Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
TENANG SAJA


__ADS_3

Hati nya bimbang, gelisah dan pikiran kacau saat ini, seorang wanita muda berdiri dengan wajah serius serta mata menatap tajam dari lantai paling atas gedung bertingkat itu melihat ke bawah, tampak seorang pemuda sedang mendorong sepeda ontel berjalan di keramaian kota sore itu.


Selangkah demi selangkah maju hingga sampai di sebuah kaca yang menjadi penghalang bangunan tinggi itu, pandangan tak lepas pada pemuda yang terlihat kecil oleh mata wanita itu karna jarak yang begitu jauh.


"Rizki Nasir apa yang telah terjadi padamu..?" Tanya wanita itu pada diri sendiri.


"Apa kau bener bener ingin membatalkan pernikahan kita?" Tanya lagi pada dirinya sendiri, Ia penuh kebingungan di dalam pikiran dan hatinya.


Hati nya tersentak kaget, seorang wanita yang sangat Ia tahu datang dan langsung menegurnya dari arah belakang.


"Manager kau tidak boleh terlalu memikirkan nya.."


Alicia langsung membalikkan badannya, ada rasa kesal pada wanita itu, namun Ia tak memikirkan nya.."


"Rizki Nasir tak baik untukmu. Kak Sandi pasti akan membuat mu bahagia. Walaupun saat ini dia sudah banyak berubah, tapi dia pasti tidak akan bisa merubah sifat aslinya yang seorang mata keranjang." Kata sektretaris Alicia mewanti wanti agar majikannya itu memikirkan sesuatu yang begitu besar itu.


"Atau mungkin saja akhir akhir ini dia melakukan ini semua hanya untuk bersenang-senang. Sebelum dia berubah pikiran kau harus segera memutuskan nya.." Sambung sekertaris yang telah lama bersama dengan Alicia dan jelas mengetahui apa yang selama ini di rasakan oleh majikannya atas ulah Rizki Nasir sebelum dia kembali lagi setelah menghilang selama hampir dua bulan.


Exfresi Alicia tak bergairah di lihat oleh sekretaris itu, apa arti sebuah saran yang Ia berikan untuk kebaikan majikannya, ketika orang yang di beri saran hanya bisa menunduk dan langsung membalikkan badannya kembali kearah semula untuk melihat pemuda yang masih setia mendorong sepeda ontel yang tak bernilai di mata nya.


"Terima Kasih masukan nya. Aku akan memikirkan nya matang matang.." Alicia berkata memberi jawaban untuk saran dari sekertaris, tapi pandangan nya tak lepas dari Rizki Nasir yang semakin terlihat kecil dari atas gedung kantor perusahaan.


Senja tinggal beberapa menit saja datang di kota Guanxi, seorang pemuda yang sedang mendorong sepeda ontel nya, tak menyadari bahwa Ia sedang di perhatikan dari atas gedung oleh wanita cantik yang mungkin beberapa hari lagi bukan siapa siapa nya pemuda tersebut.


Sesaat dia berhenti mendorong sepeda miliknya, mata menatap keatas, melihat Indah nya langit yang sudah berubah menjadi warna kekuningan bibirnya terucap tentang pemilik tubuhnya saat ini.

__ADS_1


"TENANG SAJA.!


"Aku pasti akan membantu mu dengan sekuat tenaga dan keluarga Ki pasti akan jatuh ke tangan mu."


Pemuda itu pun langsung mendorong lagi sepeda nya, setelah menatap Indah nya langit dan mengatakan kepada pemilik tubuh nya saat ini.


"Hei pemilik tubuh ini, hati tunangan mu seperti nya sedang bimbang. Aku takut kalau tidak bisa mempertahankan nya dan jatuh kedalam orang orang brengsek......" Rizki mulai menaiki sepeda ontel nya.


"Ini waktu nya untuk kembali menjadi........... DEWA OBAT.."


Ayunan sepeda semakin kencang, tujuannya adalah pusat kota yang penuh dengan lalu lalang orang orang untuk sekedar melepas rasa lelah akibat pusing nya pekerjaan.


Dua puluh menit berlalu, Rizki Nasir sudah sampai di lokasi yang menurut nya sangat cocok untuk beraksi menjadi Dewa Obat. Ia pun langsung mempersiapkan segala sesuatu nya, tampak orang orang yang sedang berlalu lalang di area pusat kota memperhatikan pemuda yang kini sudah selesai dengan apa yang di inginkan nya.


"Ya Tuhan apa ini." Kata seseorang sambil berjalan kearah pemuda yang duduk di kursi dengan angkuhnya kedua tangannya Ia sedekap serta kaca mata hitam menempel di mata nya.


"Jangan main main itu ilegal.." Seorang wanita memberi tahukan namun karna rasa penasaran Ia bersama orang orang yang berada di area itu mulai mengerumuni Rizki Nasir.


Ingin menjadi orang yang paling mempesona di kota ini? Aku dapat membantu mu.!


Ingin memilik tubuh yang sehat dan bugar? Aku dapat membantu mu.!


Ingin menjadi lebih kuat dan maskulin? Aku dapat membantu mu.!


Ingin cepat mendapatkan keturunan? Aku dapat membantu mu.!

__ADS_1


DEWA OBAT TERBAIK DI DUNIA.


Tampak sebuah slogan dengan kata kata yang begitu menarik terpampang jelas di samping kursi dimana Rizki Nasir sedang duduk santai menunggu kedatangan orang orang yang ingin berkonsultasi atau pun meminta pertolongan pada nya, sesuai tulisan yang tertera pada baligo di samping nya.


"Astaga hebat sekali slogan nya."


"Apa dia bener bener dapat melakukan nya."


"Kau ini dokter dari rumah sakit mana? Apa kau sudah mempunyai izin praktek?


Rentetan beberapa pertanyaan yang merendahkan pada Rizki Nasir Ia jawab dengan santai dan tak di masukan pada hati nya, walau bagaimana pun Ia memulai dengan semua ini pastilah tidak akan mudah di percayai oleh orang lain.


"Aku tidak termasuk di dalam rumah sakit mana pun, karena dengan kemampuan ku ini, aku bisa mendapatkan penghasilan yang tinggi. Walaupun tidak bergabung dengan rumah sakit.." Rizki berdiri dari duduknya menjawab beberapa pertanyaan dari para pengunjung yang memenuhi tempat itu.


"Bukan Dokter dari rumah sakit? Jangan jangan dia ini pasien rumah sakit jiwa yang kabur.." Kata pengunjung menghina secara terang-terangan pada Rizki Nasir.


"Sayang sekali jiwa nya terganggu, padahal dia masih sangat muda.." Timpal pengunjung lain membenarkan ucapan dari pengunjung yang menganggap Rizki Nasir gila.


"Hahahaha. Tidak akan ada orang yang mempercayai mu.." Jelas lelaki yang berdiri di hadapan Rizki Nasir memberitahu kan nya seraya tertawa terbahak bahak.


Rizki hanya tersenyum kecil saja, seraya berkata.." Aku tidak berharap kalian mempercayai ku! Tapi orang yang percaya padaku pasti akan menganggap ku sebagai barang berharga, sedangkan yang tidak tahu tentang ku pasti akan hanya akan menganggap ku seperti rumput liar yang tidak berguna.."


Adu argumen yang ada di pusat kota Guanxi, tak kunjung selesai di waktu itu, sehingga jalanan pun menjadi lenggang, sebuah mobil melaju santai, namun mobil itu langsung berhenti ketika seorang wanita yang duduk di samping nya, melihat dengan kedua matanya kearah keramaian tersebut.


Wanita cantik dengan memakai rok sampai ke lutut itu turun dari mobil nya dan menerobos masuk melewati orang orang yang berkumpul memutari area itu.

__ADS_1


"Permisi biarkan aku lewat.." Wanita cantik berusaha menerobos dan kini sudah berada di hadapan pemuda yang sedang angkuhnya berdiri dengan kaca mata hitam menempel di wajahnya.


Bersambung.


__ADS_2