Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Tuan Muda Keluarga Hao


__ADS_3

Awan putih kini mulai meredup di langit biru, tampak warna keemasan terlihat di atas kota Guanxi, senja pun kini telah datang, para aktivitas orang orang mulai keluar dari gedung gedung bertingkat, untuk pergi menuju tempat peristirahatan atau pun mencari dunia malam dengan kesenangan sendiri sendiri.


Begitu juga dengan seorang wanita muda dengan memakai pakaian kebanggaan nya, turun dari mobil miliknya dan mulai melangkah masuk ke bangunan yang cukup megah di pinggiran kota Guangxi.


"Klekk.!


Pintu dibuka dari luar, wanita cantik itu masuk dengan exfresi wajah di tekuk ke bawah, tak ada senyuman di bibirnya, yang ada hanya rasa kecewa dan kesal hati nya pada lelaki yang telah tiga tahun tak bertemu.


"Alicia kau sudah pulang.." Wanita setengah tua menoleh kearah pintu seraya tersenyum manis.


"Ahk. Bener juga tadi pukul 03:00 sore hari Sandi datang kemari, Apa dia sudah menghubungi mu.." Sambung wanita tua yang tak lain Ibu kandung Alicia.


Alicia berjalan tertunduk, Ia sangat enek hati nya mendengar nama Sandi... Melewati sang Ibu yang sedang merapikan bunga untuk di taro di atas meja."


"Aku mau mandi." Alicia pergi mengacuhkan pertanyaan dari sang Ibu.


"Ada apa dengan nya, dia terlihat sedih. Apa jangan jangan Rizki Nasir mengganggu nya lagi? Alicia seharusnya bahagia Sandi sudah pulang dari luar negeri.." Kata ibu nya menatap langkah kaki Alicia yang berjalan tertunduk.


"Aku juga tidak tahu, biarkan dia memenangkan diri dulu.." Sahut lelaki tua yang duduk di sofa tamu dan membantu menyimpan bunga yang sudah di dekorasi oleh sang istri.


Sementara Alicia yang sudah masuk ke kamarnya, Ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya. Di atas balkon kamar mandi, Alicia berpikir keras tanpa busana, dengan tubuh di lumuri sabun yang berbusa hingga seluruh tubuh mulus nya itu tertutup busa sabun.


"Kak Sandi memang benar! Dari dulu aku memang selalu ingin mengakhiri hubungan ku dengan nya. Tapi kenapa hati ku bisa menolak Kak Sandi? Ada apa dengan ku.."


"Apa aku telah jatuh cinta pada Rizki Nasir.?"

__ADS_1


"Tidak! Ini tidak mungkin! Tidak mungkin jatuh cinta pada pria mata keranjang seperti Rizki Nasir itu.


Pergulatan antara hati dan pikiran nya itu, hingga hampir dua jam Ia habiskan di dalam kamar mandi, mencari siapa pemenang nya, apakah hati atau otak..''


Hati di tubuh Alicia berontak, bahwa apa yang terjadi pada Rizki Nasir sudah berubah dan sipat sipat yang tercelanya sudah di tinggalkan oleh nya.. Namun otak yang bercabang di dalam kepala Alicia, belum sepenuhnya percaya bahwa Rizki Nasir itu sudah berubah, mungkin dia akan kembali lagi pada dimana dia tahu nya pergi ke bar atau pun klub malam menghabiskan waktu nya bersama para wanita jablay.


Hingga tanpa di sadari oleh Alicia, Ia terlelap dalam balutan handuk yang hanya melilit setengah badannya dan menyadari bahwa selama satu malam Ia bener bener memikirkan Rizki Nasir, hingga waktu bangun pun masih terasa berat.


Alicia buru buru pergi ke kamar mandi dan saat ini dalam otak nya akan pokus terlebih dahulu dalam pekerjaan, apalagi kemarin perusahaan milik Rizki Nasir mendapatkan kucuran dana yang sangat pantastis dari Direktur Elih, itu juga berkat Rizki Nasir.


Tanpa pamit kepada kedua orang tua nya, atau pun sarapan pagi, Alicia langsung keluar dari rumahnya dan melangkah pergi menuju sebuah mobil, karna di kejar nya waktu.


"Uhk karena semalam aku memikirkan si brengsek Rizki Nasir dan ungkapan perasaan cinta Kak Sandi, jadi mata ku ini masih lelah dan ingin rasa nya tidur kembali.." Gumam Alicia seraya berjalan masuk kearah kantor tempat Ia membangun perusahaan milik tunangan nya itu.


"Kak Sandi apa yang kau lakukan di sini..?" Tegur Alicia jelas Ia merasa kaget di buatnya.


"Ini untuk mu.." Lelaki itu memberikan buket bunga yang sangat Indah.


"Apa siang ini kau ada waktu untuk makan bersama ku.." Sambung lelaki itu berusaha untuk menggenggam tangan Alicia yang tampak terlihat menolak tangan nya, namun Sandi bersikeras memaksa Alicia untuk menerima buket dan tangan nya di pegang.


"Hei kalian, pagi pagi begini! Apa yang sedang kalian lakukan! Apa kalian tidak malu para pegawai perusahaan ini sedang menonton kalian berdua." Seorang lelaki dengan santai nya, mendorong sepeda miliknya melangkah menuju Alicia dan Sandi yang tampak begitu mesra.


"Hehehehe.. Apa kedatangan ku, mengganggu kalian berdua.." Sambung lelaki itu sambil terkekeh dan kini posisi nya berada tak jauh dari mereka berdua.


Alicia berdebar kencang jantung nya, dalam pikiran berkelut bahwa apa yang di lihat oleh Rizki Nasir, tak seperti yang di pikirkan nya itu.

__ADS_1


"AKU!


Jelas ucapan menandakan rasa bersalah, padahal ini hanya salah paham.." Pikir Alicia.


Sedangkan Sandi sendiri langsung berjalan cepat kearah Rizki Nasir, tampak wajahnya penuh dengan amarah yang dia tahan.." Tuan Ki aku harus bicara dengan mu.."


"Apa kau tahu dia ini siapa..?" Senyuman kepalsuan di tunjukkan pada lelaki yang mencoba untuk merayu tunangannya.


"Sialan berani nya dia menggoda tunangan ku! Setidaknya dia kan bisa menunggu terlebih dahulu, setelah Alicia menandatangani pembatalan pernikahan dan perusahaan nya itu.." Batin hati Rizki penuh kebencian terhadap lelaki yang di hadapannya itu


"Memang nya kenapa! Apa kau sadar kalau kau ini adalah tunangannya. Apa yang telah kau lakukan selama setahun ini? Apa kau merasa pantas menjadi tunangan nya hah.." Bentak Sandi seraya menunjuk nunjuk dengan angkuhnya pada Rizki Nasir.


Wajah Rizki tertunduk, nafasnya memburu Ia hentakkan dengan sangat kasar.." Masalah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu, jadi tidak perlu menceramahi ku." Kata Rizki sorot matanya tajam.


"Siapa kau ini? kau tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah aku dan Alicia.." Sambung Rizki baru di sadari olehnya lelaki yang memberi buket bunga pada tunangannya belum mengetahui siapa dan dari mana.


"Aku Sandi Hao. Memang tidak berhak untuk ikut campur, tapi aku punya hak untuk mengejar dan mendapatkan nya.." Lelaki itu memperkenalkan dirinya dari keluarga Hao.


"Kalau kau memang seorang pria sejati, biarkan lah dia mengejar kebahagiaan nya sendiri.." Sandi Hao, berkata lagi agar Rizki Nasir, mau melepaskan wanita yang menjadi incaran nya.


Rizki Nasir tertawa terbahak bahak dalam hati.. Lelaki di depannya itu, belum mengetahui apa yang baru kemarin terjadi antara aku dan Alicia.


"Hmmmmmmmmm'' Tuan Muda dari Keluarga Hao.." Gumam Rizki dalam hati.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2