
Gaya nya berjalan nya begitu anggun, pesona nya masih memancarkan getaran pada setiap lelaki yang melihat nya, walaupun usia tak muda lagi, namun kekuatan uang merubah nya terlihat muda.
Kiki Amalia, istri dari anak kedua Keluarga Besar Ki di kota Guanxi sekaligus ibu dari pemuda bernama Diki Permana, datang dengan seribu rencana busuk nya ke hadapan Alicia.
"Tiba tiba datang seperti ini, tak membuat janji terlebih dahulu, kuharap Nona Alicia tidak keberatan.." Basa basi wanita yang Alicia tahu Ia adalah bagian dari keluarga Besar Ki.
"Tentu saja aku sama sekali tidak keberatan, Manager Kiki selamat datang di perusahaan kami.." Alicia menyambut baik kedatangan tamu VIP yang tidak tahu maksud tujuan nya.
"Nona Alicia aku adalah orang yang tidak suka berbelit-belit.." Dia memberikan proposal yang sudah di persiapkan jauh jauh hari pada Alicia.
"Maksud kedatanganku hari ini adalah ingin bekerja sama dengan mu, tapi aku memiliki satu syarat." BATALKAN PERNIKAHAN MU DENGAN RIZKI NASIR.." Terang Manager Ki langsung pada intinya hingga Alicia yang tadi nya duduk santai langsung berdiri dan memandang tajam dengan tatapan penuh kemarahan.
"APA KATA MU.."
"Brakkk.................!
Jelas Alicia menolak syarat yang di berikan oleh Kiki Amalia dengan suara tinggi dan tangan memukul meja.
Sang wanita yang masih cantik dan mempesona di usia 50 tahun itu tak sedikit pun Ia tersulut emosi nya, menghadapi seseorang yang sedang marah akibat perkataan nya, karna belajar dari segi pengalaman. Kehidupan beraneka warna, telah Ia lalui.
"Tenang dulu Nona Alicia, kau bisa melihat dulu perjanjian dalam surat kontraknya.." Kata Kiki Amalia santai dan tersenyum manis.
Alicia langsung membaca dokumen proposal yang di berikan oleh Manager Ki itu, sungguh terkejut setelah di baca dengan detail dan secara merinci.."
"Li... Lima puluh miliar dan tertulis dalam kontrak ini semuanya di berikan dengan cuma cuma.."
__ADS_1
"Kami tahu kalau kau dan Rizki Nasir memang telah berniat untuk membatalkan pernikahan kalian, yang saat ini kulakukan adalah hanyalah mempercepat proses nya.
"Nona Alicia kau adalah orang yang cerdas, kau pasti bisa menentukan pilihanmu bukan..?" Kata Manager Ki memaparkan persyaratan kontrak kerjasama yang mungkin orang yang haus akan uang akan langsung setuju.
"Aku tak habis pikir dalam otak ku, kau bagian dari keluarga Besar Ki, aku bener bener penasaran apa alasan kalian melakukan ini semua.?"
"Kalau kau tidak bisa menjelaskannya, aku tidak akan menandatangani nya..?" Kini Pertanyaan di balikan oleh Alicia, hingga wanita tua itu exfresi di buat terkejut, namun ia mampu menyembunyikan nya.
"Hahahaha.. Tidak kusangka kau akan menghawatirkan tunangan mu yang tak berguna itu. Aku sungguh terkejut.." Tawa lepas Manager Ki.
"Sikap ku pada nya, sama sekali tak ada hubungan nya dengan mu. Kalian melakukan ini pasti berniat untuk menjebak nya. Bukan?" Tanya Alicia, membuat wanita tua itu bangkit dari duduknya namun Ia masih tersenyum tak menunjukkan kemarahan nya atas ulah sikap dari Alicia.
"Kepribadian yang tidak biasa, tetapi belum tentu kau dapat bertahan di dalam kehidupan ini hanya dengan mengandalkan itu saja. Aku akan memberimu waktu sampai sore ini untuk memberikan jawaban.." Kata wanita tua sebelum Ia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Kiki Amalia langsung menggeser kursi nya dan melangkah keluar, namun langkah nya berhenti sesaat. "NONA ALICIA. AKU BENCI MENUNGGU.." Kata wanita tua itu tersenyum dan keluar dari ruangan itu.
"*Di saat surat perjanjian pembatalan pernikahan itu hilang, tiba tiba datang orang yang bernama Kiki Amalia.." Kata Alicia dalam hati.
"Ada yang tak beres dengan semua ini, aku harus kembali ke rumah untuk mencari surat perjanjian itu.." Kata lagi Alicia dalam hati seraya berlalu kearah pintu ruangan pribadi milik nya*.
Namun sesampainya di pintu keluar kantor perusahaan, tiba tiba sang sekretaris datang dengan dua lelaki berbadan tegap memakai pakaian jas dan tampak kacamata terpasang di kedua matanya.
"Ah, apa kau mau pergi Manager.." Kata sekretaris, membuat langkah kaki Alicia terhenti dan Ia terkejut melihat dua lelaki di belakang sekertaris pribadi nya.
"Dua orang pengacara ini berkata mereka sedang mencari mu.." Sambung sekretaris Desi, seraya menggeser tubuh kecil nya ke samping hingga kini Alicia berhadapan dengan dua lelaki tinggi berbadan tegap.
__ADS_1
"Selamat sore Nona Alicia, kami adalah pengacara yang di panggil oleh Tuan Rizki Nasir, untuk menyelesaikan masalah perubahan kepemilikan perusahaan KIALICIA GRUP..." Satu di antara dua pengacara itu berkata seraya memberikan map coklat kepada Alicia.
"Perubahan kepemilikan? Apa maksudnya? Cepat jelaskan padaku apa maksudnya..?" Panik terpampang di wajah Alicia.
"Karena anda dan klien kami Tuan Rizki Nasir telah membatalkan pernikahan kalian, maka berdasarkan perjanjian yang telah tertulis, perusahaan ini akan berubah kepemilikan menjadi atas nama anda.." Terang pengacara menjelaskan semua maksud kedatangan nya di sore hari ini.
Alicia bener bener panik dan terkejut setelah mendengar penjelasan dari salah satu pengacara Rizki Nasir.." Aku belum menandatangani surat perjanjiannya, kenapa bisa begini.." Sergah Alicia.
"Nona Alicia ini adalah surat perjanjian yang telah anda tanda tangani.." Pengacara itu meminta pada rekan nya untuk mengeluarkan surat perjanjian yang sudah ada tanda tangan Alicia.
Pengacara itu pun lalu memberikan pada Alicia, dengan kasar Alicia pun mengambilnya dan melihat langsung di bawah kertas selembar tertera sebuah tanda tangan miliknya.
"*Aneh sungguh membuatku aneh, kenapa surat perjanjian ini ada di tangan pengacara ini.." Bingung hati Alicia di buatnya.
"Aku sama sekali belum menandatangani surat perjanjian ini, tapi ini di atas kertas memang benar tanda tangan ku, siapa yang telah berani memalsukan tanda tangan ku.." Geram hati Alicia melihat semua kepalsuan yang di lihat oleh nya*.
"Tidak mungkin ini! Tidak mungkin! Aku tidak menandatangani nya, surat perjanjian ini tidak sah.." Sergah Alicia.
"Kalau Nona Alicia merasa surat perjanjian ini palsu. Anda bisa melakukan pemeriksaan terhadap keaslian tulisan tangannya.." Terang Pengacara itu.
Geram hati Alicia, jelas jelas Ia tidak menandatangani surat perjanjian itu, dan itu tidak sah sama sekali, amarahnya memuncak di seluruh tubuh Alicia.
"KEPARAT.!
Alicia berlari dengan amarah yang melekat pada tubuh nya, darah nya mendidih menerobos dua lelaki tinggi berbadan tegap itu keluar dari kantornya.
__ADS_1
"AHHHHHHHHHHH...................... Alicia berteriak kencang seraya berlari, suasana di luar kantor angin tampak hitam mendung tanda hujan akan turun.
Bersambung.