
Jelas itu jurus penggoda, namun Rizki menganggap nya hanya sebuah lelucon saja, karna baginya ketiga gadis teman Kesya hanyalah para bocil yang masih kekanak-kanakan..
"Itu memerlukan pijatan spesial, tak akan berhasil hanya mengandalkan obat obatan saja. Dan perlu kalian tahu pemijatan yang saya lakukan perlu penekanan pada titik akupunktur, orang orang mungkin akan kesakitan dengan teknik yang kurang tepat. Jadi sulit untuk melakukan nya dengan baik.." Terang Rizki.
"Jadi Kak...............!
Ucapan dari Ariani terhenti, ketika melihat pintu ruangan itu terbuka. Rizki Nasir pun tersentak kaget dengan kedua mata nya seorang gadis cantik seusia Kesya dan ke-tiga temannya menghampiri dirinya.
Jelas mereka berempat Kesya, Ariani, Fitri dan Sacila mengetahui siapa gadis itu, dan mereka di buat panik sampai yang tadinya duduk langsung bangkit dari kursinya.
"KAKAK.......!
Langkah kaki semakin mendekat, ketiga teman Kesya terkejut, gadis yang berasal dari keluarga terpandang memanggil Rizki Nasir dengan sebutan Kakak.
"Ada apa? Kaget hati Ariani.
"Shintia Nasir memanggil Rizki Nasir Kakak.?" Sacila berpikir keras dan bertanya tanya dalam hati nya.
"Shintia Nasir bagian dari Keluarga Ki, berarti Rizki Nasir juga..." Mulut Fitri ternganga lalu menutup nya tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Rizki tak memberi muka sedikit pun pada gadis yang memanggil nya Kakak. Ia acuh seolah-olah kehadiran nya tidak di harapkan.." Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Rizki.
Sang Gadis kini berada di belakang Rizki Nasir dan tangannya memegang kursi yang di duduki oleh Rizki.." Aku tadi melihat mu. Apa kau keberatan kalau aku bergabung.?" Jawab Shintia.
"Tentu saja Iya! Jangan jadi perusak suasana.." Rizki Nasir tak memberi muka sedikit pun pada adiknya, Ia sangat angkuh dan kata kata nya begitu kasar.
Melihat wajah, sedih Shintia, gadis yang duduk di samping Rizki Nasir, buru buru berkata, walau bagaimana pun gadis yang berdiri di belakang Rizki Nasir adalah teman sekelas nya.
"Kenapa kau kasar sekali pada adik mu. BRENGSEK.." Geram Kesya.
__ADS_1
Lalu Kesya pun langsung berdiri dan menggeserkan kursinya sambil berkata pada Shintia. " Tidak! Tentu saja Tidak. Ayo duduk.."
"Uhk....... Ada apa? Katakan langsung padaku, jangan banyak basi basi.." Keluh Rizki Nasir pada Shintia.
"Kakak pulanglah, Orang Tua kita sangat ingin bertemu dengan mu, tidak semua anggota keluarga Ki adalah orang jahat." Kata Shintia berhenti sesaat lalu meneruskan perkataan nya lagi.
"Tidak peduli apa yang kau pikirkan. Kita tetap saudara kandung.." Kata Shintia telak mengenai ulu hati Rizki Nasir.
Hatinya begitu teriris dengan ucapan dari adiknya, namun ego mengalahkan pemikiran Rizki Nasir, hingga dengan lepas nya Ia berkata pada Shintia yang membuat gadis itu sungguh tak percaya dengan ucapan dari sang Kakak.
"Aku tak ada hubungan lagi dengan keluarga Ki.." Jawab Rizki.
"KAKAK.." Raut wajah kecewa di tunjukkan oleh Shintia dan terlihat jelas di mata Kesya beserta ketiga teman nya.
"Tinggalkan kami. Kami sedang makan." Usir Rizki membuat Shintia dan Kesya serta ketiga gadis yang duduk di kursi lainnya langsung tersentak kaget dengan ucapan Rizki Nasir.
Semua tak percaya dengan apa yang di lihat antara Rizki Nasir dan adiknya, ada kesenggangan di antara mereka berdua, hal serupa yang di pikirkan oleh Kesya, Ia bener bener tak percaya hubungan mereka seakan bukan adik kakak.
"Hah! Jadi dia pergi.." Kesya menatap iba pada Shintia, namun Ia enggan memberikan komentar pada Rizki Nasir tentang internal dalam keluarganya.
Ketika Shintia sudah pergi dan berada di dalam pintu keluar ruangan khusus restoran mewah itu, segerombolan orang yang di pimpin oleh pemuda gemuk datang.
"Kreat........." Pintu terbuka, Shintia tersentak kaget, melihat pemuda gemuk membawa empat temannya, dengan wajah bengis sambil berkata.
"Biar kulihat siapa yang berani mengundang gadis ku untuk makan di sini.."
"Kesya! Di mana Kesya ku.." Teriak pemuda gemuk seraya berdecak pinggang dengan angkuhnya.
Gadis Cucu dari Kakek Kes, itu menoleh kearah suara orang yang berteriak.. Ia melangkah menuju pintu masuk ruangan khusus restoran exlesusif.
__ADS_1
"Fajar berhenti bicara omong kosong. Jangan panggil aku seperti itu.." Sergah Kesya exfresi wajahnya menunjukkan sikap tak suka.
"Shintia Nasir juga ada di sini? Emmm... Kebetulan sekali.." Kata pemuda gemuk itu setelah masuk dan berteriak Ia melihat gadis cantik dari keluarga terpandang.
"Kesempatan langka bisa menyombongkan diri di hadapan dua primadona sekolah.." Seringai licik di hatinya.
Tak ada respon sedikit pun oleh Shintia yang berdiri tak jauh dari pemuda gemuk itu, pikiran nya berkecamuk dengan seribu pemikiran yang tak bisa di cerna, sedangkan Rizki Nasir sendiri hanya duduk di kursi tak beranjak atau pun menghampiri pemuda gemuk dengan bala bantuan nya yang datang mengganggu suasana makan nya bersama empat gadis tersebut.
"Kesya. Aku dengar kau di traktir makan, jadi aku buru buru memakai sepatu kulit mahal yang berharga 460 ribu rupiah dan mengendarai mobil mewah seharga 300 juta kesini.." Kata pemuda gemuk itu dengan kesombongan yang dia punya, namun Rizki masih diam tak menanggapi ucapan dari pemuda gemuk itu hingga membuatnya marah dan berteriak lancang seraya menunjuk kearah Rizki Nasir.
"SIAPA DIA? APA HUBUNGAN KALIAN BERDUA?
"Apa aku harus memberi tahumu..?" Tanya Kesya pada pria gemuk yang bernama Pajar itu.
Mendengar teriakkan dan adu argumen dengan gadis kecil yang sudah di anggap adik sendiri oleh Rizki Nasir.. Dengan angkuhnya Rizki pun berteriak memanggil pelayan untuk mengusir pemuda gemuk yang mencari keributan dengannya.
"Pelayan tolong tendang anjing ini keluar." Apa kita berada di restoran exlesusif.?" Kenapa ada anjing." Teriak Rizki Nasir hingga pemuda gemuk itu langsung tersulut emosinya dan berusaha untuk menghajar Rizki Nasir yang dengan angkuhnya duduk tak menoleh kearahnya.
"BRENGSEK KAU.."
Pemuda gemuk itu memberi kode pada keempat teman nya untuk memberi pelajaran terhadap Rizki Nasir, namun nyali nya langsung menciut ketika Shintia langsung menggertak nya.
"KELUAR...."
Shintia langsung memberi tatapan tajam pada Pajar lelaki gemuk itu dan keempat temannya pun mundur seketika, mereka berempat tak mau berurusan dengan gadis yang telah mengusir Pajar dengan kasar.
"Shintia membela dia, aku tidak bisa menyinggung keluarga Ki.." Batin pemuda gemuk bergejolak.
"Hmmmmmm... Tunggu dan lihatlah ketika kau keluar dari restoran ini.." Ancam pemuda gemuk itu, lalu keluar bersama temannya dengan perasaan jengkel.
__ADS_1
Bersambung.