Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
DASAR IDIOT


__ADS_3

Pagi telah datang seiring matahari mulai memancarkan kekuatan nya di seluruh Bumi, makhluk makhluk di Bumi saling bergembira menyambut datangnya pagi dengan senyuman manis.


Detik pun berganti menit dan menit pun telah berganti jam, kini tampak terlihat di dinding tembok jarum jam menunjukkan pukul 10 siang.


Di dalam ruangan VIP dimana seorang pemuda gendut yang masih terbaring dan belum di perbolehkan pulang oleh Sang Dokter yang merawatnya, menyambut baik dengan senyuman kedatangan dua orang kepercayaan nya itu, Tikno dan Jahid.


"Tuan Muda Budiman bagaimana kondisi nya saat ini.?" Ada berita bagus yang ingin kami sampai langsung pada anda.." Jahid salah satu dari anak buah kepercayaan manajer Cahya Group berjalan kearah pria gemuk yang duduk di atas ranjang.


"Berita bagus apa cepat katakan.." Pria gemuk itu antusias sekali mendengar Jahid datang dengan perasaan bahagia bersama Tikno.


"Cek yang Tuan Muda berikan pada Rizki Nasir tidak bisa di cairkan.." Terang Jahid senyum mengembang di bibirnya, hal serupa terlihat exfresi di bibir Tikno.


"Kau bilang cek itu tidak bisa di cairkan! Apakah kau serius.?" Tanya Pria gemuk terkejut namun dalam hatinya sangat bahagia sekali.


"Yaa kami serius! Cek itu telah robek menjadi serpihan, dia bahkan tak bisa mencairkan uang nya bahkan sepeserpun.." Terang Jahid tersenyum.


"Hahhahahaha. Hahahahaha.. Tiga miliar ku aman! Bagus! Sangat bagus sekali.." Senang hati pria gemuk itu setelah mendengar apa yang terjadi pada Rizki Nasir yang mencoba memeras waktu itu.


Kedua pengawal Manajer Cahya Group, mereka juga ikut tertawa setelah melihat majikan nya begitu bahagia.


"Dengan uang sebanyak tiga miliar itu aku bisa mengencani banyak wanita cantik! Untuk apa aku berikan pada nya.. Hehehehehe.." Kata Pria gemuk terkekeh.


"Benar juga Tuan Muda Budiman! Lalu bagaimana dengan Nona Muda Alicia..?" Tanya Jahid ingin tahu rencana majikan nya itu.


"Apa nya yang bagaimana? Tentu saja aku akan tetap mengejarnya, walau pun perkembangan nya sangat lamban.." Jawab Pria gemuk dengan kedua tangan nya di tempat kan dalam perutnya.

__ADS_1


Jahid mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam saku jasnya itu lalu melangkah kaki nya beberapa sambil terkekeh manis pada majikannya itu.


"Aku bisa membantu mu menambah kecepatan hanya dengan setetes obat ini saja.........."


"Plaakkk..." Idiot! Kau sama sekali tidak mengerti mengejar wanita itu yang paling penting keberhasilan nya." Pria gemuk itu menampar tangan Jahid hingga botol obat pembius itu jatuh dalam ranjang tempat Ia berbaring.


"Bughh..." Aku bisa saja menggunakan obat atau pun menggunakan uang pada nya! DASAR IDIOT."


Sepakan keras di arahkan pada Jahid oleh pria gemuk itu hingga Ia terpental dan jatuh ke lantai.


"Bajingan, brengsek, orang ini bener bener. Dulu kau sering menyuruh ku dan Tikno untuk menggunakan obat bius, namun kau sekarang berpura pura menjadi orang baik hah. Dasar otak mu tak waras.." Batin penuh kekesalan yang di tunjukkan oleh Jahid pada Pria gemuk yang menjadi majikan nya itu.


"Obat ini aku akan menyimpan nya terlebih dahulu, kalau sampai aku kehilangan kesabaran, aku baru akan menggunakan nya.." Kata Pria gemuk pada Jahid, lalu Ia menoleh pada Tikno yang sedari tadi tak ikut campur obrolan antara Jahid dan majikan nya.


"Bagaimana keadaan Alicia saat ini.?" Pria gemuk bertanya untuk mengalihkan exfresi ke pura puraan nya masalah obat yang di berikan oleh Jahid.


"Karena uang tiga miliar ku sudah kembali, aku bisa mempertimbangkan nya untuk meminjamkan kan uang pada nya."


"Ngomong ngomong, si sampah Rizki Nasir itu ada dimana? Dia bener bener licik aku harus segera membereskan nya.." Seringai licik di bibir pria gemuk itu seraya menatap botol obat yang sedang dia pegang di tangan nya.


"Anda jangan khawatir masalah si sampah itu, kami berdua akan segera menemukan nya dan langsung menghabisi nya.." Ucap mereka berdua bersamaan.


Tanpa mereka bertiga sadari setiap obrolan dan rencana pada Alicia serta Rizki Nasir untuk segera menemukan nya dan menghabisi nya, tiba tiba pintu ruangan VIP itu terbuka dan muncul seorang pemuda tampan dengan gaya angkuh nya berjalan sambil berkata, sehingga mereka bertiga pun terkejut.


"Kudengar ada seseorang yang mencari ku." Jadi aku datang kemari.." Rizki Nasir langsung melambaikan tangan sebelah kanannya ke arah Pria gemuk yang duduk di ranjang.

__ADS_1


"Ki....... Tuan Muda Ki..." Jahid dan Tikno mundur hingga jatuh di lantai sedangkan Budiman Cahya gemetaran tubuh nya.


"Brengsek! Kau masih berani datang kemari.." Geram Pria gemuk mengepalkan erat kedua telapak tangannya.


"Tuan Muda Budiman, kita adalah sahabat baik. Kita bisa bicara baik baik bukan.." Rizki Nasir menatap tajam kearah Pria gemuk yang sedang ketakutan dalam ranjang nya, lalu tak lama setelah itu tatapan nya beralih pada dua pria yang menjadi pengawal nya.


"Biarkan dua orang Anjing penjaga milikmu ini keluar sebentar.." Jelas Rizki Nasir tersenyum licik pada Tikno dan Jahid.


"Rizki Nasir......... Siapa yang kau maksud anjing penjaga hah.." Bentak Jahid tak terima dengan perkataan dari pemuda yang tiba tiba masuk itu.


"KELUAR!


Tatapan mata Rizki menyorot penuh aura membunuh yang tampak terlihat oleh Jahid dan Tikno.


"Bagaimana pun juga dia adalah Tuan Muda dari keluarga Ki, kita tidak boleh membuat masalah dengan dirinya. Ayo kita pergi.." Ajak Tikno mengingat sahabatnya.


"Klekk..."


Terdengar suara pintu tertutup oleh Rizki Nasir yang sedang berjalan semakin dekat kearah Pria gemuk yang tampak gemetaran di seluruh tubuhnya.


Budiman Cahya menyadari pemuda di hadapannya itu, bukan Rizki Nasir yang dahulu yang tak berguna, kini di hadapannya seorang pemuda yang memberikan ancaman nya itu bukan isapan jempol atau omongan belaka.


Dengan gaya angkuh dan sombong nya, kedua tangannya seperti biasa Rizki Nasir simpan dalam saku celananya itu, Ia berkata dengan senyuman jahat di bibirnya.


"Tuan Muda Budiman. Aku yakin kau sudah mendengar tentang apa yang terjadi pada cek yang kau berikan pada ku. Bisa kah tolong kau berikan lagi."

__ADS_1


"Tidak mungkin, aku sudah memberikan apa yang kau minta! Kau sendiri yang ceroboh dan merusak cek nya. Kau tidak bisa memintanya lagi pada ku. Apa kau tidak punya malu hah.." Tunjuk Budiman Cahya dengan amarah yang tertahan tahan.


Bersambung.


__ADS_2