Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Ancaman Diki pada Rizki Nasir


__ADS_3

"Tuan Diki, kebetulan sekali.." Sapa seorang lelaki berpostur tinggi memakai jas berwarna merah.


Pemuda yang beru turun dari mobil mewah itu sesaat berhenti langkah kaki nya yang menuju arah Rizki Nasir dan langsung membalikkan badannya kearah suara yang menyapa dari arah belakang.


"Ahk..... Tidak kusangka aku bisa bertemu dengan mu di sini, Tuan Hao Sandi.." Jawab pemuda yang masih saudara dengan Rizki Nasir.


Sandi Hao langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, dan itu langsung di sambut baik oleh pemuda yang baru turun dari mobil , tersebut seraya berkata.


"Tuan Sandi Hao. Apa kau akan pergi berkencan dengannya.."


Jelas bagi pemuda itu, bertanya pada Sandi Hao untuk mempermalukan Rizki Nasir dan membuat nya malu seandainya Alicia menyetujui nya.


Namun dia tidak mengetahui bahwa, Sandi Hao beberapa kali di tolak secara halus oleh Alicia dan pikirannya saat ini sedang dalam mode kebingungan.


"Cih.." Rizki Nasir meludah lalu Ia pergi dari hadapan mereka, namun Alicia segera menahannya.


"Apa kau ingin pergi? Tanya Alicia seraya menahan tangan Rizki.


"Aku tidak punya urusan di sini. Apa kau ingin aku tetap di sini untuk ikut meramaikan suasana. Hah.." Rizki dengan kasar melepaskan tangan Alicia dan langsung melangkah pergi.


Sedangkan pemuda yang sedang bercengkrama dengan Sandi Hao, melihat Rizki Nasir akan pergi, langsung melompat dan mencegahnya untuk tidak buru buru pamit, karna pemuda itu ingin menghina dan merendahkan sampai puas hati nya di hadapan Tuan muda Sandi Hao dan Nona Muda Alicia.


"Blegh...........!


"Hahahahaha..... Tunggu sebentar. Pengecut.." Pemuda itu bener bener berani menertawakan Rizki dan memaki pendek, mungkin itu sudah menjadi kesenangan bagi dirinya.

__ADS_1


"Berjumpa dengan ahli waris keluarga Ki yang resmi, apa kau tidak berniat untuk mengatakan sesuatu.." Seringai licik di bibirnya, jelas tujuannya adalah untuk membuat Rizki Nasir malu di hadapan Alicia dan Sandi Hao.


"Apa hebat nya menjadi ahli waris keluarga Ki?" Apa kau pikir Keluarga Ki begitu hebat sampai aku merasa sedih karena selalu aku tidak di anggap di sana?" Rizki Nasir selangkah maju bertanya pada pemuda yang masih ada ikatan darah dari anak Paman nya itu.


"Kau bisa beritahukan pada mereka, tidak lama lagi pamor Keluarga Besar Ki akan segera berpindah tangan. Karena akulah Rizki Nasir yang akan mengambil alih segalanya.." Sambung nya seraya menekan keras dengan jari telunjuk pada bawah punggung Diki, hingga Ia geram di buatnya.


"Biasanya dia selalu menghindar bila bertemu dengan keluarganya! Tapi dia sekarang justru berani bicara seperti itu dengan Diki anak dari Paman nya Rizki Nasir." Alicia jelas menyaksikan di hadapan nya dan bertanya tanya dalam hati.


Hal serupa gejolak batin di rasakan oleh Sandi Hao, apa yang di bicarakan oleh orang orang pemberi informasi tentang tunangannya wanita yang sedang dia incar sungguh berbeda jauh dengan apa yang sekarang dia lihat oleh kedua matanya sendiri.


"Ada yang tidak beres, ternyata dia bukanlah seorang pengecut seperti yang telah di katakan oleh banyak orang, aku harus segera mencari tahu lebih banyak informasi tentangnya.." Gumam Hati Sandi Hao.


"Brengsek! Apa kau ini bodoh. Mengambil alih? Kau ini hanya seorang pria yang tidak berguna.?" Bentak Diki melangkah mundur dengan exfresi wajah tertahan penuh kemarahan.


"Hahahaha... Aku sangat tidak sabar melihat keputusasaan di wajahmu.." Tawa lepas Diki menganggap remeh perkataan dari lelaki tak berguna itu.


Rizki berlalu Ia malas untuk meladeni pemuda yang masih satu saudara dengannya, melangkah pergi sambil mengatakan hal yang sama dengan ucapan yang di keluarkan untuk saudara nya itu.


"Aku akan mengambil semua yang seharusnya adalah milikku. Aku lah yang akan mengambil alih keluarga Ki..."


"Apa dia bener bener Rizki Nasir dia sangat keren sekali.." Puji Alicia dalam hati, Ia sudah yakin seratus persen bahwa tunangan nya itu sudah berubah seratus persen dan dapat di andalkan.


"Cuih!


"Kau hanya bisa omong besar! Lihat saja cepat atau lambat aku pasti akan membereskan mu.." Diki menatap kepergian Rizki Nasir dengan penuh kebencian sangat mendalam.

__ADS_1


"Yang terpenting sekarang aku harus menjalin hubungan baik dengan Sandi Hao dan bekerjasama dengannya. Kemudian aku akan segera memikirkan siasat untuk membereskan keparat Rizki Nasir.." Tatapan wajah nya langsung menoleh kearah Sandi Hao setelah Rizki Nasir tak terlihat lagi dari pandangan nya.


Setelah lelaki tak berguna itu pergi menjauh dari area kantor, Sandi Hao pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya pada Alicia.." Alicia, orang itu bilang dia menyerahkan pilihan nya pada mu. Apa maksud nya..?" Tanya Sandi Hao seraya berjalan kearah Alicia yang masih menatap Rizki Nasir pergi dari hadapan nya.


Dengan acuh dan tak mau terulang kembali kesalahan yang tadi pagi dia lakukan, terlihat dengan jelas oleh Rizki dia sedang di pegang tangan nya oleh Sandi sambil menyerahkan sebuah buket bunga yang begitu cantik. Alicia pun pergi dengan alasan yang cukup masuk akal, namun apa yang di lakukan oleh Alicia membuat Sandi Hao merasakan sakit hati.


"Aku tiba tiba ingat, masih ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan, Maaf Kak Sandi aku harus kembali ke perusahaan.." Alicia berjalan cepat tanpa memandang Sandi Hao atau pun membalas kata yang terucap oleh nya.


"Ehk... Kok ending nya begitu.." Sandi Hao tersentak kaget dengan melihat wanita yang di sukai nya itu bener bener mengacuhkan dirinya.


Melihat dengan kedua matanya, Diki yang notabene Keluarga Besar Ki di kota Guanxi kalah telak pamor nya dari Keluarga Hao.. Ia pun merencanakan sesuatu untuk membantu Sandi Hao mendapatkan Alicia.


"Tuan Sandi, aku mengetahui dengan jelas pertanyaan mu yang di tanya kan pada Alicia.." Tegur Diki seraya tersenyum manis di buatnya.


Lelaki tinggi badan atletis sempurna untuk di kagumi oleh para wanita itu langsung menoleh kearah Diki.


"Kudengar si brengsek itu ingin mengajukan pembatalan pernikahan dengan Alicia dan juga menyerahkan perusahaan ini kepada nya. Kalau kau ingin mendapatkan Alicia, aku bisa membantu nya.." Kata Diki jelas ia mempunyai keuntungan dalam hal ini.


"Menarik. Beritahu pada ku, spa rencana mu dan apa yang harus aku lakukan.." Kata Sandi Hao, tersenyum kecil di bibirnya.


"Ayo kita bahas di kafe sambil minum kopi.." Ajak Diki.


"Baik.." Itu lebih baik, mari..." Jawab Sandi Hao, menerima baik bantuan dari ahli waris keluarga Ki.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2