
"Arghhhhhhhh............" Teriak wanita itu prustasi."
"Bajuku! Apa jangan jangan aku bener bener sudah di lecehkan oleh dua pria mesum itu.." Kaget wanita itu seraya melihat baju yang di pakainya, bukan baju yang kemarin malam dia pakai menemui dua pejabat mesum itu.
"Hiks..... Hiks..... Hiks...."
Wanita cantik berbodi gitar spanyol itu merunduk ke lututnya sambil menangis terisak Isak meratapi apa yang terjadi dalam tubuhnya.
"Brengsek hiks.... Hiks.... Dasar brengsek, hiks........" Tangis nya menyayat hati, meratapi apa yang terjadi dengan nya.!
"Tidak........" Bukan kah kalau pertama kali akan terasa sakit.? Tapi kenapa aku sama sekali tidak merasakan sakit.." Tiba tiba hati nya bertanya tanya.
"Dan tidak ada bercak darah! Apa jangan jangan ada orang yang menolong ku." Wanita itu langsung melemparkan selimutnya dan melihat keseluruh ranjang tempat tidurnya.
Pikiran pikiran nya di selimuti dengan keanehan dan beberapa pertanyaan yang tak masuk akal dalam otak yang bercabang, namun hati nya bergejolak ketika Ia mengingat sesuatu tentang seorang lelaki yang selama ini dia bertahan dan tidak melirik lelaki lain.
"Apakah dia yang menolong ku, malam itu, samar samar aku melihat wajah dan postur tubuh nya tampak seperti Rizki Nasir.." Ucap Wanita yang bernama Alicia seraya beranjak dari ranjang dan berjalan kearah jendela hotel.
"Aku ini bener bener bodoh, saat ini keberadaan nya sangat tidak jelas, bagaimana mungkin kalau dia yang sudah menolong ku.." Kata Alicia pada diri sendiri nya.
Setelah bergelut dengan hati dan pikirannya, Alicia pun melangkah pergi kearah tas yang tak jauh dari ranjang untuk mengambil ponsel dan menelepon sekertaris nya untuk membawakan baju salin.
"Untunglah kemarin malam aku sudah melakukan persiapan. Fitur rekaman suara ponselku sudah ku nyalakan. Dan aku ingin mendengar siapa yang telah menolong ku.." Kata Alicia lalu menekan tombol rekaman di ponsel miliknya.
"Kalau kau tidak bisa minum, untuk apa kau melakukan ini semua? Hanya demi perusahaan kau rela menemani dua lelaki mesum itu. Apa yang kau lakukan itu sebanding hah."
"Cepat pergi ke toko obat dan belikan beberapa tanaman herbal. Cepat lah aku akan membayar lebih untuk mu, karna nyawa wanita yang aku gendong ini terancam nyawanya akibat dua lelaki di ruangan itu.
Alicia bener bener terkesima dan tak bisa berkata kata, setelah dengan seksama mendengarkan rekaman percakapan seorang lelaki di ponsel yang telah Ia persiapan sebelum nya.
__ADS_1
"Suara pria ini terdengar seperti tunangan ku. Tapi aku juga tidak begitu yakin.." Kata nya, lalu mulai menekan tombol rekaman di ponselnya dan mendengarkan suara lelaki yang berprasangka adalah Rizki Nasir.
"AKU INGIN....... BERIKAN AKU KU MOHON, CEPAT PUASKAN AKU MALAM INI. AKU TIDAK TAHAN LAGI.."
Alicia jelas muka nya memerah, Ia sudah tahu bahwa itu suaranya dan dengan terang terangan mencoba memohon dan memelas pada Rizki untuk di puaskan malam itu.
"Soal apa kau ini sedang menggoda ku! Hati hati kalau aku tidak bisa menahannya. Aku bisa menyerang mu habis habisan."
"Astaga kau bahkan merobek pakaian mu! Kalau begini aku bener bener tidak tahan lagi."
"Tubuh mu bagus juga, apa aku boleh merabanya! Lagi pula tidak ada orang lain di sini, sedikit saja merabanya tidak apa apa kan Hehehehe."
"Lagi dan lagi aku mimisan tubuh macam apa ini? Kenapa aku bisa tiba tiba mimisan begini.....
Keringat bercucuran wajah nya memerah mendengar rekaman yang di dengar mengarah pada sesuatu yang intim namun yang membuat ia bertanya tanya kenapa Rizki Nasir tak melakukan nya.
"Aaaaaaaaaaaaaa. Jangan bilang memang bener si brengsek itu." Teriak Alicia dia bener bener pusing di buatnya antara percaya atau tidak.
"Lupakan saja lah, lagi pula tidak begitu penting untuk di pikirkan, mau dia atau orang lain, tak guna yang penting aku terselamatkan dari dua pria hidung belang tersebut.." Alicia bangkit dari ranjang nya dan berjalan kearah kamar mandi.
"Sekarang aku tidak mungkin meminta bantuan dari Direktur Nanak, aku harus pergi kemana untuk mendapatkan uang sebanyak itu.." Langkah kaki Alicia terhenti ketika pintu hotel terbuka dan suara wanita yang Ia kenal memanggil dirinya dengan nada tinggi.
"MANAGER.!
"Hiks.... Hiks..... Manager kenapa kau bisa berada di sini? Aku semalaman mencari mu tapi kau tidak bisa di temukan." Kata sekertaris itu menangis seraya memeluk Alicia.
"Apa dua pria mesum itu telah berbuat sesuatu pada mu?" Aku akan segera melaporkan mereka kepada polisi.." Hiks... Hiks... Hiks...." Sambung sekertaris itu masih menangis dalam pelukan Alicia.
"Aku tidak apa apa, ada seseorang yang telah menolong ku.." Alicia melepaskan pelukannya dan mengatakan semua apa yang terjadi malam itu, namun kebenaran tentang Rizki Nasir Ia tidak uraikan dalam obrolan pada sekertaris itu, karna bagi dirinya Ia masih gamang bahwa yang menolong nya itu bukan lelaki tak berguna itu.
__ADS_1
"YAA."
"YAA."
"Memang bener, pasti ada seseorang yang telah menolong mu.." Senyuman lega di perlihatkan oleh sekretaris itu pada Alicia.
Sekertaris itu lalu memperlihatkan apa yang terjadi di dunia maya dan beberapa koran hingga membuat Alicia tersentak kaget, dalam berita itu tersebar dan sangat tak masuk akal dengan apa yang terjadi malam itu.
"SKANDAL PERCINTAAN DUA PEJABAT MESUM!
"KEGEMARAN LAIN DIREKTUR SALAH SATU BANK TERNAMA DI KOTA GUANGXI SANGAT MENJIJIKKAN.
"SKANDAL MENGHEBOHKAN YANG SEKALIGUS DAPAT MEMBUAT IRI.
Beberapa berita termuat di laman sosial media dan koran koran lokal lain, dengan beragam jenis judul yang beraneka ragam.
"Siapa yang telah melakukan ini semua? Jangan jangan pria kemarin malam.." Ucap hati Alicia seraya membekap mulutnya sungguh ini tidak masuk akal.
"Sesuatu aneh yang terjadi tidak hanya ini saja, perusahaan kita tiba tiba juga mendapatkan uang dengan jumlah yang sangat besar." Terang sekertaris itu.
"Jumlah nya sebesar 2,9 miliar rupiah.." Sambung Sekertaris itu, membuat Alicia semakin terkejut.
"Kau tidak sedang membohongi ku kan..?" Tanya Alicia. Sekertaris langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Apa mungkin Costumer kita yang mengirimkan nya.?" Tanya Lagi Alicia.
"Tidak mungkin tidak ada Costumer yang telah berhutang pada perusahaan kita dalam jumlah yang sangat besar.." Jawab Sekertaris itu dengan serius wajahnya.
"Aneh....... Sungguh tak masuk akal, sebenarnya siapa yang sudah melakukan ini semua.." Hati Alicia bertanya tanya.
__ADS_1
Tiba tiba ketukan pintu terbuka menghentikan obrolan mereka berdua yang sangat serius tentang semua yang terjadi pada diri Alicia dan perusahaan nya."
Bersambung.