Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
WOW DIA SANGAT KAYA


__ADS_3

"Minggir................ Minggir............... Minggir........"


Gadis kecil berdada montok berlari di ikuti oleh empat pria memakai jas dengan masing masing membawa tas besar.


"Hos..... Hos..... Hos......"


Deru nafas gadis kecil tak beraturan setelah sampai di hadapan Rizki Nasir seraya membungkuk untuk menstabilkan nafasnya. Hal serupa di lakukan oleh empat pria berjas yang datang bersama gadis kecil itu dan langsung menggubrakan barang bawaan nya ke tanah.


"Ini....... Yang kau butuhkan berandalan..." Kata gadis kecil itu keringat tampak terlihat di wajahnya akibat lari dari salah satu Bank yang di minta oleh Rizki Nasir.


Di kejauhan tampak seorang gadis yang berusia hampir sama dengan Kesya yang baru datang dengan membawa empat pria berdasi yang mereka tahu adalah para staf kantor perbankan, dengan sangat teliti dan terus merekam apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir dari awal hingga datangnya Kesya.


"Empat pria itu adalah pegawai bank. Apakah di dalam tas itu adalah uang..?" Gadis cantik memegang kamera pengintai bertanya tanya dalam hati dan penuh dengan rasa terkejut.


Xian yang tak jauh dari Rizki Nasir hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan apa yang di lihatnya, gadis kecil itu memberitahukan apa yang di minta oleh nya sudah berada di hadapannya. Hanya untuk kesenangan sesaat pria mesum itu membuang buang uang nya.


"DIA GILA.." Umpat Xian.


Rizki memberikan kode pada Kesya yang nafasnya sudah teratur, Kesya pun mengerti lalu membawa satu tas dari empat itu dan memberikan pada Rizki Nasir.. Fajar langsung mencibir nya.


"Bedebah miskin kau meminta gadis yang ku sukai untuk membawa beberapa tas. Hahaha itu kah yang kau punya untuk ganti rugi mobil mewah ku.."


"Sretttt......................"


Rizki mengacuhkan pertanyaan dari pemuda gemuk itu, Ia membuka tas yang di bawa oleh Kesya dengan senyuman sinis di arahkan pada Pajar yang tampak mengepal erat kedua tangannya.


"Bugh............."

__ADS_1


Tas itu ia jatuhkan ke tanah, setelah mengambil satu gepok uang berwarna merah."


"Buka mata mu lebar lebar." Rizki berjalan dua langkah menuju pemuda gemuk itu yang dari awal beranggapan tak mampu untuk mengganti rugi mobil yang dengan sengaja Ia rusak.


Setelah di hadapannya Rizki Nasir pun langsung melemparkan uang yang ada di tangan tepat kearah wajahnya dengan seringai licik di bibirnya.


"Ini adalah uang untuk ganti rugi ku.."


"Bukh........ "


Satu gepok uang tepat mengenai wajah Pajar yang terdiam dan tak percaya dengan apa yang telah di lihat dan di rasakan oleh nya.


Rizki Nasir belum puas dengan permainan, dia pemuda pendendam yang tak akan mudah melepaskan begitu saja orang yang di dendam nya itu. Dia lalu mengambil uang yang ada di dalam tas nya itu, bahkan bukan satu gepok yang dia bawa malahan sampai sepuluh gepok uang yang berada dalam tas.


"Buka mata mu lebar lebar untuk menghitung.." Kata Rizki mengelilingi pemuda gemuk itu seraya satu persatu yang gepokan Ia pukulkan keseluruh tubuh Pajar.


Seumur hidup baru kali ini merasakan penghinaan yang amat pedih, dan dalam hatinya tersimpan dendam yang tak akan reda sampai Rizki Nasir mati dengan keadaan tragis baru dendam itu akan hilang.


"Ini tiga ratus juta dan dua ratus ribu untuk uang tip mu.." Lemparan terakhir tepat mengenai wajah Pajar yang dari tadi hanya berdiam diri tak berani melawannya ketika Rizki terus menerus memukuli nya dengan menggunakan uang gepokan.


Para orang orang yang datang menyaksikan pertunjukan yang di berikan oleh Rizki Nasir, sungguh tak percaya dan ingin merasakan nya, bagaimana rasanya di pukuli oleh uang yang begitu banyak. Bahkan ketiga teman seasrama Kesya pun terheran heran dengan tingkah pemuda yang baru beberapa jam saja kenal melalui Kesya.


"WOW DIA SANGAT KAYA.." Kagum Riani pada Rizki Nasir.


"Wajarlah Riani dia sangat kaya, lagi pula dia Anggota keluarga Ki, uang segitu tidak ada apa apa nya.." Sahut Sacila menimpali ucapan dari temannya.


"Kak Rizki Nasir adalah pemuda idaman ku, berpura pura mengendarai sepeda ontel agar bisa di sebut miskin, padahal dia sangat kaya.." Fitri ikut berkomentar dan terang terangan memuji Rizki Nasir.

__ADS_1


"Berandalan mesum, itu pujian pujian dari mereka yang melihat mu melakukan ini semua, bener bener tak berotak, bagiku kau ini bener bener membuang buang uang hah..." Teriak Kesya tak mengerti dengan jalan pikiran nya pemuda yang pernah tinggal di rumahnya dan hati nya terpincut akan kedewasaan dan kemampuan nya itu.


Batas kesabaran yang di miliki oleh pemuda gemuk itu akhirnya membuncah setelah mendengar kata kata yang di lontarkan oleh para penonton yang mengelilingi area tempat dimana Rizki Nasir secara sesuka hatinya menghina dan merendahkan diri nya.


"Nyonya, polisi............." Teriak Pajar tatapan dan mukanya memerah menatap kearah Xian yang sedari tadi hanya menyaksikan apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.


"Lihat. Dia menghancurkan mobilku dan menghina ku.." Kata Pajar jari tangannya menunjuk kearah Rizki Nasir..


Xian pun lalu melangkah dengan kedua telinganya di tutup oleh kedua jari nya, telinga berdengung keras mendengar teriakan dari pemuda gemuk yang mengadu atas ulah Rizki Nasir.


"TAHAN DIA BEDEBAH MISKIN ITU.."


Xian langsung membuka kedua jari yang menutup telinganya, Ia berjalan kearah Rizki Nasir yang terlihat malas untuk menangani nya. Namun tugas dan kewajiban sebagai pengayom masyarakat hal yang utama yang harus dia lakukan.


"Kau dengar itu. Tuan Rizki Nasir, maka dengan itu aku harus membawa mu ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mu.."


"Benarkah? Dia baru saja bilang akan melepaskan ku. Ada banyak saksi lo yang melihat dan mendengarkan nya.." Jawab Rizki dengan santai serta gaya wajah tampannya Ia tunjukkan pada Xian, hal itu membuat Xian tampak kesal.


Tujuan Xian untuk membawa Rizki ke kantornya, untuk sekedar menyudahi apa yang terjadi sekarang, karna dia sendiri tahu jawabannya dan menjadi saksi bahwa pemuda gemuk itu telah berkata asal Rizki Nasir mengganti rugi mobil yang telah di rusaknya, dia akan melepaskan nya. Namun Rizki Nasir tidak peka dengan apa yang di ucapkan oleh Xian.


Rizki membalikkan badannya melangkah kearah orang orang yang sedari tadi melihat pertunjukan nya itu, dengan meregangkan kedua tangannya dia pun langsung berkata.."


"Kalian semua mendengar nya dengan jelas kan.."


Tak ada jawaban sama sekali dari orang orang yang ada di area itu, diam membisu walau bagaimana pun tetap apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir salah besar, jangan mentang-mentang dia mempunyai uang bisa seenaknya menindas pemuda gemuk itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2