
Sementara di sebelah barat tak jauh dari kantor perusahaan KIALICIA. Tampak bangunan tingkat tinggi layaknya sebuah apartemen terpampang jelas di area tersebut.
Di lantai atas, di sebuah kamar, seorang pemuda baru saja terbangun dengan badan yang segar dan tak ada rasa sakit sedikit pun akibat pukulan yang di lakukan Tangyi terhadap dirinya.
"Hoam....................!
"Setelah tidur pulas, akhir nya badanku sudah pulih.."
"Dasar jalan*g, jika suatu hari kau jatuh ke tanganku. Kau akan merasakan hidup segan mati pun mau.." Rizki langsung membuka gorden kaca dan seketika mata nya terbelalak melihat seorang wanita seksi yang sedang berjemur di bawah terik matahari.
"Seorang gadis cantik. Seksi, Payuda*Ra nya sempurna. Baru aku tahu ada gadis cantik yang tinggal di sebrang apartemen ku.." Gumam Rizki Nasir dalam hati.
Rizki berpikir keras ada gadis yang sangat cantik di sebrang apartemen, sayang sekali aku tak mempunyai teleskop.
Rizki langsung kembali kearah jendela, kini bola matanya seakan akan mau keluar, karna melihat bahwa gadis cantik itu kembar.
"ASTAGA MEREKA BERSAUDARA ITU ADALAH TIPE KU.." Rizki muka nya tampak terlihat memerah, di balik penderitaan semalam, mendapatkan kesenangan di pagi hari.
Salah satu dari gadis kembar itu menatap kearah Rizki, Rizki pun langsung bersembunyi dan berkata singkat. "Aduh aku ketahuan sama si dia, yang sedang berjemur.." Gumam Rizki.
Dua wanita kembar yang hanya memakai bikini dan celana berbentuk segitiga bermuda itu, menyadari sedang di intip oleh pemuda dari sebrang, bukan nya berlari masuk kedalam, bahkan dengan sengaja memperlihatkan seluruh tubuh nya dengan membuka bikini dan segitiga bermuda.
"Sial! Tidak ada yang pakai bikini di bawah jubah mandi. Apa kalian bercanda dengan ku.." Teriak Rizki seraya kedua tangannya memegang pusaka yang ada di balik celananya.
Rizki sudah tak tahan tongkat pusaka warisan terus menerus berdenyut-denyut ingin segera memuntahkan lava yang berada di di dalam celana nya. Rasa ngilu bercampur nikmat itu yang saat ini Rizki rasakan.
"Melihat reaksi lelaki yang sedang mengintip dari balik jendela kaca, dengan kedua tangannya masih memegang pusaka nya, dua gadis kembar yang sudah bertelanjang bulat itu, menunjukkan gaya erotis nya, hingga Rizki pun tak tahan lagi dengan apa yang di lakukan oleh dua gadis tersebut.
__ADS_1
"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk......................! Teriak Rizki seraya menunjukkan kejantanan nya pada dua gadis kembar itu hingga terlihat oleh Rizki dia gadis itu dengan sengaja memperlihatkan goa sigotaka miliknya yang di kelilingi dengan rumput rumput liar berwarna hitam.
"Sial! Akan ku tunjukkan pada mereka berdua, apa yang di sebut dengan pria sejati.." Rizki langsung bergegas turun dari ranjang dan memakai baju serta ****** ********, berlari kearah pintu keluar untuk menuju dua gadis kembar itu yang menantang secara terbuka.
"Braakkk..........."
Rizki membanting pintu sangat kasar berlari menuju apartemen sebelah berlari seraya mengumpat dengan kata kata kasar.
"Gadis bodoh, berani nya kau menggoda ku dan menghina ku! Tunggu di sana akan ku tunjukan apa yang selama ini ku miliki.."
"Ssssssssssssssss.............!
"Hmmmmmmmmpppphhh."
Pikiran nya bertanya tanya, lari nya melambat, berpapasan dengan wanita yang malam itu dia di pukuli. Rizki acuh enggan untuk menyapa nya, berjalan lambat dan gadis dingin itu membalikkan badannya lalu mengikuti Rizki Nasir.
Pesanan mie pun telah datang, Rizki langsung menyantap nya dengan lahap. Tangyi duduk di sampingnya kedua matanya tak lepas dari pandangan kearah Rizki, hingga Rizki pun jengah di buatnya.
"Kenapa kau mengikuti aku? Apa kau tidak tahu pria dan wanita memiliki perbedaan. Atau kau mencoba untuk merayuku? Menebus dosa mu dengan tubuh mu. Maaf aku tidak tertarik padamu.." Terang Rizki mencoba untuk membuat gadis dingin itu marah, karna Rizki saat ini mempunyai kekuatan yang ada di dalam kemejanya.
"Apa yang kau inginkan, aku akan lakukan untuk menyembuhkan Kakek ku.." Kata gadis dingin itu.
"Uhk............ Nafas Rizki di hempaskan dengan kasar."
"Terus kau terus menerus akan mengikuti ku, sebelum aku menyembuhkan bapak tua botak itu, apa itu maksud mu?" Tanya Rizki. Lalu beranjak dari kursi nya dan berlalu meninggalkan gadis dingin itu, sial bagi Nasir gadis itu masih mengikutinya.
"Gue kerjain tau rasa lo.." Otak nya memutar, sambil berjalan dan kini sudah berada di area toilet pria.
__ADS_1
Rizki tersenyum jahat di hati nya, Ia berpikir keras bahwa gadis itu tak mungkin mengikutinya masuk kedalam toilet.." Aku ingin buang air kecil sekarang, apa yang akan kau lakukan..?" Tanya Rizki.
Tangyi tampak menahan amarahnya, terlihat gigi nya menahan satu sama lain, hingga bergetar di seluruh bibirnya, namun hal yang paling utama adalah kesembuhan dari sang Kakek.
Kemana pun Rizki melangkahkan, Tangyi mengikuti nya sampai masuk kedalam kamar mandi untuk sekedar buang air kecil Tangyi mengikuti nya.
Resleting celana Rizki di buka, tongkat keras untuk mengeluarkan cairan kuning segera di kucurkan, gadis dingin itu berdiri di belakang nya.
"Aku mulai ini, membuka celana ku, ngomong ngomong kau berdiri di belakang mungkin akan mengotori baju mu. Jadi jangan salahkan aku.." Rizki mencoba memberitahukan seraya tangannya membuka perlahan lahan resleting celananya itu, tujuan nya jelas ingin mengetahui apa yang di lakukan oleh gadis dingin yang berdiri di belakangnya.
"Terus kenapa? Selama kau bersedia menyembuhkan kakekku, itu bukan apa apa buat ku! Apa kau ingin aku membuka celana mu..?" Tanya Tangyi yang membuat Rizki Nasir tertawa lepas seolah olah itu hanya bualan saja.
"Hahaha.... Hahaha......" Membantu ku! Apa kau serius? Yang benar saja.."
"Candaan mu itu, terlalu basi buat ku.." Rizki menoleh kearah Tangyi dengan senyuman sinis, lalu kembali lagi.
Tak dapat di percaya oleh Rizki Nasir, Tangyi berjalan lalu memeluknya dari belakang, tangan kanannya mulai merayap kearah resleting celananya untuk di buka secara perlahan lahan, tampak rasa nya sulit untuk di bayangkan oleh Rizki Nasir, belum di tambah lagi Kedua Gunung Kembar nya di tekan tepat pada punggung nya.
Apakah ini setimpal dengan apa yang di lakukan gadis itu semalam pada Rizki Nasir.. Harga dirinya di gadaikan untuk menebus kesalahannya karena telah memukuli orang yang akan menyembuhkan penyakit dari sang Kakek.
"Plakkkk........"
Rizki tersadar dari rasa nikmat yang di lakukan oleh Tangyi, ia buru buru menepis tangan nya, yang mungkin beberapa detik lagi pusaka nya dapat di genggam dengan mesra.
"Mencoba mengambil keuntungan dariku! Usaha yang bagus.."
Bersambung.
__ADS_1