
Setiap insan yang terlahir di alam fana itu, selalu berharap dan bercita cita apa yang di inginkan nya itu terlaksana dan tercapai dengan kepuasan sendiri, akan tetapi manusia itu tak mengerti dan selalu prustasi bila harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan dan selalu menyalahkan sebuah takdir dan Tuhan nya.
Padahal bila manusia itu mempunyai pemikiran yang luas dan selalu sabar dalam menghadapi ujian yang tidak di harapkan oleh nya sendiri. Padahal Tuhan itu punya rencana lain yang lebih baik dari yang di harapkan atau pun di cita cita kan oleh makhluk yang bernama manusia itu.
Hal serupa ini terjadi pada Alicia, saat ini, ketika terkena efek dari obat perangsang, Ia ingin segera menuntaskan nya dan menyelesaikan siksaan yang ada dalam tubuhnya itu, namun di saat benda keras yang ada di balik celana Rizki Nasir tak bereaksi dan berubah menjadi kecil, Alicia pun begitu sangat kecewa, padahal Tuhan sedang menjalankan perannya untuk terhindar dari kehinaan di manusia yang bernama Alicia itu.
"Aku sudah tidak tahan..... Kumohon berikan aku kepuasan malam ini.." Suara nya begitu berat wajah nya memerah dan keringat bercucuran menahan gejolak api b*irahi.
"Aku tidak tahan plis kumohon.." Air matanya jatuh Ia sudah tidak kuat dalam siksaan yang kini di rasakan, Rizki Nasir menatap nya sangat iba dan kasihan.
"Berapa banyak para hidung belang itu berikan obat padanya, kalau terus begini dia akan mati. Apa hanya bisa membereskan dengan cara primitif.." Batin hati Rizki bertanya tanya, apakah harus menuntaskan dengan bersetubuh atau tidak.
"Tok..... Tok.... Tok...."
Pintu hotel di ketuk dari luar, Rizki pun langsung melepaskan paksa Alicia dan bergegas menuju pintu seraya berkata dalam berlari.
"Syukurlah orang yang mengirim obatnya sudah tiba, dia bisa terselamatkan.."
Dua menit berselang setelah kiriman obat itu di terima oleh Rizki, tak di lama kan lagi oleh nya untuk segera meracik obat penawar untuk Alicia yang masih meronta ronta dalam siksaan di dalam WC.
"Saat ini tidak ada perabot yang yang bisa ku gunakan untuk merebus obat, jadi aku hanya bisa menggunakan air dalam termos ini untuk meracik obatnya. Meskipun hasilnya tidak terlalu maksimal tapi ini cukup untuk mengembalikan Alicia ke dalam kondisi normal.." Kata hati Rizki seraya meracik bahan bahan obat nya.
Rizki beranjak menuju WC Ia tersenyum dan wajah memerah setelah sampai di hadapan Alicia yang sedang meronta ronta seperti cacing kepanasan.
"Obat ini harus di balurkan pada titik titik yang sensitif, aku harus membuka pakaian mu dan bertelanjang.." Ucap nya dalam hati.
__ADS_1
"MAAFKAN AKU TIDAK ADA CARA LAIN LAGI."
Rizki pun langsung mengangkat Alicia dan memukul pundaknya agar dia pingsan lalu membawanya ke atas kasur dan mulai membalurkan seluruh obat itu pada titik titik tertentu.
Dua puluh menit sudah berlalu, kondisi Alicia pun kembali normal dan terlelap dalam tidur panjang nya, Rizki Nasir menatap penuh dengan rasa kasihan.
"*Kalau bukan reporter Riani yang memberitahu ku, kejadian malam ini pasti kamu akan mendapatkan pelecehan sek*sual oleh dua pria gemuk itu.
"Si brengsek Rizki Nasir itu bener bener telah membuat seorang wanita seperti nya menderita begini.." Ucap hati Rizki Nasir penuh dengan amarah yang memuncak*.
Julukan Tabib Dewa itu membalikkan badannya dan langsung melangkah dengan gaya sombong nya sambil berkata dengan tatapan langkah yang sangat dingin.
"BERISTIRAHAT LAH SISA NYA........... AKU YANG AKAN MEMBERESKAN NYA.."
Tabib Dewa itu keluar dari hotel yang Ia sewa untuk menyelamatkan tunangan nya itu, berjalan kearah ruangan yang mungkin dua pria gemuk itu masih berada di ruangan tersebut.
"Direktur Nanak, mari kita bersulang. Walaupun wanita itu sudah kabur, kita juga harus tetap mengisi perut kita bukan? Lagi pula kita bisa mencari tempat lain untuk melampiaskan kekesalan kita.." Kata Manager Dadam memberi saran seraya segelas minuman beralkohol di jos kan ke gelas sahabatnya.
"Manager Dadam jangan berkecil hati, wanita itu cepat atau lambat pasti akan menjadi milik kita, karena kalau tidak, dia tidak akan dapat mempertahankan perusahaan nya." Seringai licik di bibir Direktur Nanak terlihat oleh Manager Dadam.
"Sudah di putuskan kalau kita bertemu dengan nya lagi. Aku yang akan menyerang nya duluan, karena aku sudah jauh jauh datang untuk menikmati sesuatu yang menyenangkan he-he-he.." Kata Manager itu sambil terkekeh lalu meminum arak yang Ia simpan dalam gelas.
"Tidak bisa kita akan menyerang nya bersamaan. Kita akan buat dia berlutut dan tidak bisa berkutik di hadapan kita berdua.." Ujar Direktur Nanak hal yang sama Ia pun meneguk minuman yang telah tertuang dalam gelas kecil.
"Kita bersama sama? Memang kau ini tidak bisa di ragukan lagi kalau soal begituan mah hahahahaha.." Tawa nya penuh rasa bahagia walau pun incaran nya itu tak bisa di dapatkan.
__ADS_1
"Hahahahaha... Hahahahaha...." Begitu juga dengan Direktur Nanak tertawa lepas malam itu, tanpa mereka sadari bahwa seorang pemuda masuk ke dalam ruangan itu.
"Tuan Tuan.."
"Kalian kelihatan nya sangat senang ya.." Satu suara berjalan dengan angkuhnya menuju mereka berdua yang sedang tertawa terbahak bahak.
"HAH!
Manager Dadam langsung menoleh kearah suara itu, dan sahabatnya Direktur Nanak juga ikut menoleh kearah pintu keluar dan menatap tajam pemuda yang sedang berjalan kearah meja tempat mereka berdua duduk.
"SIAPA KAU."
Direktur Nanak bertanya pada pemuda itu dan beberapa langkah sudah kini posisi nya Rizki Nasir di tengah antara mereka berdua.
Pemuda itu lalu mengambil botol yang ada di atas meja itu dan tanpa banyak bicara botol itu langsung di pukulkan pada kepala Direktur Nanak dengan keras hingga pecah berantakan botol tersebut.
"Brakkkkkkkkkk."
"Arghhhhhhhh........"
Ringis terdengar rasa sakit seraya darah mengucur dari kepala Direktur Nanak, spontan lelaki di belakang Rizki Nasir pun tersentak kaget ketika melihat sahabat tanpa ada angin atau pun hujan langsung di pukul oleh pemuda yang baru masuk itu.
"Kalian berdua jangan pernah mengganggu wanita ku lagi....." Ancam Rizki seraya jari telunjuk nya ia tunjukkan pada Direktur Nanak yang sedang memegang kepala nya akibat pukulan botol itu.
"Siapa kau ini. Aku bisa bermain dengan wanita manapun sesuka hatiku dan kau tidak berhak mencampuri urusan ku hah.." Bentak Dadam dari belakang dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
"Kau berani sekali menyerang ku, kau tidak tahu aku ini siapa hah.?" Kini suara tinggi dan membentak pada Rizki keluar dari Pria gemuk yang kepala nya berdarah, hal itu membuat murka Rizki Nasir.
Bersambung.