
Pria gemuk yang memperkenalkan nama dan jabatan sebagai Manager Dadam di salah satu kantor perbankan mengambil gelas yang baru saja selesai di pake oleh Alicia dan menunjukan pada Alicia seraya berkata.
"Coba kau lihat! Setelah bersulang, masih ada sisa arak di dalam gelas ini. Kau ini sedang menyalahi aturan benar bukan ucapan ku."
"Kita ini sedang meminum arak, bukan sedang menjilati arak.. Jadi wajar kalau ada sisa arak setetes dua tetes dalam gelas.." Protes Alicia dengan muka memerah karna tak biasa meminum arak.
"Jadi maksud mu, akulah yang sedang menyalahi aturan disini? Kalau begitu kerja sama kita ke depan nya." Manager Dadam itu menekan Alicia yang hanya membuat kesalahan kecil.
"Serrrrr........." Jantung Alicia berdetak kencang, lalu Ia buru buru berkata untuk menenangkan hati Manager Dadam yang sebenarnya hanya mencari alasan agar dirinya terus menerus meminum minuman keras.
"Maafkan saya. Saya sudah salah bicara, mohon jangan di masukan ke dalam hati. Baiklah saya akan menebus kesalahan itu dengan minum segelas." Kata Alicia, seraya mengambil botol minuman dan gelas untuk di tuangkan dan langsung di teguk oleh dirinya sendiri.
"Hahahaha.." Nona Alicia memang sangat cerdas.." Puji Direktur Nanak dan senyuman licik dari Manager Dadam.
Kini giliran Manager Dadam memutar otak licik nya seraya menatap ke seluruh tubuh wanita yang duduk di samping nya sambil menelan ludah karena melihat dua Gunung kembar yang menyembul ke depan.
"Nona Alicia mari kita bersulang lagi.." Kata Manager Dadam, tak membiarkan Alicia untuk berhenti minum, agar dia bisa mabuk dan mudah untuk di masukan obat perangsang ke dalam minuman nya.
"Baiklah, Manager Dadam.." Jawab Alicia dan langsung meminum lagi.."
"Direktur Nanak! Apakah batas waktu pembayaran hutang perusahaan kami bisa di perpanjang.." Sambung Alicia setelah Ia bersulang dengan Manager Dadam.
Pria gemuk dengan jabatan Direktur itu, tersenyum licik di bibirnya, pandangan mata nya menatap tajam keseluruh tubuh Alicia dan hatinya berkata penuh kelicikan."
__ADS_1
"Wanita ini sudah minum banyak sekali arak, dia seharusnya sudah mulai mabuk. Hehehehe kalau sudah mabuk begitu pasti dia akan sangat menggoda. P*enis ku sudah benar benar tak tahan untuk masuk ke dalam goa berlendir miliknya.."
"Asalkan Nona Alicia malam ini dapat menemani kami minum, soal perpanjangan batas waktu itu adalah masalah sepele.." Kata Direktur Nanak, seraya menggeser kan kursi nya dan merapatkan tubuhnya sambil menuangkan arak itu ke gelas yang di pegang oleh Alicia.
"Bagus sangat bagus, kalau begitu saya akan menyerahkan nya pada Direktur Nanak.." Alicia langsung meneguk arak yang di tuangkan oleh Pria gemuk tersebut.
Hampir satu jam lama nya dan sudah sepuluh botol minuman beralkohol tinggi habis di minum oleh mereka bertiga, tampak terlihat Alicia mulai oleng dan bicara nya sedikit ngawur akibat terlalu banyaknya minum minuman keras yang sengaja di kerjain oleh dua pria gemuk yang mempunyai jabatan tinggi di salah satu Bank tempat perusahaan nya meminjam dana.
"Nona Alicia mari kita minum segelas lagi.." Rayu Manager Dadam, Alicia hanya bisa mengangguk pelan dan langsung meneguknya.
"Aku sepertinya sudah mencapai batas. Aku tidak bisa minum lagi kalau minum lagi, aku pasti bener bener akan mabuk.." Alicia bangkit dari duduk nya dan meminta ijin untuk pergi ke kamar mandi karna sudah mencapai batasan nya.
"Maaf saya permisi untuk pergi sebentar ke toilet.." Alicia sempoyongan berjalan kearah keluar ruangan itu. Hal itu membuat dua pria gemuk itu tersenyum penuh kemenangan.
Sesampainya di toilet yang tak jauh dari ruangan yang sudah di pesan oleh dua Pria gemuk itu, Alicia pun langsung membasuh muka, tiba tiba sekretaris nya datang dan langsung berkata.
"Tidak apa apa, aku bisa membereskan nya.." Kukuh Alicia dengan pendirian nya itu.
"Kau ini bener bener membuat ku kesal dan kecewa. Baiklah aku akan menunggu mu di luar.." Kata sekretaris itu lalu keluar dari toilet meninggalkan majikan nya yang sedang membasuh mukanya berkali kali menghilang rasa pusing akibat banyak nya minum arak.
Alicia menatap wajah nya dalam dalam melalui kaca yang ada di dalam toilet tersebut, hati nya bergejolak dengan apa yang di lakukan nya selama ini.
"*Apakah yang kulakukan ini sebanding?" Aku melakukan ini semua demi seorang pria yang tidak berguna dan hanya tahu berfoya-foya.
__ADS_1
"Hanya demi lelaki yang sudah terikat dalam cincin tunangan. Bahkan dia tidak peduli kepadaku. Apa semua yang kulakukan ini sebanding.?"
"TIDAK! Walaupun perusahaan ini adalah milik Rizki Nasir lelaki brengsek dan tak berguna tapi aku lah yang mengembangkan dan menjalankan nya*.."
Peperangan antara batin dan pikiran nya terus saling menyerang di hati wanita yang kini akan masuk dalam liciknya dua pejabat bank yang ingin mencicipi tubuh Indah nya itu.
Alicia pun sudah selesai membasuh mukanya dan berniat kembali masuk kedalam ruangan itu, karna hampir sepuluh menit Ia berada dalam toilet.
"Bagaimana pun juga aku harus membereskan masalah ini, meskipun malam ini aku, harus sampai mabuk dan lambung ku bermasalah.." Ucap Hati Alicia seraya berjalan dan kembali ke ruangan itu.
"Maafkan saya sudah membuat anda berdua menunggu lama." Alicia membungkuk untuk memohon maaf pada mereka berdua.
Kedua pria gemuk itu menatap penuh dengan senyuman kelicikan dan Direktur Nanak memberi kode pada sahabat nya untuk melancarkan aksi final nya mendapatkan tubuh mulus Alicia yang saat ini sedang membungkuk hormat dan tak memperhatikan wajah mereka berdua.
"Aku akan mendiskusikan bersama Direktur Nanak tentang batas waktu pembayaran hutang perusahaan yang sedang kamu tangani saat ini. Bagaimana juga kau ini adalah seorang wanita yang sangat bertanggung jawab.." Kata Manager Dadam.
"Baiklah gelas ini adalah, gelas kita yang terakhir. Setelah ini kita tidak akan minum lagi.." Sambung Manager Dadam menyerahkan gelas berisi minuman yang sudah di kasih obat perangsang dosis tinggi.
Tak ada rasa curiga sedikit pun bagi Alicia, Ia pun langsung mengambil gelas berisi minuman keras yang di berikan oleh Manager tersebut.
"SUNGGUH! Terima Kasih anda berdua sudah memahami situasi saya, kalau begitu aku akan meminumnya sampai habis dan tak bersisa."
Alicia pun langsung meneguk habis minuman beralkohol itu, dan kedua Pria gemuk itu menatap sangat tajam seolah olah ingin segera memakan nya.
__ADS_1
"Karena kita sudah minum sebanyak ini. Kalau begitu mari kita mulai menyantap makanan ini. Pokoknya kita harus makan sampai kenyang.." Semangat Alicia setelah menghabiskan arak yang terkahir tanpa dia sadari bahaya sedang mengintai nya lewat tubuh yang sudah di masukan obat perangsang."
Bersambung.