Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Mata Duitan


__ADS_3

"Ummmmmmmmm.."


Tangan dan kaki nya lumpuh. Gejala Bell.. S. Palsy. Tubuhnya tidak bertenaga, warna lidah nya biru keunguan, dan lapisan lidah nya sedikit berminyak....."


"Hmmmmmmmm Ini cukup parah..." Rizki Nasir memegang dagunya, berpura pura serius di hadapan yang mungkin anak atau cucu nya yang ada di ruangan kamar khusus.


"Mata seorang dokter ! Dia rupanya bener bener hebat.." Kagum lelaki kekar itu.


Lelaki kekar itu langsung memegang pundak Rizki Nasir dan berkata setelah Rizki Nasir membalikkan badannya.


"Hei, berapa persen kemungkinan dia bisa di sembuhkan.?


"Kalau rutin minum obat, dan di tambah dengan teknik pijatan khusus ku. Kemungkinan dapat di sembuhkan adalah tujuh puluh persen. Hmmmmmm... Hanya saja biaya pengobatan nya akan sangat mahal.." Rizki tersenyum licik, hingga lelaki tua yang sedang memperhatikan nya mengumpat pada Rizki Nasir.


"Di mulutnya hanya uang saja yang di bicarakan nya, apa dia tidak takut pada pasukan bersenjata di depan sana.." Pikir hati Direktur Zink


"Ini cek senilai 5 miliar rupiah.." Lelaki muda yang ada di samping Direktur Zink melangkah kearah Rizki.


"Dan masih ada hadiah yang lebih besar bila bener bener bisa menyembuhkan Ayah ku.." Lelaki kekar itu memberikan angin segar pada Rizki Nasir.


Mata duitan, itu cocok di berikan pada Rizki Nasir, ketika mendengar kata uang, ia menunjukkan semangat empat lima dan langsung berjalan kearah lelaki yang memberikan cek berharga itu.


"Hehehehe..... Aku sangat suka bekerjasama dengan orang orang yang tidak rewel. Berikan aku kertas dan pena.." Kata Rizki terkekeh seraya mengambil cek itu.


Pemuda yang usia nya di bawah Rizki Nasir langsung bergegas mempersiapkan apa yang di minta oleh Rizki Nasir, lalu tak lama kemudian pena dan kertas pun sudah di dapat kan.


Rizki Nasir tampak serius menulis sebuah resep untuk memulai pengobatan lelaki tua yang terbaring lemah di atas ranjang.

__ADS_1


Racik semua bahan ini dan bawakan aku sebuah handuk bersih.." Titah Rizki Nasir.


Semua bergerak cepat, Rizki Nasir di bantu dengan Direktur Zink langsung membuka setengah baju pasien, sementara anak dan cucu pasien itu langsung mempersiapkan apa yang di minta oleh Sang Tabib Dewa.


Dua jam kemudian resep obat yang di minta oleh Rizki Nasir sudah siap, mereka semua menatap kearah pasien tanpa berkedip sama sekali ketika Rizki mulai melakukan pijatan demi pijatan di area tubuh bagian perut.


"*Penyakit ini butuh tehnik pengobatan khusus.. Kedepannya pasti akan ada orang orang yang salah paham tentang cara pengobatan yang saya lakukan ini." Ucap hati Rizki seraya tangannya terus menerus tangannya bergerak ke satu titik ke titik lain.


"Lupakan saja, yang terpenting sekarang aku memijatnya terlebih dahulu, untuk kedepannya aku pikirkan nanti.." Ucap hati Rizki lagi*.


Hampir tiga puluh menit, akhirnya Rizki pun selesai pemijatan nya..." Hari ini sampai di sini dulu. Minum obat jangan lupa tiga kali sehari dan harus tepat waktu.


"Sebulan paling cepat, dan dua bulan paling lambat kondisi pasien akan segera membaik." Terang Rizki lalu melangkah keluar bersama dengan Direktur Zink.


Setelah keluar dari Mansion mewah milik salah satu keluarga yang berpengaruh di kota Guanxi, perasaan lega dan terpancar senang di wajah lelaki tua yang mempunyai jabatan Direktur di salah satu rumah sakit besar di kota itu.


"Tidak kusangka rumor nya akan tersebar begitu cepat. Cepat katakan apa mau mu..? Tanya Rizki Nasir.


"Hehehehe... Aku mempunyai seorang cucu yang sangat cantik. Dan dia adalah seorang pramugari, apa kau berminat menjadi suami cucu perempuan ku..?" Tanya Direktur Zink seraya terkekeh.


"Pramugari? Postur tubuhnya pasti bagus ya.." Tebak Rizki Nasir seraya membayangkan perempuan pramugari yang sedang tidur di ranjang.


Rizki langsung merangkul Direktur Zink untuk mencari perhatian nya, membayangkan perempuan yang profesi nya sebagai pramugari membuat pusaka yang ada di balik celana langsung bereaksi menjulang ke depan.


"Astaga, kau ini ternyata baik juga pak tua.." Kata Rizki jelas Ia ada mau nya.


"Saat Cucuku liburan. Aku akan mengajak mu untuk makan bersama di rumah ku. Nanti aku akan menjodohkan kalian berdua.." Direktur Zink mempunyai maksud lain dengan mengikat bocah di samping nya itu.

__ADS_1


Seringai licik di bibir Direktur Zink, hatinya penuh rencana untuk kedepannya.." Orang ini memiliki kemampuan yang sangat hebat. Aku tidak boleh melepaskan begitu saja.." Ucap hati Direktur Zink.


Mereka berdua berpisah dan kembali kepada tujuan nya masing-masing, langit mulai berubah kekuningan, senja pun datang dan waktu malam pun telah tiba, karna lelahnya aktivitas yang di lakukan oleh Rizki Nasir memijat dengan menggunakan tenaga luar maupun tenaga dalam, hingga Ia pun pules dengan tidurnya.


Tampak terlihat jelas pemuda yang hanya memakai celan*a da*lam dengan pusaka yang sangat tegak di dalam cela*na itu sedang di belai me"sra oleh empat gadis muda dengan wajah yang sangat cantik.


"Kakak Ki..........." Gadis Cantik dengan balutan busana tipis membelai wajah pemuda yang di panggil Kakak itu.."


"Kakak Ki........" Gadis satu nya lagi yang di pangku di sebelah kiri, dengan hanya memakai kacamata untuk membungkus Dua Gunung yang menyembul ke depan, asyik dengan tangan yang terus menerus mengge*rayangi leher putih pemuda tersebut.


Kedua wanita yang posisinya di pangku oleh pemuda yang bernama Rizki Nasir itu, sangat menikmati setiap sentuhan demi sentuhan dari dua gadis dalam genggaman nya.


Kesenangan yang di dapat, belum di tambah oleh dua gadis yang di depan mata, dengan sangat pelan pelan dua gadis itu membuka satu persatu pakaian yang melekat dalam tubuhnya hingga menyisakan kain yang berbentuk kacamata dan segitiga bermuda, Rizki pun langsung menelan ludah dalam dalam.


Kesenangan yang di alami oleh Rizki Nasir seketika buyar dan para gadis pun langsung menghilang begitu saja tanpa ada bayangan sedikit pun mendengar suara gedoran pintu sangat keras.


"Tok....... !


"Tok........!


"Tok........!


"Hei siapa yang tengah malam begini mengetuk pintu begitu keras." Rizki berteriak dan turun dari ranjang berjalan kearah pintu.


Amarahnya tingkat dewa, gagang pintu di buka dengan hempasan nafas kasar." Kembalikan mimpi indah bersama para wanita cantikku..." Teriak Rizki Nasir seraya membuka pintu.


Tak ada rasa malu sedikitpun di hati Rizki Nasir, ketika pintu di buka, seorang gadis memakai pakaian khusus angkatan laut berdiri dan menatap kearah Rizki Nasir yang hanya memakai celan*a dala*m saja.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2