Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Kalian maju lah


__ADS_3

"Ahk aku bisa bertahan sampai saat ini, karena bantuan dari keluarga Ki. Aku sungguh tidak menyangka putri kita akan mengalami kesulitan ini. Aku ayah yang pantas untuk mati.."


"Ayah.. Ibu.. Kita bisa bicarakan masalah ini nanti. Walaupun perlakuan nya kepada ku sangat buruk. Tapi perusahaan ini berdiri karena kerja keras ku. Saat ini aku hanya ingin bekerja dengan baik. Masalah lain akan ku kesampingkan untuk sementara waktu.." Terang Alicia lalu pergi dari ruangan tamu itu melangkah pergi menuju kamarnya.


"Kau bener bener BRENGSEK. Kenapa kau tega melakukan ini pada ku Rizki Nasir.. Apa salahku apa dosa ku.." Batin Alicia bergejolak dalam hening nya malam dan terbang ke alam mimpi di malam itu.


###########


Sang Pajar sudah datang, Rizki Nasir masih belum melakukan apa pun aktivitas sesaat dia datang dari desa bersama reporter cantik itu dan tinggal di apartemen milik reporter tersebut.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, pintu apartemen terbuka, tampak wanita memakai baju merah berjalan dengan anggun menghampiri seorang pemuda yang duduk di kursi dengan santai.


"Ini semua data yang kau ingin kan! Selanjutnya apa yang ingin kau lakukan.?" Tanya Riani seraya menyimpan berkas berkas di atas meja.


"Tentu saja ahk, aku akan menemuinya. Hehehe.. Aku ingin meminta bantuan dari mu untuk melakukan ini.." Kata Rizki seraya terkekeh jahat.. Hingga reporter cantik itu bertanya tanya dan akan ada hal yang membuat dirinya emosi dengan sebuah kata yang keluar dari pemuda tersebut.


"Pinjamkan aku sedikit uang.! Rizki menaikkan kedua alisnya dan tersenyum sumbing kearah Riani.


"Sialan! Kau makan dari ku, Tinggal di tempat ku, dan sekarang kau ingin meminjam uang dari ku. Kau pikir aku Sudi memelihara mu.." Teriak Riani sangat begitu kesal kepada Rizki yang tak tahu malu itu.


Dengan santai nya Rizki Nasir berkata seraya menggaruk garuk kepalanya.." Kalau bukan karena kau yang membuat masalah ini semakin besar. Saat ini aku masih berada di desa menangkap ikan bersama Kakek Kes dan Kesya.


"Kau yang harus bertanggung jawab atas kedatangan para pembunuh itu.." Tunjuk Rizki dengan tajam.


"Baiklah... Baiklah.. Aku tahu memang harus bertanggung jawab. Di kartu ini ada uang 8 juta rupiah dan ingat jangan terlalu boros menggunakan nya." Pesan Riani dan mengalah dengan keadaan.


"Hehehehe... Uang ini akan sangat berguna. Aku pergi dulu dan tunggu kabar selanjutnya dari ku.." Ucap Rizki Nasir lalu melangkah pergi menuju pintu keluar meninggalkan wanita cantik yang terpaku akan ucapan nya.


#############

__ADS_1


Kantor Cahya Group.


Di sebuah ruangan Manager Cahya Group, seorang pria gemuk sedang termenung seorang diri, memikirkan sesuatu yang akan mengancam kehidupan sehari-hari nya, ketika malam itu mendapatkan kabar bahwa musuhnya itu masih hidup.


"Rizki Nasir belum mati, kini hidup ku bener bener tidak tenang.. Apakah mereka berdua mampu mengatasi nya.." Dalam diam hati nya terus meracau tak karuan.


"Tok... Tok....."


"Permisi!


Wanita muda bertubuh bohai dengan rambut pendek datang mengetuk pintu, membawa berkas untuk di tandatangani oleh sang Manager perusahaan Cahya Group.


"Manager tolong tanda tangani dokumen ini.." Pinta wanita muda itu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang biasa dia lakukan dan berujung kedalam balutan birahi.


"Ya.. Ya.. Ya.. Aku mengerti.." Ucap Manager gemuk itu acuh karna pikirannya sedang tertuju kepada Rizki Nasir yang terus menghantui nya sepanjang waktu.


"Manager Budiman, kenapa hari ini kau begitu dingin, bahkan tak menganggap aku ada. Sudah lama kau tidak menemani ku terbang ke surga.." Goda wanita itu seraya memperlihatkan dua Gunung kembar nya.


"KELUAR."


"Aku tidak salah mendengar nya kan! Si babi mesum ini tidak pernah menggoda ku?" Dan sekarang dia menyuruh ku untuk keluar.." Kata wanita itu dalam hati.


"Aku menyuruhmu untuk keluar. Apa kau tidak dengar! Cepat keluar." Teriak Pria gemuk itu dengan sangat emosi.


"Huh... Apa apaan si brengsek itu mengusir ku begitu saja! Dasar babi mesum berani nya dia berteriak dan mengusir ku." Kesal wanita itu sambil berjalan kearah pintu keluar.


Setelah sang wanita yang bekerja di perusahaan Cahya Group itu keluar, tak lama kemudian ketukan pintu Manager itu terdengar kembali oleh Pria gemuk tersebut hingga Ia pun berkata dengan nada yang sangat kesal.


"Bukan kah aku sudah menyuruh mu pergi! Ada apa datang kemari lagi! Hari ini aku tidak ada waktu untuk menanggapi mu."

__ADS_1


"Hahahahahah.. Siapa yang sudah membuat Tuan Muda Budiman Cahya marah besar seperti ini.." Sosok pria muda masuk bersama dua wanita jadi jadian, hal itu membuat Budiman Cahya langsung tersentak kaget dan ketakutan yang amat dahsyat.


"Riz... Rizk.... Rizki Nasir! Apa yang kau lakukan di sini.." Tersirat rasa ketakutan dari perkataan yang di lontarkan oleh pria gemuk itu.


"Tidak ada. Hanya ingin melihat lihat Tuan Muda Budiman yang sedang bekerja keras. Dan aku membawa dua orang wanita kemari untuk menemani Tuan Muda Budiman Cahya.." Seringai licik di bibirnya terlihat jelas oleh pria gemuk.


"WANITA!


"Muachhhhh................! Kis dari jarak jauh di arahkan oleh dua wanita jadi jadian itu kepada Budiman Cahya, hingga dia langsung bergidik ngeri.


"Tidak.. Tidak perlu, kemarin malam aku sudah cukup bermain sampai pagi, sekarang aku sangat lemas dan tak bertenaga. Jenis seperti itu lebih baik Tuan Muda Ki yang menikmati nya sendiri.." Ucap Budiman Cahya penuh rasa ketakutan.


"Astaga, kenapa seleranya bisa berubah menjadi seperti itu.." Kata Hati pria gemuk.


"Hehehehe. Aku sangat yakin, dengan kemampuan Tuan Muda Budiman Cahya, satu malam pasti tidak ada apa apanya untuk mu.." Kata Rizki terkekeh jahat.


"Pasti sebentar lagi kau akan bersemangat Tuan Muda Budiman Cahya yang terhormat.." Sambung Rizki Nasir mengibaskan kedua tangannya.


"Apa maksudnya si brengsek ini......" Tunggu sebentar. Apa yang terjadi dengan tubuh ku, kenapa tiba tiba merasakan panas di sekujur tubuhku.." Batin nya bergejolak ada sesuatu yang tak akan terjadi dalam hidupnya.


"Tu... Tua... Tuan Muda Ki, kenapa kau tiba tiba mengunci pintu nya..?" Tanya Budiman Cahya terbata bata.


"Tuan Muda Budiman, pasti tidak ingin di saksikan secara langsung oleh para pegawai bukan..?" Kata Rizki Nasir tersenyum jahat di bibir nya.


"Hahaha.. Hahahahaha.." Tenang saja pintu nya sudah aku kunci dan satu satengah jam kedepan tidak akan ada orang yang masuk kemari.." Kata lagi Rizki.


Budiman Cahya mulai berkeringat dan hawa bir*ahi nya mulai melanda keseluruh tubuh nya, hal itu tampak terlihat oleh Rizki Nasir yang tersenyum penuh dengan kelicikan di bibirnya.


"KALIAN MAJULAH DAN PUASKAN TUAN MUDA ITU." Titah Rizki kepada dua wanita yang dia bawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2