Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Tragis Nasib Rizki


__ADS_3

"Pakai baju mu.." Tatapan nya dingin berdecak pinggang kesombongan jelas di hati gadis cantik itu.


"Siapa kau? Ini rumah ku, jadi hakku mau pakai baju atau tidak, bukan.." Rizki jelas menantang gadis itu dengan telunjuk jari nya.


Gadis itu langsung menatap tajam aura membunuh nya semakin membara, bisa bisanya lelaki di hadapannya itu membuat Ia menyulut emosi nya.


"Kukatakan sekali lagi pakai baju mu.." Katanya suara jelas sedang menahan amarah.


Bukan nya menurut untuk memakai pakaian, Rizki malah meledek gadis itu dengan bergaya dan berpose mirip fotografer seraya berkata. Apa kau tidak pernah melihat pria yang berpenampilan seperti ini.."


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..................!


"Bugh..............!


Sapuan secepat kilat, mengenai dada Rizki Nasir oleh kaki milik gadis itu, Rizki Nasir pun langsung terpental jatuh ke lantai.


"Kalau kau berani berkata begitu lagi, aku tidak akan sungkan sungkan untuk menghabisi mu.." Ancam Gadis itu setelah sapuan tepat mengenai dada bidang sang Tabib Dewa.


Gadis dingin itu berjalan kearah Rizki Nasir, yang berusaha bangkit seraya tangan nya menahan rasa sakit akibat tendangan, exfresi wajah terpancar amarah yang mendalam.."


"Siapa kau? Menghina mu itu hakku! Dasar wanita ****** aku ingin bercinta denganmu." Kata Rizki bangkit lalu buru buru untuk menutup pintu.


"Apa kau yakin masih ingin menghina ku hah.." Gadis dingin itu memasang kuda kuda bersiap untuk memberi pelajaran pada Rizki Nasir.


"Kau memang pantas untuk di hina wanita ******. Enyah kau dari hadapan ku.." Rizki langsung menutup pintu nya dengan kasar, namun pintu belum tertutup sepenuhnya karna tertahan oleh kaki gadis dingin itu.


Rizki sekuat tenaga mendorong pintu itu untuk di tutup dari dalam, namun siapa sangka tenaga gadis itu lebih kuat dari nya, mereka berdua saling mempertahankan satu sama lain, mencoba untuk mendapatkan hasil yang terbaik..


"Ya Tuhan gadis ini kuat sekali seperti banteng.." Keluh Rizki dalam hati..


"Kreak.....................!

__ADS_1


Pertahanan Rizki jebol, akibat tak kuat nya menahan kekuatan banteng yang di miliki oleh gadis itu, kesempatan tak di sia sia kan oleh sang gadis yang melihat pertahanan Rizki Nasir lengah.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.............!


"Brakkkkkkkkkk...................!


Tendangan mendarat mulus kearah pipi sebelah kanan sangat keras, saking kerasnya Rizki Nasir hingga terpental jauh dan langsung tergeletak, pipi nya seketika lebam darah tampak keluar dari sudut bibirnya.


"Jaga mulut mu." Gadis itu mengancam Rizki Nasir dengan gaya seperti seorang bela diri sedang memasang kuda kuda.


"Bunuh aku bila kau punya nyali ******. Lihat jangan sampai kau jatuh ke dalam tanganku, karna kau akan menyesal.." Ringis Rizki tak ada rasa takut sedikitpun setelah dua tendangan mendarat mulus ke tubuh dan pipinya.


"APA SALAHKU, AKU HANYA TIDUR DI RUMAH KU, MIMPI INDAH DI KELILINGI GADIS GADIS CANTIK, KENAPA KAU MEMUKULKU HAH..."


Rizki bangkit bertanya dengan apa yang baru saja dia alami, tak ada angin dan hujan gadis itu datang tengah malam dan langsung menghajar nya.


"Hehehehe......" Seringai licik di bibir gadis dingin itu. Lalu Ia berlari mengeluarkan kekuatan penuh nya kerah Rizki yang baru saja berdiri tegak dan...............


"Bugh......................!


"Bugh.....................!


Dengkul kanan gadis itu langsung mendarat tepat kearah wajah nya, kurasa tak cukup puas, tangan kanan yang mengepal erat langsung di pukulkan tepat di bidang dada Rizki Nasir..


"Ahkkkkkkkkkk...........!


"Uhkkkkkkkkk...........!


Tragis sekali, sebagai master obat dan tak pernah rasa takut sedikitpun, biasa nya menindas orang orang yang berbuat jahat padanya atau pun teman dekat nya, kini tak berdaya di hadapan gadis berusia 23 tahun, wajah nya tampak lebam dan di sudut kiri kanan bibirnya terdapat darah yang mengalir.


"Hentikan omong kosong mu.. Kalau tidak aku akan menghajar mu lebih keras lagi.." Kata gadis itu seraya berjalan kearah Rizki yang berusaha untuk duduk.

__ADS_1


"Cuih...... Wanita ******, tunggu lah dan lihat..." Kata Rizki seraya bangkit dari duduknya, namun Ia mendapatkan kembali pukulan dari gadis dingin itu, hingga Ia membungkuk menahan rasa mual yang teramat dalam.


"Kau masih berani menghina ku! Percaya atau tidak aku akan membunuhmu hah.." Bentak gadis itu.


Keras kepala nya Rizki, dan angkuhnya gadis itu yang mempunyai kekuatan dalam beladiri serta dekengan dari pakaian yang di pakainya itu, sehingga setiap kata kata yang keluar dari Rizki, sang gadis itu hanya bisa menjawab pertanyaan dengan tangan dan kakinya saja.


Namun yang di hadapi oleh gadis yang datang di tengah malam, tanpa tahu maksud tujuan nya, hingga Ia langsung melayangkan sebuah sapuan dengan kakinya, membuat Rizki Nasir yang mempunyai sipat tak mau di atur oleh orang lain, hingga mengakibatkan kesalahan pahaman di antara mereka berdua.


"Hmmmmm.... Hahahaha..... Ayo lah ****** aku tidak takut sama sekali.." Rizki berusaha menyulut api yang ada di tubuh gadis itu. Tampak kedua lengan gadis itu mengepal erat.


"Kau berpikir aku tidak berani membunuh mu." Jawab Gadis dingin itu.


"Bunuh saja aku jika kau punya nyali. Jika kau jatuh ke tanganku, kau akan di arak di keramaian dengan telanjang bulat..." Rizki memberikan isyarat pada gadis dingin itu dengan telunjuk jari nya.


"Kau bisa memukul ku beberapa kali tapi itu karena aku tidak membawa serbuk obat ku.." Ucap Rizki dalam hati matanya memandang rendah pada gadis dingin di hadapan nya, walaupun nyawanya terancam, namun keras kepala nya dan sulit di atur dirinya menghilangkan rasa takut yang ada saat ini.


"Biar aku tanya satu hal, bagaimana keaadaan kakek ku..? Apa kau yakin.............. Kata kata nya berhenti ketika melihat lelaki di hadapannya itu menertawakan nya.


"Hahaha......... Hahahahaha........... Hahahah.." Ohk kau adalah cucu si orang tua botak itu.." Tawa Rizki penuh kemenangan, karna rasa sakit di tubuh dan wajahnya akan terbayar puas dengan sebuah pertanyaan yang di berikan oleh gadis dingin itu.


"Yah..... Aku pastikan kalau aku tidak akan menyembuhkan kakek mu.... ENTAHLAH DARI HADAPAN KU.."


Tampak memandang rendah gadis itu dan mengusir keras dengan kata kata, sang gadis menatap tajam pada Rizki Nasir, dalam hatinya ada rasa penyesalan atas ulah yang di lakukan nya itu.. Namun sipat angkuh dan sombong yang ada di dalam hatinya enggan untuk mengakui atau pun meminta maaf pada lelaki yang sedang berusaha untuk menyembuhkan penyakit dari sang Kakek.


"Klekk....!


Pistol di arahkan pada Rizki Nasir oleh sang gadis seraya berkata..." Ikuti Aku.''


Rizki Nasir hanya bisa pasrah, saat pistol itu tepat di arahkan pada keningnya, Ia hanya bisa menuruti kemauan nya.. Sejatinya gadis di hadapannya sipat nya sangat keras kepala seperti dirinya yang akan nekat melakukan apa yang di inginkan nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2