Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
AHK DIREKTUR NANAK


__ADS_3

Satu unit mobil Porsche Carrera keluar dari halaman gedung bertingkat membelah jalanan di malam itu. Jalanan yang begitu lenggang di malam itu tak.ada halangan bagi pengendara mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi, karna di kejar nya waktu.


Tiga puluh menit berlalu mobil mewah itu pun sampah di area parkir, di sebuah hotel berbintang yanh ada di pusat kota Guangxi sebelah timur pusat perbelanjaan terbesar di negara itu.


Dua wanita yang tak jauh berbeda usia nya keluar dari mobil itu dan langsung berjalan menuju salah satu ruangan khusus yang sudah di atur oleh Direktur Nanak, pada agenda sebelum nya.


"Ceklek...."


Pintu terbuka dua pria setengah tua sedang duduk dengan di hadapannya beberapa botol minuman keras untuk menemani malam obrolan kerjasama itu.


"Direktur Nanak! Maaf aku datang terlambat.." Wanita berusia 24 tahun merendah diri karna kedatangan terlambat beberapa menit saja.


"Hahahaha.." Aku bisa mengerti Nona Alicia memang sangat sibuk. Ayo, ayo silahkan duduk Nona Alicia.." Titah Direktur Nanak mempersilahkan dengan tawa khas nya.


Wanita yang sudah memiliki tunangan tak berguna itu melangkah menuju kursi di ikuti oleh sekretaris nya dari belakang, sesampainya di situ, salah satu pria gemuk bangkit dari duduk nya dan langsung menggerakkan kursi nya kebelakang dan mempersilahkan Alicia untuk duduk.


"Silahkan duduk Nona Alicia.." Pria Gemuk itu tersenyum manis dan berniat untuk merangkul pundak nya, namun Alicia sigap bergeser dan berkata terbata bata.


"Beliau a... Ad... Adalah."


Direktur Nanak tersenyum manis dan memperkenalkan lelaki yang baru saja mempersilahkan untuk duduk pada Alicia.


"Beliau adalah Manager Dadam! Pak Dadam dua hari yang lalu baru di pindah tugas kan ke kantor cabang." Terang Nanak memberi penjelasan siapa lelaki tua itu pada Alicia.


Alicia hanya manggut saja dan tersenyum kearah lelaki tua yang sudah duduk di samping nya.

__ADS_1


"Hehehehe.. Nona Alicia memang sangat luar biasa! Kalau di bandingkan Nona Alicia dengan kami bener bener tidak ada apa apa nya.." Puji Manager Dadam seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Terima Kasih atas pujian anda. Saya bisa sampai sejauh ini juga berkat bantuan kucuran dana dari kantor tempat anda berdua menjabat.." Kata Alicia menyambut baik uluran tangan dari Pria gemuk itu tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


Namun hal itu membuat batin Alicia tersentak kaget, karna sedari tadi tangannya tidak di lepaskan oleh pria gemuk yang kini menjadi Manager di salah satu Bank tempat perusahaan milik Nasir meminjam dana.


"Manager..... Da.. Dad... Dadam, tangan.." Alicia terbata bata mencoba untuk melepaskan tangan nya.


"Ah! Maafkan saya! Saya memang sudah tidak muda lagi, jadi reaksi saya menjadi agak sedikit lamban.." Ucap Manager Dadam dan Alicia pun hanya tersenyum manis mendengar alasan yang di katakan oleh lelaki gemuk tua lagi.


"Tangan Nona Alicia sungguh sangat dan sangat halus sekali! saya seketika kehilangan kesadaran, harap memaklumi nya.........." Manager itu dengan terang terangan menunjukkan hal yang menjijikan di hadapan Alicia dengan menjilat tangan nya sendiri yang baru saja terlepas berjabat tangan. Hal itu membuat Alicia melihat nya tampak marah, namun pertemuan itu sangat penting bagi dirinya dan perusahaan nya itu, jadi exfresi amarah tingkat dewa pun tak di tunjukkan oleh Alicia terhadap Manager mesum tersebut.


"Sebaiknya kita bisa memesan makanan dulu. Kita bisa makan sambil mengobrol.." Kata Alicia untuk mempercepat pertemuan malam ini, melihat gelagat lelaki gemuk di samping nya, menandakan aura kelicikan di tubuhnya.


Otak Direktur Nanak mulai bekerja untuk memperlancar niat busuk nya bersama dengan sahabatnya, Lelaki Tua berumur yang menjadi Manager di salah satu Bank tempat Alicia meminjam dana untuk perusahaan mulai mencari alasan.


"Nona Muda, tolong abaikan perkataan dari hidung belang ini, bila kau mengusirku keluar, situasi nya akan menjadi sangat berbahaya.." Ucap hati sekretaris itu.


"Sekretaris ku sudah ku anggap seperti adikku sendiri, biarkan saja dia tetap berada di sini, untuk membantu kita menuangkan minuman.." Bela Alicia karna sudah mengetahui niat busuk mereka berdua.


"Kenapa Nona Alicia? Apakah anda tidak percaya pada kami berdua.?" Kalau sedikit kepercayaan itu tidak ada, mungkin tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi di antara kita.." Telak kata dari Direktur Nanak, membuat Alicia mati kutu dan tak berdaya untuk mempertahankan sekretaris agar tetap berada di ruangan ini.


"AHK..... DIREKTUR NANAK!


Panas dingin di rasakan oleh Alicia, karna mencoba untuk mempertahankan sekretaris nya, namun itu membuat pejabat bank tersebut tidak menyukainya dengan terpaksa dan tak bisa apa apa, Alicia hanya bisa menyuruh sekertaris itu untuk keluar dari ruangan privat tersebut.

__ADS_1


"Nona Muda Alicia.." Ucap Sekretaris itu berkeringat.


"KELUAR.!


Hanya satu kata keluar dari mulut Alicia, namun itu membuat dua lelaki gemuk yang mempunyai jabatan di perbankan tertawa bahagia dalam hatinya.


Sekertaris itu keluar dengan perasaan sedih dan pikiran nya berkecamuk memikirkan keselamatan majikannya yang akan di berdaya oleh dua lelaki tua hidung belang itu.


"Hahahahahahah.. Gangguan terbesar sudah berhasil di singkirkan.." Sorak Sorai Direktur Nanak dan Dadam di hati masing masing.


Setelah keluar nya sekretaris wanita buruan mereka berdua, pelayan restoran pun datang membawakan beberapa makanan yang sudah di pesan terlebih dahulu oleh mereka berdua.


Sambil menikmati beberapa hidangan makanan dan tampak beberapa botol minuman keras pun hadir di atas meja.


Direktur Nanak, langsung mengambil salah satu botol dan membukanya, lalu setelah tutup botol itu terbuka, dia menuangkan ke masing masing gelas kecil dan di berikan pada Alicia serta Manager Dadam untuk bersulang.


"Nona Alicia mari kita bersulang.." Kata Direktur Nanak seraya gelas nya di angkat keatas dan di jotosan pada gelas yang di angkat oleh Alicia dan Manager Dadam.


"Mari Direktur Nanak." Alicia langsung meneguk minuman yang berada di dalam gelas kecil tersebut,


Tampak raut muka kecewa di perlihatkan oleh dua pria gemuk itu pada Alicia yang notabene cara meminum arak nya tak selevel dengan dirinya.


"Nona Alicia, awal nya ku kira kau orang yang selalu bersungguh sungguh. Tapi ternyata kau bukan orang yang seperti itu.." Kata Nanak dengan exfresi wajah menahan rasa kecewa.


"Apa maksud anda Direktur Nanak..?" Tanya Alicia penasaran."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2