Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Berlutut


__ADS_3

"Ohk.... Nani! Aku tiba tiba ingat hari ini aku sepertinya membutuhkan uang. Tolong bantu aku menarik uang 10 puluh juta dari rekening ku.." Kata Dede lebay seraya menggeser buku rekening ke depan, hal itu semakin membuat kesal teler wanita itu.


"Tuan Dede yang terhormat, anda sudah melakukan transaksi setor tarik berulang kali. Yang anda lakukan ini bener bener menguji batas kesabaran ku.." Kata teler itu lalu mengambil buku rekening yang di geser oleh nya.


Rizki yang sedari tadi berdiri di belakang lelaki itu, tampak terlihat kesal dengan ulah Dede yang mencoba merayu wanita yang bertugas sebagai teler Bank itu. Lantas Ia pun menepuk pundaknya seraya berkata.


"Hei, kau merayu wanita seperti itu tidak baik, lebih baik kau ganti metode mu, yaa minimal kasih bunga kek, atau apa lah.." Saran Rizki.


"Apa kata mu! Kau ada masalah? Aku punya banyak uang mau bagaimana pun caraku merayu wanita, tidak ada hubungannya dengan mu.." Sombong Dede membalas perkataan dari Rizki Nasir yang memberikan saran dan masukan nya.


"Kau menggunakan uang untuk menyombongkan dirimu. Apa kau tidak khawatir dia akan merasa risih dan kau akan di anggap menyebalkan..." Ucap Rizki.


"Di dalam rekening ku ada uang 100 juta.. Aku ingin menarik semuanya.." Teriak Dede menyombongkan dirinya di hadapan Rizki yang kini posisinya berhadapan dengan nya.


Rizki hanya tersenyum kecil melihat nya, bahkan exfresi wajahnya terlihat sinis kearah Dede.


"Hei........ Sampah, aku akan memperlihatkan mu, apa definisi uang yang sebenarnya.." Kata Dede tampak sudah terlihat marah melihat exfresi lelaki yang sudah ikut campur urusan merayu seorang wanita yang di incar oleh nya.


"Hehehehehe.. Apakah aku perlu melihat uang mu yang hanya sejumlah itu.." Rizki langsung mengeluarkan cek yang ia dapatkan dari Budiman Cahya.


"Braakkk................."


"Hei...... Empat Mata. Lihat ini baik baik berapa jumlah cek milik ku ini.." Rizki tersenyum sinis sambil menunjuk kearah cek ya Ia simpan dengan kasar.


"Tiga... Tiga... Tiga miliar..."


Dede langsung seketika terkejut setelah melihat nominal cek yang dia perlihatkan di atas meja bank itu.


"Tuan Tuan. Di sini adalah Bank, tolong jangan membuat keributan di sini, kalau masih bandel, mohon maaf saya akan memanggil security untuk mengusir anda berdua.." Kata wanita itu mencoba menenangkan kedua nasabah yang sama sama menyombongkan diri dengan kekuatan yang mereka punya.

__ADS_1


"Tuan Dede silahkan penarikan anda sudah berhasi sesuai dengan keinginan anda sepuluh juta rupiah.." Ucap lagi Nani seraya menyerahkan uang yang sudah di tarik.


"Terima Kasih Nani ku yang cantik..." Hei sampah pasti cek mu itu palsu, kau lihat ini. Ini baru uang asli yang sebenarnya hahahahahah.." Tawa sombong lelaki itu seraya memperlihatkan uang yang telah di tarik dari teler.


"Apakah kau pernah melihat uang sebanyak ini..." Sorot matanya tajam tersirat rasa bangga melihat lelaki di hadapan nya hanya diam saja tak berani untuk menyela ucapan yang Ia lontarkan.


Di saat Rizki akan membalas perkataan dari lelaki sombong dengan memakai kaca mata, tiba tiba dari arah pintu masuk Bank, terdengar suara yang membuat semua nasabah terkejut.


"Dor..............!


"Semua yang ada di tempat ini, tidak boleh ada yang bergerak.. Ini adalah perampokan.." Lelaki botak mengacungkan senjata api keatas setelah menembakkan satu peluru.


"Jangan bergerak siapa pun yang berani menelepon polisi, aku akan meledakkan kepala kalian.." Ancam penjahat lainnya sambil menodongkan senjata kepada para nasabah yang mulai ketakutan.


"BERLUTUT."


"BERLUTUT."


"Perampokan Bank di siang bolong ini! Bener bener terlalu gegabah." Ucap hati Rizki.


Kepala perampok itu berjalan kearah Rizki dan lelaki bermata empat itu dan tak lama kemudian langsung menodongkan pistol nya seraya berkata tersenyum.


"Hei sobat, kau bener bener pengertian, begitu tahu kamu datang kau menarik uang sebanyak itu, untuk memudahkan kami membawanya."


"Ja.... Jangan sentuh... Ini adalah uang milik ku.." Dede berkata terbata bata dan keringat di wajahnya bercucuran.


"Sekarang ini adalah milikku, hehehehehe.." Kekeh perampok itu seraya menodongkan senjata api nya tepat di kening Dede.


Lelaki yang tadi nya sombong dengan apa yang dia punya, sekarang hanya bisa pasrah ketika seorang perampok menodongkan senjatanya dan dengan suka rela menyerahkan uang yang tadinya di jadikan kesombongan oleh nya.

__ADS_1


"Yaa... ini adalah uang mu, ambillah.." Pasrah Dede dengan suara tergagap.


"Hehehehe...... Kerja yang sangat bagus sobat.." Perampok itu terkekeh dan kedua matanya langsung menatap kearah Rizki Nasir yang terlihat santai tanpa ada rasa takut sedikitpun di benak nya.


"KAU TIDAK TAKUT!


Perampok itu bertanya kepada Rizki Nasir!


"Kalian lemari datang untuk merampok uang dan bukan untuk membunuh kan? Bank ini juga bukan milikku jadi untuk apa aku takut." Jawab Rizki acuh dengan gaya angkuhnya kedua tangannya Ia masukkan ke dalam saku celananya.


"Hahahhahahahah... Hahahahhaah.. Menarik sekali aku suka dengan anak ini." Tawa terbahak bahak sang Ketua perampok itu.


Namun kekaguman dan tertawa lepas nya hanya beberapa detik saja, karena tiba tiba suara yang begitu keras terdengar dari luar Bank menggunakan sebuah alat pengeras suara.


"Hei kalian para perampok yang ada di dalam.. Sekeliling gedung ini sudah di kepung oleh tim kepolisian, sebaiknya kalian segera menyerahkan diri saja.." Teriak salah satu opsir polisi dari luar Bank.!


"Tidak kusangka polisi akan datang secepat ini."


"Kalau begitu kau akan ku jadikan sandera.." Sesaat pria botak yang menjadi pimpinan dari para perampok itu menoleh kearah luar Bank, tampak terlihat beberapa mobil polisi sudah berjejer di halaman Bank tersebut, lalu Ia kembali menatap kearah wajah Rizki dengan senyum penuh kelicikan.


"Hai, sobat. Kau tidak bodoh kan! Kau tidak mungkin sembarangan memilih sandera kan? Kau memilih ku yang bernyali besar ini untuk di jadikan sandera.. Kau bener bener salah besar.." Ucap Rizki mencoba untuk mengelabuhi Ketua perampok itu.


"Lalu....." Kata Perampok itu singkat seraya menodongkan pistol nya tepat kearah kening Rizki.


"Orang yang lembek seperti dia sangat cocok untuk di jadikan sandera.." Tunjuk Rizki kepada lelaki yang tadi bersitegang dengan dirinya perihal masalah uang.


"Brengsek." Bajingan! Apa maksud mu?" Kenapa kau menunjukku? Siapa yang kamu maksud lembek hah..?" Bentak Dede tak terima dengan perkataan dari Rizki yang seolah olah mengorbankan diri nya.


Perampok itu langsung melepaskan todongan pistol kearah Rizki Nasir.." Kau boleh keluar aku tidak membutuhkan mu di sini.." Titah Pria botak itu.

__ADS_1


"*Ada yang tidak beres dengan anak ini... Aku merasa dia sangat berbahaya.." Batin ketua perampok itu bergejolak.


Bersambung*.


__ADS_2