
Malam semakin larut di kota Guangxi dengan berjalan nya waktu yang berputar, begitu hal juga di salah satu hotel berbintang di kota besar itu, tepatnya di salah satu ruangan pribadi yang di pesan langsung oleh dua Pria gemuk dengan jabatan tinggi di salah satu bank swasta yang tadi nya berpikir akan melewati malam nya dengan untaian bira*hi mengarungi samudera tubuh wanita cantik berbodi gitar spanyol harus naas dan kini menjadi bulan bulanan seorang pemuda yang baru masuk tanpa ada panas atau pun hujan di sertai angin tiba tiba langsung menyerang mereka berdua.
"HARAPAN TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN." PEPATAH KUNO MENGATAKAN NYA.
Piring berwarna putih yang ada di atas meja dengan berisi ikan goreng mujaer langsung secepat kilat di ambil oleh pemuda berjulukan Tabib Dewa itu.
"Hussss............."
Dengan cepat Rizki langsung membalikkan badannya dan piring itu di pukulkan tepat kearah kepala Manager Dadam.
"Plezzzzzz."
"Ahk.................."
Manager Dadam langsung terjuntai berlutut dengan kedua tangan nya memegang kepala yang terkena pukulan sangat keras oleh Rizki, yang tampak darah segar mengucur dari kepala nya.
Jiwa iblis Rizki Nasir telah merasuki tubuhnya dengan di selimuti oleh api dendam yang begitu membara, setelah puas memukul begitu keras nya Manager Dadam, lantas Ia tak berdiam diri begitu saja melihat lelaki yang di pukul itu meringis kesakitan, Rizki Nasir langsung mengambil botol lain nya dan memukulkan lagi pada Direktur Nanak yang masih tertunduk wajah nya di atas meja.
"Brughh..............................."
"Pezzzzzz..........................."
Pukulan keras kembali di dapat oleh Direktur Nanak itu dan langsung terjatuh ke lantai meringis rasa sakit bersimpuh darah di kepalanya.
Manager Dadam bangkit langsung menyerang ke arah Rizki Nasir.." Kau berani sekali melakukan ini pada ku hah..." Lantak Pria yang mempunyai jabatan Manager di salah satu Bank swasta itu.
Rizki langsung membalikkan badannya, kedua matanya menatap tajam, di iringi seringai licik di bibirnya,
"AKU AKAN MEMBUNUH MU.." Teriak Manager Dadam seraya mengarahkan kepalan tinju pada muka Rizki Nasir, namun apa yang terjadi jurus rahasia Rizki datang secara tidak di sangka sangka.
"Tu... Tubuh ku..... Kenapa? Tidak dapat bergerak.." Manager itu berkata terbata bata dan langsung ambruk kembali ke lantai.."
"Bughhhhh...."
"Aku juga...... Tidak dapat bergerak.." Sahut Direktur Nanak yang telah ambruk terlebih dahulu.."
__ADS_1
Hati yang masih di selimuti dengan dendam dan sakit karena telah mengintimidasi wanita miliknya, Rizki Nasir pun tersenyum jahat dan melangkah kearah meja, tampak di dalam mangkuk sup yang masih panas terlihat mengepul.
"Sup ini seperti nya baru saja di sajikan. Masih panas dan seperti nya terasa sangat asin.." Kata Rizki seraya mengambil mangkuk yang berisi sup tersebut.
Rizki pun langsung membalikkan badannya dengan membawa sup yang begitu menggugah selera bila di makan dengan nasi putih."
"Kalau aku menyiramkan semangkuk besar sup asin yang panas ini ke kepala kalian yang sedang terluka.." Seringai jahat terlihat oleh dua pria gemuk yang sedang meringis kesakitan di lantai dengan posisi berlutut.
"Byurrr....................!
"Byurrr.....................!
"AHKKKKKKKKKKKKKKKK....."
"AHKKKKKKKKKKKKKKKK....."
"UHGHHHHHHHHHHHH....."
"SAKIT SEKALIIIIIII......."
"BRENGSEK KAU, AHKKKKKKK............"
"Brengsek aku tidak akan melepaskan mu! Berani nya kau melakukan ini semua, apa kau tidak tahu aku ini siapa..?" Tanya Direktur Nanak menahan rasa sakit dan masih bisa mengancam pada Rizki Nasir, hingga Rizki pun tersulut emosi nya kembali.
"Hiattttttttt.............."
"Brakkkkkkkkkk........"
Mangkuk kosong yang sebelumnya berisi sup panas itu telah di berikan pada dua kepala pria gemuk yang terluka, kini langsung di pukulkan pada Pria Gemuk yang mempunyai jabatan Direktur di perbankan dengan sangat keras.
Setelah puas memukul wajah pria gemuk itu Rizki Nasir pun langsung menarik kerah baju Direktur itu dan langsung berkata dengan penuh emosional.
"Kalau begitu aku tanya padamu, apa kau tahu aku ini siapa hah.."
"Ti..... Tidak tahu......" Jawab Direktur Nanak gemetaran."
__ADS_1
"Tidak tahu! Kau bilang tidak tahu hah..." Rizki langsung memukul kepala Direktur Nanak dengan pecahan mangkuk yang berada di tangan kanannya."
"Kau bahkan tidak tahu kalau yang berada di hadapan mu ini adalah Dewa Obat.." Rizki kembali memukul wajah Direktur Nanak yang tampak terlihat darah bercampur sup hingga menimbulkan dua warna yang berbeda.
"Ahhkkkkkkkkk..............."
"Ampuni kita, kumohon ampuni kita.." Direktur Nanak hanya bisa memohon ampunan dari Dewa obat itu, Rizki pun langsung melepaskan nya dengan kasar."
"Huff.. Perkelahian yang brutal seperti ini memang tidak cocok untukku yang ahli dan mendapatkan julukan sebagai Dewa Obat atau pun Tabib Dewa... Uhhhh... Sungguh melelahkan rasa nya.." Kata Rizki seraya melepaskan nafasnya secara serentak.
Walaupun Rizki Nasir sudah berkata begitu, tapi hati dan otaknya belum merasakan kepuasan selama melakukan hal keji ini pada mereka berdua, kini tatapan matanya langsung kearah pria gemuk satu lagi yang tak lain Manager Dadam.
"Apa kau tahu siapa aku..?" Tanya Rizki seraya membalikkan badannya dan langsung berjongkok di hadapan Manager Dadam.
"Dewa obat, kau adalah Dewa Obat! Yang mulia Dewa Obat.." Ketakutan tampak terlihat di wajah Manager Dadam atas pertanyaan yang di berikan oleh Rizki Nasir.
"Kumohon kepadamu yang mulia Dewa Obat! Kumohon hentikan siksaan ini.." Sambung Manager itu memohon belas kasihan nya.
"Baiklah, aku akan menghentikan nya, namun yang mulia Dewa Obat ingin bertanya pada mu. Apakah kau menyukai laki laki..?"
"Ti.... Tidak suka! Sama sekali tidak suka." Manager itu langsung menggelengkan kepalanya berkali kali, namun jawaban yang di berikan oleh nya pada Rizki Nasir membuat dirinya mendapatkan tamparan berkali kali.
"Plaakkk............!
"Plakkkk.............!
"Plakkkk.............!
"CEPAT KATAKAN KAU MENYUKAI NYA HAH.." Tamparan pun kembali mendarat di wajah Manager Dadam dan langsung berkata dengan nada yang begitu ketakutan."
"SU....... SUKA...... SUKA...."
Rizki pun langsung mengehentikan tamparan keras itu pada pria gemuk setelah menjawab apa yang di inginkan nya itu, dia langsung mengambil serbuk obat di balik baju kemejanya.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..."
__ADS_1
Serbuk obat itu di buka dan langsung di arahkan pada dua pria gemuk itu yang tak berbeda jauh jaraknya sambil berkata dengan senyum licik di bibir nya.
"Sebentar lagi kalian akan semakin menyukainya! Sangat suka sampai mau mati rasanya.." Kata Rizki langsung berjalan kearah pintu keluar ruangan itu.