Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Bagaimana mungkin


__ADS_3

Harapan tidak sesuai dengan kenyataan, mungkin itu hal yang pantas di terima oleh wanita yang masih menjadi tunangan lelaki tak berguna. Ia ingin menghindar dari tunangannya agar tidak terjadi nya kesalahpahaman di antara Rizki dan Alicia, namun tuhan berkehendak lain.


"ALICIA.


"Jadi bagaimana keputusan mu?" Tegur Rizki Nasir, hingga mau tak mau Alicia pun membalikkan badannya dan exfresi wajahnya terlihat ketakutan.


Alicia hanya diam mematung tak berani mengeluarkan suara bingung dengan teguran yang di berikan oleh Rizki Nasir.


Exfresi wajah yang tertahan amarah tampak terlihat oleh Alicia dalam diri Rizki Nasir semakin memuncak ketika Sandi Hao yang berdiri di samping nya, mengeluarkan kata kata yang membuat hati Rizki Nasir semakin sakit.


"Keputusan apa? Apa kau tidak lihat kalau kita berdua sedang berkencan?" Tanya Sandi Hao seraya telunjuk jari nya mengarah pada atas dadanya.


Rizki menatap tajam pada Sandi Hao. Lalu Ia membalikkan badannya seraya berkata penuh dengan penekanan.." Nona Alicia, aku sama sekali tidak keberatan kalau kau bermesraan dengan pria lain, tapi kau tidak boleh lupa kalau saat ini kau masih menjadi tunangan ku."


"JADI TOLONG JANGAN KAU MENGABAIKAN BATASAN NYA OK.." Telak kata kata dari Rizki Nasir membuat Alicia semakin gemetaran.


Langkah kaki Rizki berhenti dan membalikkan badannya kearah Alicia yang sedang berkeringat di wajahnya seraya tangan kanannya memegang jantung yang berdetak kencang.


"Aku berharap besok kau sudah menandatangani surat pembatalan pernikahannya.." Kata Rizki lalu pergi menuju sepeda yang tak jauh dari mereka berdua.


"Bukan..... Ini bukan...... Seperti yang kau pikirkan...." Alicia berkata terbata bata menatap kepergian Rizki Nasir yang mungkin kecewa terhadap dirinya.


Setelah kepergian lelaki tak berguna itu, mod Alicia pun berubah total, dia langsung pergi meninggalkan Sandi yang berusaha bersikap manis dan berusaha untuk merayu Alicia untuk tidak memikirkan lelaki brengsek itu.

__ADS_1


Kata kata yang di keluarkan oleh Sandi menyudutkan serta menjelekkan Rizki Nasir, mod Alicia semakin buruk hingga Ia berlari sekuat tenaga kembali ke rumahnya, tanpa di antar oleh Sandi Hao.


"Bukan....... Ini bukan..... seperti yang kau pikirkan.... Hiks.... Hiks...." Alicia menangis dalam diam di kamar nya sendiri.


Sedangkan sang ibu dan ayahnya yang berada di ruangan bawah, melihat gelagat anaknya datang seorang diri tidak dengan Sandi Hao, semakin di buat penasaran apalagi melihat wajahnya dalam keadaan bersedih.


"Suami ku, putri kita baru saja pergi kenapa sudah pulang secepat ini? Dan dia seperti terlihat sangat tertekan.?" Tanya wanita setengah tua pada lelaki yang sedang menikmati secangkir kopi hitam.


"Aku tidak tahu, kau tanyakan langsung pada Alicia.." Lelaki tua bernama Fongsi itu pusing dengan sipat anaknya yang semenjak kedatangan Rizki Nasir kerumah nya membatalkan rencana pernikahan nya itu.


"Kenapa kau menyuruhku untuk bertanya? Jangan lupa dia juga putri mu hah.." Sang Istri tersulut emosi nya mendapat jawaban acuh dari suami nya.


Lelaki yang sedang memegang secangkir kopi hanya menghempaskan napas kasar nya. Ia bener bener bingung dengan berubah nya sipat dari anaknya itu.


"Aku tidak mengerti apa yang kurang dari Sandi Hao.? Dia jelas jelas lebih baik dari Rizki Nasir.." Sambung sang istri.


"Uhk.............. Yaa sudah lah, lebih baik kita tidur, pusing aku memikirkan anak itu yang pols pikir nya sulit untuk di mengerti oleh kita.." Wanita setengah tua itu berjalan menuju kamar nya, dan tak lama suaminya pun menyusul nya.


Malam pun telah berlalu, entah sampai pukul berapa Alicia menangis dalam diam, hingga Ia bangun dengan rasa kaget oleh suara alarm yang di selalu menemani nya tiap pagi.


Wanita berusia 24 tahun itu tampak terbangun seraya memijit mijit kening nya akibat pusing karna kurang nya tidur.


"Gawat, lagi lagi aku tidak bisa tidur........" Aku harus siap siap dan pergi ke kantor.." Alicia turun dari ranjang dan langsung melangkah kearah meja rias.

__ADS_1


Setelah di meja rias, Ia langsung mengambil tas dan membukanya,mencari sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya.


"HAH.." Exfresi di wajahnya tertekan penuh kecemasan apa yang dia cari tidak ada dalam tas nya itu.


"Tidak ada! Surat pembatalan pernikahan nya! Tidak ada. Padahal kemarin aku jelas jelas sudah memasukkan ke dalam tas.." Alicia di buat panik langsung mengeluarkan apa yang ada di dalam tas itu.


"BAGAIMANA MUNGKIN!


Hampir tiga puluh menit Ia mencari secarik kertas surat yang sangat berharga itu tak kunjung di temukan oleh nya, Ia pun langsung bergegas pergi menuju kantor, mungkin Ia lupa surat pembatalan pernikahan itu tersimpan dalam kantor.


"Bagaimana ini, aku sudah mencarinya di kantor juga tidak ketemu! Dimana aku menyimpan nya..?" Alicia terdiam mengingat ingat di otak dan hati nya itu tentang secarik kertas yang di berikan oleh Rizki Nasir.


Pikirannya buyar ketika pintu Manager di buka oleh sekertaris nya dan memberikan kabar pada Alicia dengan nada suara yang begitu riang.


"Manager, kabar baik! Ada bisnis yang baru.." Sekertaris itu buru buru melangkah kearah Alicia dan langsung memberikan kartu nama.


"Kiki Amalia.." Alicia panik setelah membaca kartu nama yang di berikan oleh sekretaris nya.


"Dia ingin bertemu dengan anda dan saat ini dia sedang menunggu di ruang tunggu.." Terang sekertaris itu memberitahukan pada majikannya.


"Hmmmmmmmmmmmm..." Baiklah silahkan dia masuk dan bisnis seperti apa yang akan di paparkan pada saya.." Titah Alicia penuh rasa penasaran dalam hatinya.


Wajar Alicia penuh rasa penasaran tentang tamu yang ingin berbisnis dengan perusahaan nya, karna nama yang tertera di kartu nama itu, masih saudara Rizki Nasir.

__ADS_1


"Siap Manager.." Sekertaris itu langsung beranjak pergi keluar menemui tamu yang akan bekerja sama dengan perusahaan dimana ia bekerja.


Bersambung.


__ADS_2