
"Tok....... " Tok............"
Sekertaris itu langsung berjalan kearah pintu setelah tanda setuju dari Alicia dengan menggunakan anggukan kepalanya.
"Nona Alicia, kami dari kepolisian GUANGXI."
"Mengenai kasus Tuan Nanak dan Tuan Dadam yang terluka, kami sedang melakukan investigasi dan kami harap anda dapat bekerja sama dalam proses investigasi ini.." Terang salah satu polisi seraya memperlihatkan lencana keanggotaan nya itu.
"Baik Pak polisi, mohon untuk menunggu sebentar karna saya akan berganti pakaian dulu.." Jawab Alicia dan dua polisi itu mengangguk menyetujui nya.
Sedangkan di salah satu apartemen milik reporter cantik bernama Riani, siang itu tampak seorang pemuda bertubuh atletis dengan memakai celana dala*m saja terbangun dari tidurnya dan hendak menuju kamar mandi.
Tetapi langkah kakinya terhenti ketika suara ketukan pintu terdengar olehnya.
"Siapa yang datang pagi pagi begini?" Bener deh tidak bisa melihat orang sedang tidur enak.." Keluh Pemuda itu seraya menguap.
"Buka aja tak di kunci.." Sambung pemuda itu.
Ceklek."
Pintu terbuka, sosok wanita cantik memakai baju dinas kepolisian tampak terlihat kesal pada pemuda yang berdiri tak jauh dari pintu masuk tersebut.
"Dasar mesum, apa kau tidak bisa berpakaian lebih sopan sedikit..?" Bentak Polisi wanita dengan telunjuk tangan nya.
Pemuda itu, bukan nya marah atas perkataan dari polisi wanita tersebut, melainkan mencoba untuk menggodanya dengan memasang tubuh Indah nya untuk di pertontonkan pada polisi wanita yang bernama Xian.
"Ahk.... Ternyata kau yang datang! Lalu kenapa wajahmu merona kemerahan begitu? Apa karena tergoda oleh tubuh ku yang seksi ini." Rizki mempertontonkan seluruh tubuh nya mirip seperti peraga busana yang sedang di gelar di atas panggung.
__ADS_1
"Huh... Siapa juga yang tertarik pada tubuh mu itu." Xian memalingkan wajahnya seraya mendengus nafasnya dengan kasar.
"Ayo pergi ke kantor polisi dengan ku. Kami curiga kau ada sangkut pautnya, dengan kasus yang kami selidiki.." Sambung Xian menjelaskan kedatangan ke apartemen tempat pemuda itu tinggal.
"Kau ini terus menerus seperti itu! Kenapa harus selalu mencurigai ku dan seperti nya kau sangat ingin membawa ku ke kantor polisi? Bukan kah hubungan kita ini sudah sangat baik, kenapa kau tidak bisa memberi pengecualian terhadap ku.." Tampak wajah Rizki terlihat kesal walaupun dalam hatinya Ia sudah mengetahui akan ada polisi yang datang akibat perkelahian semalam.
"Cepat berpakaian! Aku ini hanya membutuhkan beberapa informasi, bukan datang kemari untuk membawa mu ke dalam penjara.." Keluh Xian menerangkan walaupun sesaat tampak exfresi marah akibat pemuda itu menuduh sembarangan.
"Baiklah..... Baiklah... Aku akan segera berpakaian.." Pemuda itu berjalan kearah kamar dan kembali lagi setelah membawa pakaian yang Ia bawa.
Dengan sengaja dan tak ada risih atau pun malu sedikitpun di hati pemuda bernama Rizki Nasir tersebut, dengan bangganya Ia memperlihatkan bokong nya tepat di muka polisi wanita, hingga sang polisi wanita itu tampak marah di buatnya.
"Grettt...................
Suara tertahan gigi polisi wanita menahan amarah yang di lihat di hadapan, bokong putih milik pemuda itu di perlihatkan jelas di depan wajahnya.
"MASA..."
Rizki Nasir menoleh lalu berkedip sebelah matanya pada polisi wanita, membuat polisi wanita itu bener bener marah di buat nya!
#####
Candaan dan rayuan yang di lakukan oleh Rizki di pagi menuju siang itu, bisa membuat tensi darah polisi wanita itu naik hingga 180 derajat Celcius, namun tugas yang di berikan oleh atasan Pak Budiono, mampu untuk bertahan dan tak membalas apa yang di lakukan oleh Rizki pada dirinya.
Kini kedua nya sudah turun dari lantai atas apartemen dan berada di halaman luas tempat roda empat maupun roda dua terparkir.
"NAIK!
__ADS_1
Polisi wanita meminta Rizki Nasir untuk segera naik ke dalam mobil sedan BMW X5, namun lagi dan lagi mampu membuat amarah Xian memuncak lagi.
"Aku tidak ingin naik mobil seperti itu, kau bisa pergi duluan. Aku punya kendaraan pribadi. " Acuh Rizki berjalan kearah lantai basemen di gedung itu.
"Baru beberapa hari saja tak bertemu, si brengsek Rizki Nasir sudah berani memandang rendah diriku, aku ingin tahu kendaraan pribadi seperti apa yang dia punya.." Kesal polisi wanita itu dalam hati.
Tiga menit lamanya Xian menunggu Rizki Nasir mengambil kendaraan pribadinya, akhirnya dia datang juga, Xian tampak tak percaya dan rasa terkejut tingkat Dewa setelah apa yang di bawa oleh Rizki Nasir.
"Ini....... Ini yang kau maksud dengan kendaraan pribadi mu.." Xian bener bener menggelengkan kepalanya.
"Tampan bukan! Aku juga tanpa sengaja menemukan nya dan langsung aku menyukai nya. Aku menghabiskan uang yang sangat banyak untuk mendapatkan SEPEDA ONTEL ini.." Puji Rizki pada kendaraan yang dia bawa, membuat Xian ingin tertawa terbahak bahak, namun Ia tahan sebisa mungkin.
"Walaupun ada orang yang akan membayar ku sebanyak 50 juta. Aku tidak akan memberikan nya.." Sambung Rizki bangga dengan sepeda milik nya.
"Hah! Gila! Tampan! Hanya orang bodoh yang mau menghabiskan uang sebanyak 50 juta untuk sepeda seperti ini.." Kata Xian merendahkan kepribadian pemuda yang kini tampak mulai menunggangi sepeda milik nya.
"Kau ini bener bener tak mengerti barang antik, kalau di dunia kami benda ini adalah benda kuno dan sangat mahal sekali.." Ucap hati dalam hati dan menoleh kearah Xian yang mematung di samping mobil nya.
"Aku berangkat." Pemuda itu dengan santai mengayuh sepeda motornya mengiringi jalanan yang begitu lenggang di pagi itu.
"Hah! Tunggu dulu.." Xian terbangun dari ketidakpercayaan nya itu atas apa yang di perlihatkan oleh Rizki Nasir, lalu Ia pun masuk kedalam mobil dan mulai menjalankan mobil nya.
Sungguh pemandangan yang tak seperti biasanya di lihat oleh orang orang yang berlalu lalang di area sekitar jalanan pusat kota Guanxi, mereka semua tampak terkejut dengan seorang pemuda yang masih ada mengendarai sepeda yang hampir 10 tahun punah dengan di iringi satu mobil mewah sedan BMW di belakang nya."
"Sepeda itu adalah model keluaran dua puluh tahun yang lalu bukan. Ternyata sekarang masih ada orang yang mengendarai nya.?" Tanya pejalan kaki pada temannya seraya menunjuk kearah lelaki dengan sangat santai mengayuh sepeda miliknya.
"Hah... Apa otak nya tidak terganggu, dia bahkan tidak khawatir kalau di tengah jalan, tiba tiba sepedanya rusak karna termakan usia.." Jawab teman pengguna jalan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.