Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
KELEK KATEMBONG


__ADS_3

Pemuda yang mempunyai julukan Tabib Dewa, semakin bersemangat dengan apa yang di dengar oleh suara manja dari Kesya.


Kedua tangan Rizki semakin bergerilya menyusuri seluruh Bukit Gunung Kembar, hingga mencapai puncak dan menemukan sebuah put*ing berwarna merah.


Put*ing itu segera di capit oleh jari nya, dan langsung di tekan keras hingga Kesya pun meringis penuh kenikmatan.


"Ahkk.........................."


"Ssssssssssssssssssss........"


Kesya mengerang penuh kenikmatan yang tiada tara, Rizki berpura pura bodoh, tak mengetahui apa yang di rasakan oleh gadis kecil itu untuk mengelabui perbuatan cabul nya.."


"Kenapa kamu berteriak begitu, apakah menahan rasa sakit.." Polos pertanyaan yang di berikan oleh Rizki Nasir, padahal dalam hati dia bersorak sorai.


"Entahlah....... Sakit tapi nikmat... Dan ada aliran cairan yang kental mengalir di bawah cel*ana da*lam ku." Jawab Kesya.. Hal itu membuat Rizki Nasir semakin bersemangat dengan apa yang di lakukan nya.


"Bocah kecil ini mungkin pertama kali buat kamu, kedepannya akan terbiasa.." Terang Rizki, menahan deru nafas yang memburunya,


Gairah dirinya mulai tersulut oleh api birahi, Rizki sendiri sudah tak tahan lagi, Ia sudah tak tahan lava miliknya akan segera menyembur dari pusaka miliknya yang masih tertahan dalam celana.


"Ahkkkkkkk......................"


"Ohhhhhhh......................"


"Ssssssssssssssssss........."


"Bera....... Berand......... Berandalan..............." Terus ahkkkkkkk.......!


Gadis kecil itu sudah bener bener tak bisa menahan kenikmatan yang di dapatkan oleh permainan tangan Rizki Nasir.....!

__ADS_1


Hal serupa yang di rasakan oleh Rizki Nasir sudah tak bisa di bendung lagi, pertahanan nya akan jebol, pusaka nya berkokok dan akan memuntahkan cairan lava panas membanjiri celananya.


"Ahkkkkkkkkkkkkkkkk........"


"Hep.............................."


"Bugh............................."


Kenikmatan itu sesaat redup di antara mereka berdua, Kesya tersentak kaget, refleks langsung meninju wajah Rizki Nasir, ketika pintu asrama di buka, tiga gadis teman kuliah Kesya masuk dan langsung terbelalak seraya tersenyum manis kearah mereka berdua.


"Ini tidak seperti yang kalian kira, jangan salah paham.." Kesya beranjak dari tidur nya, setelah pukulan keras kearah Rizki Nasir.


"Maaf permisi, silahkan lanjutkan lagi.." Ketiga gadis teman Kesya lalu beranjak pergi dan ingin menutup pintu asrama. Namun Kesya langsung mengejar nya.


"Percaya pada ku. Ini tidak seperti yang kalian kira! Tunggu hei kalian.." Kesya mengejar ketiga temannya.


Salah satu dari teman nya dapat tergapai oleh Kesya tangan nya.. Apa kau tahu mengapa payudara ku semakin besar..." Kesya menarik paksa teman nya.. Dua teman lain nya yang sudah menjauh lalu seketika berhenti dan membalikkan badannya lalu berjalan cepat kearah Kesya.


"Berapa kali pacar mu, meremas payudara mu hingga bisa sebesar ini..?" Tanya teman Kesya.


"Pacar mu itu sangat hebat ya, padahal liburan kamu itu hanya dua Minggu, tapi bentuk payudara mu sangat dan indah.." Teman satu lagi yang memakai kacamata memuji Rizki Nasir.


Kesya mundur dan langsung memegang kepala Rizki Nasir seraya berkata." Dia bukan pacar ku, tapi seorang Dokter yang tahu cara membesarkan kedua Gunung Kembar.."


Gadis kecil itu lalu membekap mulut Rizki Nasir dan meneruskan lagi perkataan nya.." Kalian lihat kan bagaimana sebelumnya Gunung Kembar ku, kecil setelah di kasih obat dan rema*san tangan dia maka dada ku jadi besar.


Ketiga teman Kesya, langsung berjalan kearah Rizki Nasir, mengacuhkan tatapan tajam dari Kesya, lalu jurus jurus penggoda pun di lancarkan oleh mereka bertiga.


"Bagaimana cara dia membuat kedua Gunung Kembar nya semakin besar selama liburan.. Aku juga ingin donk.." Gadis memakai kacamata hitam menggoda Rizki Nasir seraya kedua tangannya di tekan pada payudara dan di arahkan ke Rizki Nasir.

__ADS_1


"Dia sepertinya Dokter yang luar biasa.." Timpal gadis yang berdiri di samping temannya yang baru saja menggodanya, dia memperlihatkan bibir tipis nya, seraya jari nya di masukan ke dalam mulutnya.


"Dia Tampan, pasti mahal biaya nya.." Sahut gadis yang memakai pakaian lekbong, menunduk kearah Rizki yang terpejam matanya, karna menahan setiap godaan dari ketiga teman Kesya yang menggoda menggunakan postur tubuhnya.


"Astaga, perempuan jaman sekarang, sangat terbuka, sesuatu yang di inginkan, mereka tidak merasa takut akan kehilangan mahkota yang paling berharga sekalipun, yang penting keinginan nya tercapai.." Pikir Rizki Nasir dalam hati.


Entah mereka bertiga hanya bercanda, atau membuat Kesya marah, atau itu murni keinginan nya, ingin seperti Kesya yang banyak di puji sampai mendapatkan julukan gadis tercantik di kampus nya.. Hingga mengacuhkan perasaan Kesya yang dari tadi melihat ulah ketiga temannya menggoda Rizki Nasir.


"Hei........ Gunung Kembar punya kalian itu sudah besar bila kau meminta Dokter itu mengobati nya, maka Gunung Kembar kalian akan menjadi lebih besar dan orang lain pada takut.." Teriak Kesya.


"Hahaha...... Hahahaha....... Lihat...... Lihatlah, Kesya tampak terlihat cemburu.." Tawa teman nya yang hanya memakai pakaian LEKBONG.. KELEK KATEMBONG.


Rizki bangkit dari atas kasur, berdiri dengan angkuhnya dan memperkenalkan dirinya pada ketiga teman Cucu Kakek Kes.


"Kalian pasti teman sekelas nya Kesya kan. Aku salah satu kenalan Kesya. Senang bertemu dengan kalian. Aku Rizki Nasir.."


"Aku akan memanggilmu Kak Ki. Kak Ki boleh memanggil ku Riani. Dan mereka berdua Fitri yang memakai kacamata hitam dan yang memakai pakaian sedikit terbuka Kak Ki boleh memanggil nya, Sacila.." Salah satu dari ketiga gadis itu memperkenalkan dirinya.


Gadis yang bernama Sacila, melangkah ke hadapan Rizki Nasir, membungkuk, memperlihatkan keindahan Gunung Kembar yang hampir sama besar nya dengan Kesya.."


"Kak Ki........... Bagaimana cara nya memperbesar payudara setiap gadis, apakah memakai obat atau pun dengan pijatan khusus dari Kak Ki........" Kaos nya Ia coba longgarkan, tampak Rizki menelan ludah melihat dua buah yang sedang bergelantungan ingin rasanya nya buah itu di rem*as rem*as.


"Kalau Kak Ki.... Mau, bagaimana kalau kita bekerjasama membuat para gadis mempunyai payudara yang besar dan kita akan menghasilkan uang yang sangat banyak.. Selain mendapatkan uang yang banyak, Kak Ki juga bisa menikmati setiap keindahan Gunung Kembar setiap wanita yang ingin memperbesar payudara nya.." Ucapan dengan di sertai rayuan oleh Sacila pada Rizki Nasir untuk di pikirkan dan ucapan nya membuka peluang besar bagi Rizki Nasir mendapatkan uang.


"Apa yang di ucapkan oleh Sacila memang bener, perempuan tidak pernah ragu kalau masalah penampilan akan menjadi prioritas utama, tapi belum saat nya aku mulai bisnis sekarang sekarang. Aku akan memikirkan nya ucapan dari Sacila setelah aku mendapatkan uang yang cukup untuk membuka satu perusahaan.." Ucap hati Rizki.


Bukan Rizki Nasir saja yang mengacungi ide dari gadis yang usia nya baru 19 tahun itu, Kesya yang berdiri di belakang Rizki Nasir pun berpikir keras dan bertanya tanya dalam hati nya.


"Memperbesar payudara....... Menghasilkan uang... bener bener ide cemerlang.."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2