Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Pertemuan ALICIA dan RIZKI NASIR


__ADS_3

"Lihat...... Lihatlah di belakang nya sebuah mobil mewah sedang membuntuti nya, kemungkinan mereka saling kenal dan bisa jadi pengendara mobil itu adalah lelaki gila yang mengendarai sepeda kuno itu..." Teriak pejalan kaki yang terdengar jelas di telinga Xian.


"SIALAN........... BENER BENER MEMALUKAN, INI SEMUA GARA GARA SI MESUM ITU.


Polisi wanita yang sedang berada dalam mobil dan mengendarai mobilnya sangat pelan mengikuti laju kendaraan sepeda ontel yang di bawa oleh Rizki tampak exfresi di wajahnya penuh dengan kekesalan yang teramat dalam.


Setengah jam akhirnya sampai di kantor kepolisian pusat di kota Guanxi, harus nya sepuluh menit juga sudah sampai, namun lagi dan lagi gara lelaki tak berguna itu hingga memakan waktu yang begitu lama sampai ke tempat tujuan nya.


"Ini adalah gerbang depan kantor polisi, apa kau masih takut ada yang mencuri sepeda mu?" Tanya Xian berusaha sabar menghadapi lelaki di hadapannya itu.


"Aku sudah bilang beberapa kali pada mu, kau ini tidak mengerti barang berharga. Sudah ahk aku malas berdebat dengan mu.." Rizki mengunci sepeda ontel milik nya memakai rantai.


"Seharusnya aku lah yang mengatakan. Aku malas berdebat dengan mu." Kata Xian dengan nada tinggi.


Setelah selesai dengan mengunci sepeda ontel nya, Rizki tanpa ada rasa bersalah sedikitpun langsung berlalu pergi menuju ruang interogasi, hal itu membuat Xian hanya pasrah dan menggelengkan kepalanya.


"Sabar..... Sabar.... Sabar....." Elus dada Xian seraya mengejar Rizki yang sudah pergi dari tempat parkir di halaman kantor polisi tempat Ia bekerja.


"MASUK LAH."


"Di dalam ada seseorang yang akan di interogasi bersama mu.." Xian mempersilahkan masuk pada Rizki Nasir ke dalam ruangan interogasi.


"Baiklah.." Santai Rizki berjalan masuk ke dalam.


"Deg Deg!


Jantung wanita yang duduk di dalam ruangan berdebar kencang sekali dalam duduknya, Ia menoleh keringat bercucuran di kening sebelah kiri dan kanan, tersentak kaget apa yang di lihat kearah pintu masuk ruangan interogasi itu.


"RIZKI NASIR..." Teriak penuh keterkejutan terucap oleh wanita itu. Hal serupa terjadi pada Rizki Nasir, namun exfresi wajahnya terlihat oleh polisi wanita hanya sebuah akting saja.

__ADS_1


"ALICIA.."


Rizki Nasir berjalan kearah tempat duduk dimana tunangan nya itu duduk dan memandang kearah dirinya dengan tersenyum manis.


Ada rasa bahagia bercampur marah pada lelaki tersebut yang kini semakin dekat dan berdiri di hadapan dirinya.." Pikir Alicia.


"Apa..... Apa kau baik baik saja..?" Rizki Nasir tergagap sekilas melihat senyuman yang di berikan oleh Alicia. Atau kah ia tergagap karna semalam sudah melihat seluruh tubuhnya tanpa balutan busana sedikit pun menempel di tubuh putih mulus itu.


"Apa kau berharap aku tidak baik baik saja." Jawab Alicia masih menunjukkan senyuman manisnya pada tunangan nya.


"BUKAN ITU MAKSUD KU."


Rizki bener bener tak bisa menjawab apa yang barusan ia terima kata dari Alicia, Ia hanya bisa menggaruk kepalanya mengalihkan rasa bersalahnya itu.


"Lalu apa maksud mu hah! Kau menghilang tanpa jejak, kau anggap aku apa hah? Sebuah mainan.." Rasa marah, benci dan kecewa namun bahagia seluruh menjadi satu di hati Alicia, tampak mata nya berkaca kaca menatap sendu pada Rizki Nasir.


"RIZKI NASIR. KAU ANGGAP AKU INI APA HAH.."


"MAAF KAN AKU."


Ucapan nya terhenti ketika polisi wanita itu masuk membawa map untuk memulai interogasi atas kasus yang terjadi semalam.


"Permisi masalah pribadi lebih baik kalian bicarakan nanti. Mari kita mulai permasalahan pokoknya saja.." Xian memberi tahukan pada mereka berdua yang tampak sedang mengobrol masalah pribadi.


#########


Hampir satu jam lamanya mereka berdua di interogasi oleh penyidik dengan pertanyaan pertanyaan yang di ulang ulang, namun mereka berdua menjawab dengan sangat baik, dan itu tidak mempersulit mereka untuk keluar dari ruangan interogasi tersebut.


Singkat cerita mereka berdua sudah setuju untuk membahas masalah pribadi nya di salah satu kafe yang tak jauh dari tempat dimana mereka berdua baru saja di interogasi.

__ADS_1


"Apa kau bahagia setelah bertunangan dengan ku..?" Tanya Rizki Nasir memulai obrolan pertama nya dengan wanita cantik di hadapan nya itu.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan mu. Bisakah kau menjawab pertanyaan ku terlebih dahulu?" Apakah kau yang telah menolong ku malam itu.?"


"Tolong jawab dengan jujur. Aku ingin mendengar jawaban yang sebenarnya.." Terang Alicia dengan rasa penasaran yang amat dalam atas sebuah rekaman yang dia dengar pagi tadi.


"Yaa! Aku secara tidak sengaja menyelamatkan mu.." Rizki menatap serius pada Alicia.


"Bagaimana kau tahu aku berada di tempat itu? Dan juga... Dalam situasi seperti itu kenapa kau justru tidak..... Tidak melakukan sesuatu terhadap ku.." Tegas Alicia masih tak percaya dengan apa yang di dengar oleh lelaki di hadapannya.


"Aku secara kebetulan menemukan mu di tempat itu. Dan jika aku memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan sesuatu yang buruk terhadap mu. Bukan kah kau pasti akan sangat membenci ku.." Terang Rizki Nasir sesaat terdiam lalu melanjutkan lagi perkataan nya.


"Aku sangat menyesal karena telah membuatmu menderita selama ini."


"Bagaimana pun juga aku berterima kasih." Wajah Xian bersemu merah.


"Tidak kusangka dia akan meminta maaf.... Apa dia bener bener Rizki Nasir lelaki yang tak berguna itu.." Batin Xian bergejolak.


"Ehk... Bener juga obat herbal yang kau berikan padaku itu sangat mujarab, setahu ku kau tidak mengerti tentang ilmu kedokteran.." Xian mengalihkan pembicaraan nya Ia tampak malu wajah nya merona merah di tatap oleh Rizki dengan senyuman dingin.


"Aku tidak sengaja menemukan obat itu, dan ternyata hasil nya lumayan bagus." Kau masih belum menjawab pertanyaan ku.?'


"Apa kau bahagia setelah bertunangan dengan ku..?" Tanya Rizki ingin mendengar langsung Jawaban dari wanita yang malam membuat hidung nya mimisan atas ulah rangsangan yang di berikan oleh Alicia.


"Bahagia! Kau dari dulu hanya bisa berfoya foya dari pagi sampai malam. Bahkan kau tiba tiba menghilang dan mengabaikan tunangan mu ini begitu saja. Itu kah yang kau sebut bahagia.?"


"BAGAIMANA AKU BISA MERASA BAHAGIA."


Alicia mencurahkan seluruh hati rasa kecewa dan benci terhadap lelaki yang terus-menerus ia pendam selama ini, entah keberanian apa yang datang tiba tiba pada hati nya itu untuk segera mengeluarkan unek unek dalam hati nya selama ini.

__ADS_1


"Ah............" Alicia, kalau begitu bagaimana kalau kita batalkan saja rencana pernikahan kita.." Ujar Rizki setelah tahu apa yang baru saja di dengar langsung oleh Rizki sendiri dari mulut tunangan nya.


Bersambung.


__ADS_2