
"Kuberi tahu kau sekali lagi. Aku Ini bukan Dokter dan aku tidak memiliki jiwa seorang Dokter, jadi aku juga tidak memiliki kewajiban untuk menyembuhkan mu." Rizki Nasir menoleh nya, lalu menggerakkan kaki yang di pegang sangat erat oleh Patrick hingga Patrick pun langsung terpental.
"Begh..................!
Rizki mengacuhkan Patrick yang jatuh cukup keras dan mulai melangkah kearah Xian, lalu dengan santai nya, Ia menggandeng pinggang Opsir wanita itu seraya berkata.
"Dokter Patrick aku malas meladeni mu! Xian ayo kita pergi." Rizki tersenyum sinis dan melangkah pergi dengan memeluk Opsir wanita cantik itu.
"Kenapa kau tidak membantu nya.?" Tanya Xian penasaran dan melepaskan tangan Rizki yang memeluk erat pinggang nya.
"Kenapa kau tidak membiarkan aku menyentuh pinggang mu?" Tanya balik Rizki Nasir.
"Tentu saja aku tidak ingin! Dasar kau mesum.." Teriak Xian dengan exfresi kesal pada Rizki.
"Kau sudah tahu jawabannya bukan? Karena aku tidak ingin menolong nya. Kalau aku selalu membantu setiap orang yang datang padaku. Aku pasti akan mati kelelahan bukan." Kata Rizki memberi alasan dan itu juga perkataan nya untuk di dengar oleh Patrick yang tak jauh dari mereka berdua berdiri.
Rizki dan Xian pun langsung pergi menuju mobil yang di parkir di halaman rumah sakit tersebut, sedangkan Patrik yang tadi mendengar perkataan dari Rizki Nasir, tak mau membantu nya, langsung marah dan memendam api dendam yang memuncak di seluruh tubuhnya itu.
"Rizki Nasir..." KAU TUNGGU PEMBALASAN KU.."
Patrick pergi dari tempat itu, menuju sebuah mobil yang tak jauh darinya, pikiran nya kini di selimuti oleh kebencian terhadap pemuda berjulukan Tabib Dewa.
Tiga puluh menit kini mobil mewah yang di kendarai oleh Patrick pun tiba di salah satu apartemen yang cukup megah di kota Guangxi.
Sang Dokter Muda pun langsung keluar dari mobil nya yang terparkir di lantai bawah gedung, menuju sebuah lift untuk naik ke lantai 49 di mana sang istri yang selalu setia menunggu kedatangan suaminya.
"Ting Tong..........."
Bel pun di pencet oleh Patrick setelah sampai di lantai 49 dan berdiri di pintu masuk, selang satu menit pintu pun terbuka dan Patrick dengan ciri khasnya langsung mencium kening Sang Istri.
__ADS_1
"Ayah kok pulang nya malam banget sih..?" Tanya Sang Istri setelah suaminya mencium kening nya itu.
"Iya Istri ku, pasien dari anaknya polisi itu mendadak kambuh penyakit nya, dengan terpaksa aku harus memeriksa kembali penyakit nya dan mengabarkan putrinya hingga aku harus menunggu kedatangan nya itu.." Jawab Patrick memberikan alasan pada istri nya itu.
"Ohk begitu, pasti suamiku capek banget ya... Bagaimana kalau aku memijit kamu suami ku tersayang.." Kata Sang istri sambil menggoda suaminya.
"Ummmmmmm... Itu yang aku inginkan Istri ku.. Ayo kita ke kamar.." Ajak Patrick.
Sang Istri berbisik manja pada suaminya.." Sayang aku mah ke kamar mandi dulu untuk membasuh goa rimbun ku agar semakin bergairah.."
"Jangan lama lama ya Istri ku.." Jawab Patrick bersemangat karna malam ini dia akan mengarungi samudera kenikmatan bersama sang Istri.
Istrinya lalu melangkah pergi ke kamar mandi, sedangkan Patrick sendiri langsung menuju dapur dan meminum satu butir obat kuat untuk memuaskan istri nya dalam pertempuran di atas ranjang.
"Malam ini tak ada cara lain buah Patrick, lagi dan lagi harus mengandalkan obat kuat untuk meladeni Istri, walaupun kekuatan hanya cukup 20 menit itu juga sudah tak sanggup lagi menahan lava yang akan mencebur dari tongkat pusaka nya itu.
Setelah kedua nya selesai dengan aktivitas nya masing masing, Pasangan suami istri yang baru beberapa bulan menikah itu susah berada di dalam kamarnya.
"Sayang kau baru beli baju yang bisa membuat suami mu ini betah di dalam kamar.." Puji Patrick.
"Iya suamiku. Baju ini merek terbaru di kota ini dan edisi nya terbatas, jadi aku membelinya agar kita selalu romantis dan juga sayang semakin bergairah ketika kita melakukan pertempuran di atas ranjang.." Terang sang Istri.
"Kau benar benar istri Solehah dan mengerti akan kebutuhan suami.." Patrick langsung berdiri dan membuka seluruh pakaian yang melekat di dalam tubuh nya.
Tampak tongkat komando yang di miliki oleh Patrick menjulang tinggi ke depan dengan sangat keras, membuat kedua mata Karmila istri dari Patrick menatap tanpa berkedip.
"Suami ku, kau sudah siap, bukan kah mau di pijit terlebih dahulu.." Wanita berusia 27 tahun itu melangkah menuju Patrick dan langsung mengepal tongkat komando milik suaminya dengan sangat lembut.
"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk................"
__ADS_1
Sentuhan dari sang istri membuat pusaka warisan semakin keras, dan reflex suara manja itu keluar dari mulut Patrick.
"Sebaiknya kita pemanasan dulu ya, sayang.." Manja Sang Istri lalu mendorong suaminya ke atas kasur sehingga tampak terlentang dengan tongkat yang menjulang tinggi keatas .
Sang Istri langsung perlahan lahan, memulai menapaki seluruh tubuh suaminya yang di mulai dari betis kaki nya dengan juluran lidah yang penuh dengan bira*hi, membuat Patrick menggeliat mirip cacing yang kepanasan.
"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk......"
"Uhkkkkkkkkkkkkkkkk....."
"Ohkkkk................"
"Istriku ahk.... Aku tak kuat, tolong segera tuntaskan semua ini dengan membiarkan tongkat pusaka milikku masuk kedalam goa indah mu itu.." Racau Patrick tak berdaya di buat nya walau pun Ia sudah meminum obat kuat yang di beli di apotik tempat dimana Ia bekerja di rumah sakit.
Rengekan dari sang suami yang seperti biasa dia terima di setiap malam, ketika akan memulai peperangan di atas ranjang, membuat mood sang istri begitu kecewa, karna keinginan nya tidak akan tercapai untuk kesekian kalinya.
"Aku keluarrrrrrrrrrrrrrrrrr..........."
"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk..............."
Patrick seketika berteriak, dia bener bener tak berdaya dengan apa yang di alami nya saat ini, belum juga tongkat itu masuk kedalam goa milik istrinya, lava dalam tongkat komando milik Patrick sudah menyembur deras muncrat pada wajah sang istri yang tampak terlihat raut kekecewaan malam ini.
"Uhkkk..................."
"Kenapa kamu lagi dan lagi keluar terlebih dahulu sebelum pusaka itu masuk kedalam goa ku.." Keluh Sang Istri, lalu turun dari ranjang nya dan pergi keluar kamar.
"Istriku maafkan aku... Ahhhhhhhh..... Rizki Nasir bajingan kau tidak mau mengobati ku..." Teriak Patrick, namun Istri nya terus melangkah pergi keluar dari kamarnya tanpa menoleh atau pun menjawab permintaan maaf dari suaminya.
"AHHHHHHHHHHH...." SIALAN." Kata Patrick prustasi dengan menjambak rambutnya sendir.."
__ADS_1
Sedangkan sang Istri yang telah keluar dari kamar nya langsung menuju kamar satu lagi dan mengunci nya, tak ada jalan lain hanya dengan memakai alat bantu se*k Ia bisa terpuaskan.
Bersambung.