Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
TIGA DUA SATU


__ADS_3

"Gadis kecil kau cantik juga rupanya. Kalau aku tidak sibuk aku pasti akan mengajak mu bermain di kamar hotel.." Ucap Pria botak itu seraya mencengkram lehernya.


"Plaakkk...................!


Tiba tiba tangan pria botak itu terlepas dari leher gadis kecil, pria botak terkejut seketika setelah mengetahui siapa yang memukul tangannya itu.


"Maafkan aku sobat, gadis ini aku menginginkan nya.." Rizki menahan dengan tangan kirinya tangan pria botak itu sedangkan tangan kanannya langsung menarik paksa gadis itu untuk memeluknya.


"Hahahahah. Sobat apa yang kau lakukan.." Tandas pria botak itu sambil tertawa.


"Gadis ini aku menginginkan nya hanya itu saja.." Jawab Rizki santai.


"Kenapa! Kau ingin menjadi seorang pahlawan yang melindungi Tuan putri nya?" Tanya Pria botak itu, mulai tersulut emosi nya.


"Mendapatkan wanita hanya lah kerja sampingan. Saat masuk tadi aku sudah mengatakan nya kan! Aku akan membereskan kalian.." Kata Rizki dengan aura gila yang merasuki seluruh tubuhnya.


Pria gemuk itu mundur dua langkah, kini pistol yang Ia pegang mulai di arahkan pada Rizki, gadis cantik yang kini sedang dalam dekapan Rizki sangat ketakutan.


"Kau tak usah takut sayang, lihatlah apa yang terjadi.." Kata Rizki bersuara pelan namun terdengar oleh pria gemuk.


"Hahahaha... Hahahaha... Hahahaha......"


Tiba tiba salah satu kawanan perampok itu tertawa terbahak bahak, mirip orang gila dengan berjalan mondar mandir seperti monyet yang sedang melakukan aksi nya menjadi DOGER MONYET.


"Coming, kamu kenapa?" Salah satu temannya yang berdiri tak jauh dari pimpinan nya itu bertanya karna tiba tiba temannya itu seperti orang gila.


Belum lagi mendapatkan jawaban dari Coming.. Salah satu temannya lagi mulai meracau tak beraturan pada temannya hingga membuat teman nya tersinggung dan berkelahi satu sama lain.


"Huhuhuhu... Ayah kenapa kau ingin membunuh adikku Agus! Apa karena dia rakus makan nya, kalau karena di rakus apa salah nya tinggal taburi aja garam sebanyak mungkin Ayah.." Kata anak buah pria botak itu kepada temannya yang berdiri dihadapan nya, sehingga terjadi perkelahian sesama perampok.

__ADS_1


Semua para sandera yang tadi nya berlutut ketakutan kini tampak terlihat kedua matanya melotot dan mulutnya menganga lebar lebar, apa yang di lihat nya, sungguh di luar nalar.


Rizki tersenyum sinis, mata nya menatap kearah tiga penjahat yang belum bereaksi dan kemungkinan beberapa detik lagi akan menjadi lebih gila dari para bawahan nya itu.


"TIGA DUA SATU MULAI."


Rizki berteriak seraya menunjuk ke salah satu bawahan perampok itu yang berdiri dan di buat diam tak berkutik dengan apa yang terjadi kepada teman temannya.


Dia pun langsung bersujud di hadapan pot bunga yang ada di sekitar nya sambil berkata dengan nada terisak Isak dan tangan yang memegang pistol dia arahkan kepada tanaman yang ada di pot itu.


"Katakan kenapa kau selingkuh hah! Selain aku kurang tampan, tidak punya uang dan aku suka berjudi. Apa itu yang membuat mu selingkuh dengan si brengsek.?" Hiks.... Hiks.... Hiks... Tolong katakan pada ku.." Kata perampok itu bertanya pada pot tanaman.


Sedangkan pria satu lagi hanya bisa menangis deras air matanya membasahi setiap pipi nya." Apa yang sebenarnya terjadi dengan teman temanku, kenapa bisa menjadi seperti ini.."


"Hei...... Inspektur Budiono dan Opsir wanita gila, saat nya untuk masuk.. Jangan khawatir dengan pria botak ini tinggal menghitung detik saja dia akan sama seperti yang lainnya.." Teriak Rizki seraya kedua matanya menatap kearah cctv yang terpasang di area Bank tersebut.


Setelah Rizki berkata begitu, apa yang di lihat oleh para sandera dan wanita cantik yang masih betah dalam pelukan Rizki Nasir pun melihat Pria botak itu langsung mengambil sebuah pot tanaman dan mencabut tanaman nya itu lalu di pasangkan pada kepala nya yang botak sambil berlari bolak balik.


Pria botak itu terus menerus berkata seperti itu sambil berlari lari kesana kesini, bener bener sudah menjadi gila.."


"Ada apa dengan mereka! Apa kau yang melakukan nya.?" Tanya Nani penasaran dengan semua ini.


"Bagaimana?" Aku keren kan." Jawab Rizki penuh kesombongan.


"Uhk..................." Dengus Nani, namun tak bisa di pungkiri apa yang terjadi saat ini dan semua perampok itu mirip seperti orang gila, membuat dirinya takjub kepada Rizki Nasir.


Tak lama kemudian, para polisi pun masuk dan langsung melakukan pembersihan, Rizki Nasir bersama dengan Nani di bawa menuju kantor kepolisian untuk di mintai keterangan sebagai saksi perampokan GAGAL itu. Sedangkan Tuan Dede langsung di larikan kepada pihak rumah sakit akibat cedera yang di pukuli secara membabi buta oleh Rizki Nasir.


##

__ADS_1


Ruang Interogasi.!


"Ceklek......


Pintu terbuka, muncul seorang wanita memakai pakaian kebanggaan nya dan langsung menatap kearah Rizki Nasir dengan tatapan yang tak suka dengan gaya angkuhnya yang di tunjukkan kepada dirinya itu.


"Brengsek! Apa sikap mu ini pantas untuk di interogasi hah." Bentak Opsir wanita seraya menunjuk kearah Rizki.


"Cuih dasar wanita tak punya otak. Aku mempertaruhkan nyawa ku, untuk menyelamatkan para sandera. Dan kau menangkap ku hanya karena aku menghajar orang yang telah merobek cek milikku.." Rizki dengan santai dan sombong nya berkata begitu kepada opsir wanita itu.


"Apakah sengaja melukai orang adalah perbuatan yang benar hah? Lalu bagaimana dengan nasib para perampok itu." Ada yang tertawa. Ada yang menangis, kalau begitu terus mereka akan mati." Terang Opsir wanita itu dengan amarah yang meluap luap.


"Aku tidak peduli. Aku hanya bilang kalau aku akan membantumu membereskan mereka. Aku tidak bilang akan membuat mereka tetap normal.." Seringai licik di bibir Rizki di perlihatkan oleh nya pada opsir wanita.


"Nona Xian yang terhormat, yang pasti aku sudah membereskan para perampok itu.." Kata Rizki tersenyum sinis.


"BRENGSEK!


"Kalau mereka sampai mati, berarti kau pembunuh nya. Cepat lepaskan mereka dari pengaruh aneh itu.." Opsir wanita itu langsung mengepal kerah baju Rizki dengan exfresi wajah marah yang membludak.


Dengan santai dan senyuman manis di perlihatkan oleh nya kepada Opsir wanita itu yang sedang menahan emosi tingkat tinggi karna ulahnya itu.


"Melepaskan apa? Aku hanya mahir melepaskan pakaian wanita... Apa kau ingin mencobanya.?" Tanya Rizki mencoba untuk merayu Opsir wanita tersebut.


"KAU!


Geram Xian merasa harga dirinya di lecehkan oleh Rizki Nasir, namun dia tidak bisa berbuat apa apa, karna keselamatan mereka lebih penting, walaupun mereka itu semua penjahat.


"Lupakan lah Nona Xian. Aku juga tidak ingin di cap sebagai seorang pembunuh. Aku bisa memulihkan mereka tapi kau harus setuju pada ku.... Kau harus berteman dengan ku.." Kata Rizki memberikan syarat kepada opsir wanita tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2