
"Bugh................................!
Rizki langsung mengarahkan tonfa itu kebagian depan mobil milik pemuda gemuk dengan kekuatan banteng. Serbuk obat yang di racik oleh nya, mengandung unsur kekuatan seekor binatang banteng yang sedang mengamuk, kini dirasakan oleh Rizki reaksi obatnya dan satu pukulan pun mampu membuat banfer mobil depan langsung hancur.
"Ahkkkkkkk........................."
"Mobilku..... Mobilku........." Pajar bener bener tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.."
"YAA BEGITULAH BARU BENER.." Seringai licik terpampang jelas di bibir Rizki melangkah mendekati Pajar yang tampak wajahnya penuh kepanikan.
Belum puas dengan apa yang di lakukan nya. Alis tebal Rizki Nasir terangkat keduanya, senyuman yang sulit di artikan pun terpampang jelas di bibirnya.
"Bam........"
"Bam...... "
"Bam......."
Kini sasaran dari kemarahan kekuatan banteng pun mengenai kaca depan mobil, sudah di pastikan mobil seharga 300 jutaan itu terlihat hancur di bagian depannya.
"Apa apaan yang kau lakukan? Berhenti.. Hentikan itu." Teriak Pajar seraya kedua tangannya memegang wajah nya dan mata nya terbelalak melihat kearah mobil kesayangan nya yang hancur oleh Rizki Nasir.
"Sial Rizki Nasir membuat masalah besar.." Umpat Hati Sacila.
"Itu adalah mobil seharga ratusan juta. Dia pasti tidak mampu untuk membayarnya.." Pikir Pitri yang tak jauh dari Sacila teman satu asrama.
Sementara Kesya sendiri yang sedari tadi hanya menonton dengan apa yang di lakukan oleh hidung belang Rizki Nasir, mulai panik ketika melihat orang orang yang datang kearah mobil milik Pajar yang sudah hancur bagian depannya." Apa yang kau lakukan? Apa kau gila? Bagaimana bisa jadi begini.." Kesya menghentikan aktivitas Rizki yang membabi buta memukul bagian depan mobil milik pemuda gemuk itu.
__ADS_1
Rizki berhenti sesaat lalu membisikkan sesuatu ketelinga Kesya.." Jangan khawatir aku tahu apa yang aku lakukan.."
"Ohk.." Kesya mengangguk mengerti arti bisikan dari Rizki Nasir.
"Ini kartu dan kamu langsung pergi ke Bank, bawa sesuai dengan apa yang tadi saya bisikan.." Titah Rizki.
Kesya mengangguk dan melepaskan genggamannya lalu Ia pergi dengan berlari meninggalkan Rizki dan ketiga temannya.
Entah apa yang di bisikkan oleh Rizki pada Kesya, sehingga ketiga teman di asrama nya itu, bertanya tanya dan menatap kepergian Kesya yang terburu buru.
Seringai licik di bibirnya menatap tajam kearah pemuda gemuk yang tampak di landa amarah di wajahnya.." Oh, aku hampir lupa bahwa mobil punya mu sangat tangguh ya. Tidak cukup hanya dengan memukul nya.." Kata Rizki berjalan selangkah demi selangkah dan masuk menuju mobil yang sudah puas Ia pukuli bagian depannya.
Rizki sudah berada di dalam mobil, lalu tak di lama kan lagi mobil pun dia hidupkan dan dengan santai nya mobil yang di kemudikan oleh Rizki Nasir pun langsung di tabrakan pada tihang listrik.."
"Duakk.............!
Terdengar keras di telinga orang orang yang sedang menonton drama di siang itu, seorang pemuda dengan sengaja menabrakkan mobil mewah pada tihang listrik.
"Kau brengsek! Aku tidak akan melepaskan mu.." Bentak pemuda gemuk itu mengancam Rizki Nasir yang turun dari mobil dan berjalan kearah nya.
Dengan angkuh dan sombong nya, Rizki Nasir melangkah dan kini berada di hadapan Pajar seraya berkata sinis.." Aku menghancurkan mobilmu? Memang nya kenapa hah? Tanya Rizki Nasir.
Orang orang yang berkumpul di area itu, sungguh tak percaya dengan ulah pemuda yang baru saja turun dari mobil milik pemuda gemuk itu, kata kata dan umpatan umpatan terdengar jelas di telinga Rizki dan pemuda gemuk itu.
Di saat kedua nya saling beradu mulut, dan orang orang pun sibuk mencibir dan berkata tak beraturan, suara sirene mobil kepolisian pun terdengar dan berhenti tepat di samping mobil yang tengah hancur depannya.
Seorang wanita muda memakai baju kebanggaan nya turun dengan berdecak pinggang seraya mata menatap tajam kearah Rizki Nasir.
__ADS_1
"Yang terhormat Tuan Rizki Nasir kenapa kau membuat kekacauan lagi?" Tanya Wanita yang baru turun dari mobil polisi itu.
"Apakah kau pikir seluruh dunia ini milikmu dan kau akan melakukan apa pun yang kau inginkan? Tidak peduli dengan yang lainnya.?" Tanya lagi wanita yang baru turun itu.
Rizki Nasir tersenyum manis kearah wanita yang Ia tahu adalah seorang polisi, berbeda dengan pria gemuk yang exfresi penuh dengan rasa kebencian dan amarah tingkat Dewa kepada Rizki Nasir.
"Tangkap dia, itu tugas mu untuk melindungi property milik orang lain. Tangkap dia sekarang. Dia harus ganti rugi, harus ganti rugi.." Pemuda gemuk itu menunjuk dengan jari telunjuk kearah Rizki Nasir memberi perintah pada polisi wanita ,yang baru turun dari mobil nya untuk menangkap nya segera.
Wanita yang berprofesi sebagai anggota kepolisian itu, dua langkah maju kearah Rizki, tangan kanan memegang pundak Rizki Nasir.." Ah.. Ayo lah kita pergi ke kantor kepolisian untuk mempertanggungjawabkan atas tindakan mu ini.."
Sebelum menggusur paksa, Rizki langsung menahan tangan halus polisi wanita itu.." Tunggu dia bilang dia ingin aku ganti rugi.."
"Itu artinya dia akan melepaskan ku jika aku ganti rugi kan.." Sambung Rizki Nasir seraya jari tangan nya menyolek dagu polisi wanita itu, hingga polisi wanita itu wajahnya bersemu merah atas ulah dari Rizki Nasir.
"Ayolah bedebah miskin! Bisakah kau membayar ku? Aku akan melepaskan mu selama kau bisa ganti rugi. Jika tidak kau akan di penjara.." Bentak pemuda gemuk itu, dengan keyakinan yang dia punya, bahwa pemuda yang berani beraninya merebut gadis incaran nya itu.
Rizki tersenyum penuh kemenangan, Ia masih memegang tangan polisi wanita itu, sipat mesum nya di tunjukkan pada polisi wanita itu dengan kata kata lemah gemulai.
"Lihat dan dengarkan lah, kapten Xian. Dia bilang dia akan melepaskan ku selama aku bisa ganti rugi."
"APA KAU SUDAH JELAS..?" Tanya Rizki Nasir setelah polisi wanita bernama Xian itu melepaskan tangannya dari genggaman Rizki Nasir yang mengelus ngelus nya dengan kepalanya.
"Bodoh sekali! Playboy ini tidak kekurangan uang sama sekali.." Umpat hati Xian dengan permintaan dari pemuda gemuk yang mobil nya di rusak oleh Rizki Nasir.
Kedua tangannya mengepal erat, langkah kaki maju dua langkah, kearah Rizki yang berdiri angkuh seraya kedua tangannya di masukkan kedalam saku celana nya.
"Ganti rugi atau aku tidak akan berbelas kasihan padamu hah.." Pajar membentak Rizki Nasir yang kini berdiri di hadapannya itu, Rizki Nasir tersenyum sinis membalas bentak kan dari nya.
__ADS_1
Tiba tiba teriakan gadis yang di sukai oleh pemuda gemuk terdengar oleh nya dan yang lainnya. Hingga mereka semua pun matanya mengarah pada suara teriakan tersebut.
Bersambung.