Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Budiman Cahya Datang menemui Alicia


__ADS_3

"Ayah.......... Ayah....... Ayah..........."


Gadis dingin mempunyai kemampuan beladiri dan dekengan keluarga itu berjalan seraya berteriak teriak memanggil manggil ayahnya.."


"Kreak.''


Pintu terbuka lelaki berusia 40 tahun duduk manis dengan di temani secangkir kopi, dengan setia menjaga sang ayah yang masih terbaring lemah tak berdaya di atas ranjang.


"Tangyi ada apa kau berteriak teriak..?" Tanya lelaki setelah gadis satu satu nya itu masuk dan berdiri di hadapannya.


Dr


"Ayah aku sudah bertemu dengan Rizki Nasir dan memberikan penawaran padaku dia bersedia menyembuhkan Kakek dengan tiga syarat dan uang sepuluh miliar.." Terang Tangyi menjelaskan pertemuan nya dengan sang Tabib Dewa.


"Sepuluh miliar itu tidak masalah bagi kita. Tapi tiga syarat yang belum di uraikan syarat syarat nya itu bernilai banyak bagi kita.." Kata lelaki yang sedang memegang gelas berisi kopi lalu menyeruput nya dengan sangat nikmat.


"Apa ada yang lain selain tiga syarat dan uang sepuluh miliar..?" Tanya Gultom sesaat seruputan kopi itu telah masuk kedalam tenggorokan nya.


"Tidak Ayah.." Singkat balas Tangyi.


Gultom lalu menyimpan gelas kopi itu, Ia bangkit dari duduknya berjalan kearah ranjang, tampak lelaki tua berkepala botak itu masih terbaring tak sadarkan diri, iba melihat nya.


"Bicara lah sama dia dan usahakan untuk melihat keaadaan Kakek mu. Dan coba kau tanyakan syarat apa saja yang di minta oleh Tabib Dewa itu.." Titah Gultom pada Tangyi anak nya, kalau bukan ulah nya mungkin saat ini sang Kakek sudah sedikit mendingan atau pun sudah sembuh.


"Baik Ayah.." Tangyi pun langsung membalikkan badannya dan pergi dari ruangan itu, tujuan utamanya menemui Rizki Nasir.


####


Sedangkan di tempat lain ujung timur kota Guangxi, masih waktu yang sama, hanya berbeda tempat, di salah satu gedung bertingkat, di dalam kantor perusahaan KIALICIA seorang sekertaris perusahaan berjalan tergesa gesa menuju ruangan Manager.


Pintu kantor Manager umum di buka oleh sekretaris berjalan kearah wanita muda yang duduk di kursi kebanggaan nya..

__ADS_1


"Manager umum. Tuan Budiman Cahya datang kesini.." Sekertaris itu memberi tahukan pada atasan nya setelah berada di hadapan meja Manager di perusahaan KIALICIA.


Wanita muda yang sedang menatap indah nya langit sore di kota Guanxi itu, lalu memutarkan kursinya.." Apa yang dia lakukan di sini.?


"Menjawab anda Manager.."


"Dia bilang di sini untuk bekerja sama dengan perusahaan ini.."


"Kerja sama? Itu konyol katakan padanya aku tidak ada.." Titah wanita yang menjabat Manager umum di perusahaan tersebut.


Ketika sekertaris akan menjawab dan berniat untuk keluar dari ruangan Manager, tiba tiba satu suara terdengar jelas di telinga mereka berdua.


"Nona Alicia. Hahahahaha.."


Seorang lelaki gemuk masuk berjalan dengan membawa bunga buket di tangan nya.." Kau menolak klien potensial yang tulus dan bersedia bekerjasama dengan dirimu. Tanpa ada syarat yang di minta oleh ku..?"


"Tuan Budiman Cahya, tidak kah kau tau tamu yang tak di undang itu menjijikan.." Jawab wanita yang bernama Alicia telak menunjukkan ketidaksukaan terhadap lelaki yang baru saja tiba membawa buket bunga.


"Tuan Budiman Cahya, tidak ada kesempatan kerja sama di antara kita. Bawa kembali bunga mu, para pegawai alergi dengan bunga yang di bawa oleh mu.."


Lagi dan lagi Alicia menunjukkan ketidaksukaan terhadap Budiman Cahya dengan kata kata yang menusuk ke dalam kalbunya, namun bagi Budiman itu tak berarti apa apa.


Budiman Cahya lalu berjalan kearah samping Alicia, meletakkan buket yang dia bawa di meja.."


Alicia tenanglah. Jangan menolak ku. Aku tahu perusahaan mu mengalami masalah belakangan ini. Aku bener bener ingin membantu mu.." Terang Budiman maksud tujuan nya datang ke perusahaan ini.


"Desi buang bunga itu jauh jauh dari hadapan ku.." Titah Alicia dengan nada tinggi pada sekertaris nya.


"Alicia........ Jangan keras kepala..." Geram Budiman Cahya, amarahnya sudah tak bisa di tahan lagi dengan apa yang di terima nya dari wanita yang duduk di kursi kebanggaan nya.


"Bagaimana kau tahu perusahaan ku sedang dalam masalah..?" Tanya Alicia sorot matanya tajam pada Budiman Cahya.

__ADS_1


Lelaki gemuk itu tersenyum manis, namun senyuman itu membuat Alicia ingin muntah di hadapan nya.."


"Yah. Tentu saja aku tahu itu. Menurut jaringan Intel ku. Aku adalah klien terbesar di perusahaan ini yang siap membantu. Jadi kau tak perlu menolak nya kan.." Budiman Cahya yakin dengan apa yang di bicarakan bahwa Alicia tak mungkin menolaknya.


"Yaa... Aku menganggap mu adalah klien terbesar untuk menyelamatkan perusahaan ini, tapi perlu kau tahu, tunangan ku, menganggap dirimu hanya sebuah sampah yang ada di jalanan berdebu..." Terang Alicia membuat Budiman Cahya tersentak kaget mendengarnya.


"TUNANGAN! MAKSUD MU RIZKI NASIR.." Budiman Cahya bener bener panik di buatnya.


"Bukan kah kau sudah memutuskan pertunangan mu dengan dia.? Tanya Budiman Cahya tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Alicia.


Alicia bersorak sorai di hati nya, dengan menyebutkan Rizki Nasir, lelaki gemuk di hadapan nya itu langsung pias ketakutan.."


"Kau banyak tahu sekali tentang ku, Apa kau mau melihat tunangan ku datang kesini, kalau mau aku akan meneleponnya dan kau boleh tunggu di ruangan tunggu menunggu kedatangan nya.." Ancam Alicia dengan senyuman sinis Ia tunjukkan pada Budiman Cahya.


"Alicia, kau menguji batas kesabaran ku. Tidak kah kau tahu apa yang ada di pikiranku saat ini..." Budiman Cahya menunjukkan amarahnya di hadapan Alicia.


"Desi antar dia keluar, jijik aku melihat muka serigala berbulu domba itu.." Teriak Alicia pada sekertaris untuk menyeret lelaki gemuk itu.


"Cuih.... Alicia, jangan salahkan aku, karena kau tidak bisa membedakan yang baik dari yang buruk. Aku akan membuat perusahaan mu bangkrut dan mulai sekarang aku akan menghancurkan mu.." Ancam Budiman Cahya, lalu pergi dengan perasaan yang sangat marah, bercampur benci.


"Hehehehe.... Jangan menganggap tinggi dirimu sendiri Tuan Budiman Cahya. Sampai jumpa.." Kata Alicia seraya terkekeh dan mengibaskan tangannya.


"Brakk............"


Pintu di tutup paksa oleh pria gemuk yang keluar dari ruangan Manager di perusahaan KIALICIA dengan exfresi wajah merah padam, tersirat penuh kebencian di hati nya.


Bawahan nya yang sedari tadi menunggu di luar dan mendengarkan pembicaraan antara majikannya yang berada di ruangan Manager itu buru buru menghampiri nya untuk meredakan amarahnya.


"Tuan Budiman, tenang lah. Kalau begitu yang dia inginkan. Kita juga bisa melakukan dengan cara lain.." Bawahan yang bernama Jahid itu memberikan saran dan masukan atas penghinaan dari Alicia terhadap atasan nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2