyi.


"Rizki Nasir. Ini berita buruk, tunangan mu di culik.." Tangyi membalikkan badannya dan melangkah kearah Rizki seraya memperlihatkan pesan wasttap yang di terima dari anak buahnya.

__ADS_1


"APA DI CULIK.." Ariani dan Rizki panik secara bersamaan setelah ucapan yang keluar dari Tangyi memberikan informasi tentang Alicia yang di culik.


"Ada apa? Katakan dimana dia?" Tekan Rizki secara memastikan kebenaran tentang ucapan dari gadis dingin itu.


Ia tersenyum sinis, kemenangan jelas ada pada dirinya.." Kenapa aku harus memberitahu mu. Hahahaha. Kamu mau mendapatkan sesuatu dari ku.." Kata Tangyi tertawa puas penuh kemenangan saat ini.


"Sekarang kita menggunakan istilah EQUEL.." Sambung Tangyi.


"Sialan. Kamu mengancam ku.." Bentak Rizki menahan amarah dalam dirinya.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..........."


"Bugh......................."


Tendangan secepat kilat langsung di arahkan pada dada Rizki Nasir oleh Tangyi, hingga Rizki pun langsung ambruk ke lantai menahan sakit di dada.


"Siapa wanita ini sangat kejam sekali.." Kata Ariani dalam hati setelah melihat Tabib Dewa di tendang sangat keras.


"Hahahaha... Luar biasa rasanya.. Rizki Nasir cukup! Aku bisa memberitahu tunangan mu dimana. Kemudian selamatkan Kakek ku.." Tangyi tertawa puas melihat lelaki yang sangat di benci itu, di tindas oleh nya.


"Lebih baik kau beritahu aku dimana dia. Jika tidak aku bersumpah kau akan menyesal.." Rizki menyeka sudut bibir yang berdarah.


"DASAR KERAS KEPALA, SEBAIKNYA KAU MATI SAJA.." Tangyi bersiap untuk melakukan tendangan lagi pada Rizki Nasir, tendangan yang kedua akan langsung mematahkan tulang tulang yang ada di tubuh Rizki Nasir.


Tapi ketika tendangan itu akan mengenai perut Rizki Nasir, tiba tiba gadis cantik yang berprofesi sebagai wartawan itu maju ke depan Rizki Nasir seraya berteriak. "Jangan pukul dia. Apa yang kamu lakukan.."


"Sial aku gak bisa berhenti.." Pikir Tangyi.."


"Bughh......................!

__ADS_1


"Arhkk........................!


Ariani langsung terpental jauh, dan meringis kesakitan, Rizki pun langsung segera bergegas kearah Ariani dan membangunkan nya." Apa kamu baik baik saja..?" Tanya Rizki Nasir.


"Ya....... Aku baik baik saja, tapi ini sangat sakit sekali.." Jawab Ariani seraya memegang perut yang terkena tendangan keras dari gadis bernama Tangyi.


"Ayo aku bantu kau untuk duduk di kursi. Huh... Aku tidak suka memukuli perempuan.." Bergetar bibir Rizki Nasir menahan amarahnya.


Setelah membantu Ariani duduk di kursi, puncak kemarahan Rizki pun terlihat jelas di mata reporter cantik itu, salah satu tangan nya mengepal erat erat, sorot mata menyala nyala, tampak api di tubuhnya mulai membakar seluruh darah nya.


"Minta maaf pada Ariani dan katakan dimana Alicia berada. Dengan begitu aku akan memaafkan dirimu karena telah memukul ku.." Kata Rizki memberi pilihan pada gadis sombong itu.


Bukan nya menyesali dengan apa yang di lakukan nya itu. Tangyi justru membuat murka Rizki Nasir.." Kau tidak punya hak untuk bernegosiasi dengan ku.." Dingin kata katanya namun itu membuat Rizki mengeluarkan ilmu andalan.


"UHK..." Nafas kasar Rizki Ia hentakan dengan kasar lalu bibirnya tersenyum sinis kearah Tangyi dan................


"JATUH LAH..." Rizki mengibaskan tangannya ke atas.


Seketika Tangyi pun lemas di buat nya, seluruh tubuhnya tak bisa bergerak sama sekali, Ia kini berada dalam posisi mirip seekor anjing di hadapan Rizki Nasir.


"Apa yang terjadi dengan ku.." Gejolak batin Tangyi bertanya tanya setelah apa yang di rasakan saat ini.


Kesabaran ada batasnya, Rizki bersabar sudah terlalu lama menghadapi wanita sombong di hadapan nya itu, Ia enggan untuk membalas setiap pukulan dan tendangan yang di lancarkan oleh Tangyi pada dirinya, namun hari ini sangat berbeda, karna dia lah telah berani beraninya menendang wanita yang pertama kali hingga memberikan tumpangan hidup kepadanya walaupun dalam istilah Ia pun membayar uang sewa, namun kebaikan nya tak bisa di lupakan sebelah mata.


"Bughhhhh......................"


Sepakan keras Rizki Nasir mendarat mulus di perut Tangyi hingga terpental lumayan jauh dan merasakan apa yang dinamakan kata SAKIT.


"Selamat kamu perempuan pertama yang aku tendang dengan keras.." Kata Rizki dengan wajah yang penuh kebencian.

__ADS_1


"Apa yang sudah kamu lakukan pada ku hah.." Bentak Tangyi masih kukuh dengan kesombongan nya.


Bersambung.


__ADS_2