
"Nama ku Fajaruddin. Apa anak muda bisa mengetahui masalah pada tubuh ku ini..?" Lelaki gendut yang di sangka oleh Rizki orang kaya itu berdiri di hadapan nya dan langsung bertanya pada intinya.
Di samping lelaki gendut yang memperkenalkan dirinya dan bertanya tentang sebuah penyakit yang ada di tubuhnya, tampak sosok lelaki paruh baya yang sangat berpengaruh di kota Guanxi dengan julukan Dokter itu berdiri mematung, bersama sang reporter Riani.
Sedangkan Rizki sendiri kedua tangannya sidekap dengan angkuh nya memperhatikan lelaki itu seraya tersenyum penuh dengan kelicikan untuk mendapatkan uang dari nya.
"Karena tubuhmu terlalu gemuk, kau kesulitan bergerak dan mudah lelah. Pinggang dan lutut mu cepat terasa lelah dan ginjal mu tidak berfungsi lebih baik..." Terang Rizki menjelaskan secara detail tentang penyakit yang di derita oleh lelaki gemuk itu, hingga lelaki gemuk itu tersentak kaget di buatnya.
"Semua nya memang benar! Kau adalah Dokter Dewa. Kau harus membantu ku." Mohon Fajaruddin pada Rizki Nasir seraya memegang kedua tangan nya.
"Ummmmmmmm.. Penyakit mu ini tidak terlalu parah, tapi biaya pengobatan nya............" Ucapan Rizki terhenti karna lelaki gemuk itu dengan angkuhnya berkata.
"Kau harus membantu ku, aku akan memberikan cek senilai 1 juta rupiah untuk biaya pengobatan nya.." Lelaki gemuk itu menyerahkan secarik cek pada Rizki, namun exfresi wajahnya terlihat kecewa.
"Ahk.... Hanya satu juta! Ternyata kau ini bukan orang kaya seperti dugaan ku. Sepuluh juta! Kalau kau keberatan dengan harga nya, silahkan pergi ke tempat lain." Kata Rizki, membuat lelaki gemuk itu terkejut.."
"SE... Sepu.... Sepuluh juta...." Kening lelaki itu berkerut di wajahnya terlihat keringat bercucuran dan kata kata nya terbata bata.
Fantastis nya harga yang di berikan oleh Rizki pada lelaki gemuk itu, yang membuatnya dirinya tersentak kaget juga di rasakan oleh para pengunjung yang berada di lingkaran itu, bahkan Riani yang notabene seorang reporter beranggapan bahwa itu harga yang sangat mahal dan mungkin lelaki gemuk itu akan menolak nya lalu pergi dari hadapan Rizki Nasir.
"Dasar pria mesum, tarif pengobatan mu terlalu mahal, saya yakin pasien pertama mu ini akan pergi dan tak mau berobat pada mu.." Senyum sinis dari Riani kepada Rizki Nasir.
Fajaruddin langsung mengeluarkan pensil yang di simpan di saku kemejanya dan menulis nominal yang di minta oleh Rizki Nasir.." Baiklah sepuluh juta akan kuberikan! Asal aku bisa sembuh, apa pun akan kulakukan.."
"Hahahahaha....... Aku sangat menyukai orang yang tidak banyak tawar menawar seperti mu.." Tawa lepas dari Rizki dengan exfresi yang begitu bahagia karna lelaki di hadapannya itu sangat kompeten dengan keinginan Rizki Nasir.
__ADS_1
Tabib Dewa itu langsung menulis resep obatnya dengan begitu semangat, senyum nya tak lepas dari bibirnya, karna begitu mudah nya mendapatkan uang yang lumayan tinggi.
"DONGWOOD. WOLFIORIA. EUCOMMIA. FRUCTUS. FENNELL. MORINDA. POLYGALA DAN SCHISANDRA, masing masing 30 gram.
Resep obat pun sudah di tulis oleh Rizki Nasir, lalu memberikan pada lelaki gemuk itu seraya menjelaskan cara merebus dan meminumnya.
"Kukus fruktus dengan arak dan rendam morinda dengan arak, atau kau bisa ke toko obat untuk meminta mereka membuat ramuan menjadi tablet, setiap tablet 10 gram.
"Setelah resep obat yang saya berikan itu menjadi tablet, minum dua kali sehari selama setengah bulan, tubuh mu akan terasa membaik.." Terang Rizki.
Dengan tangan gemetar menerima resep obat dan hati tak percaya sepenuhnya pada pemuda yang mengaku sebagai Dokter Dewa, namun lelaki gemuk itu tetap menerima secarik kertas tulisan obat itu seraya menoleh kearah Direktur Zink.
"Tidak ada yang salah dengan resep ini, kau bisa menggunakannya dan saya yakin apa yang di katakan oleh anak Muda Ki, benar semuanya.." Direktur Zink tersenyum kearah lelaki gemuk.
Tak ada rasa curiga bahwa pemuda di hadapannya itu menipu, karna pria yang sudah di akui di kota Guanxi sebagai Dokter senior telah mengakui bahwa resep yang di terima nya sangat manjur.
"Orang ini bener bener Dewa Obat.." Ucap hati Fajaruddin.
Wanita yang berdiri di samping Rizki Nasir, awal nya akan menduga bahwa Fajaruddin akan pergi dari hadapan Rizki karna biaya resep obat yang sangat mahal sekali, namun setelah melihat dan mendengar dengan kepalanya sendiri, lelaki gemuk itu menyanggupi harga tersebut tanpa ada rasa curiga bahwa resep itu bodong.
"Keterlaluan. Mudah sekali dia menghasilkan uang dengan begitu saja ia sudah mendapatkan sepuluh juta. Sedangkan aku yang bersusah payah bekerja menjadi reporter ini berlama lama mendapatkan uang senilai sepuluh juta.." Kata Riani iri dengan apa yang di dapatkan oleh Rizki Nasir.
Rizki yang menyadari akan tatapan dari reporter Riani, sesaat menoleh kearah wajah nya dan bertanya acuh.." Reporter Riani kau sekarang tahu kan, aku meminta mu membayar lima juta waktu itu adalah harga yang sangat murah.
"Bagaimana kondisi tubuh mu tubuh mu sekarang? Apakah sudah membaik..?" Tanya Rizki Nasir seraya tersenyum manis.
__ADS_1
"Huh! Hanya membaik sedikit.." Jelas Riani, berbohong karna rasa gengsi yang ada dalam tubuhnya, padahal dalam hati nya memuji kehebatan resep yang di berikan oleh Rizki Nasir.
#########
Sedangkan di waktu yang sama, namun berbeda tempat, tepatnya di salah satu kamar yang tampak indah dengan dekorasi kamar tersebut, terlihat seorang wanita berusia 24 tahun sedang telungkup dengan dua kaki naik keatas dan mata menatap ke layar laptop milik perempuan muda tersebut.
"Dia semakin lama semakin menarik. Dulu kenapa aku tidak menyadari kalau dia begitu hebat dalam pengobatan.." Perempuan muda itu berkata pada diri sendiri serta memuji tokoh yang ada di layar laptop itu.
"Direktur Zink mendatangi sang Dokter jalanan. Apakah dia bener bener seorang Dokter Dewa.
"Dokter Dewa jalanan membuka resep nya! Biaya ya pengobatan sebesar 10 juta rupiah.
"Biayaya pengobatan sebesar 10 juta siapa yang sanggup membayar nya?
"Apakah dokter jalanan itu memang bener bener hebat.
Tampak di layar laptop itu, tanggapan tanggapan negatif dan positif di lihat oleh perempuan muda seraya di baca berulang-ulang karna rasa kekaguman nya pada pemuda yang ada dalam layar laptop.
Alicia perempuan yang sedang melamun dan membayangkan sosok pemuda di dalam layar laptop seketika buyar hayalan nya ketika suara ponsel yang di simpan di samping nya, berdering hingga memekakkan telinga nya.
Dia menoleh kearah ponsel yang ada di samping diri nya. Namun Ia acuhkan menolak dengan hati untuk tidak mengangkat telepon itu.
Bersambung.
Mohon maaf Thor bila ada kata kata yang salah, karna sibuk nya di dunia nyata.
__ADS_1