Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Pelajar Jaman Sekarang Sangat Kasar


__ADS_3

Rizki pergi dari toilet itu, meninggalkan Tangyi yang berusaha untuk menggoda dan menggadaikan harga dirinya agar memaafkan nya dan langsung menyembuhkan Sang Kakek..


Kesibukan hari ini membuat Rizki pusing bukan kepalang, kemana pun Ia melangkah sosok gadis dingin tanpa senyuman selalu ada mengikuti nya.


Hari mulai gelap langit berubah warna kekuningan, senja telah tiba, Rizki keluar dari supermarket membeli teleskop untuk melihat keindahan dua manusia ciptaan tuhan yang telah menggoda nya di pagi hari itu.


"Hahaha... Hei gadis, gadis, tunggu aku, aku akan melihat kalian dengan jelas menggunakan ini.." Ucap hati penuh kegembiraan yang di rasakan oleh Rizki.


Ketika pemuda yang baru keluar dari supermarket itu mau meneropong kearah dua gadis yang pagi hari menggoda nya, wajahnya menoleh kearah belakang, tampak gadis dengan muka yang dingin berjalan kearah nya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan teleskop ku? Lihatlah baik baik, aku bukan pria mesum.." Kata Rizki seraya menghempaskan napas nya.


"Bukan begitu. Aku punya teleskop HD militer, apa kau perlu itu." Tawar Tangyi.


"Terima Kasih, tidak ada hasil yang memuaskan tanpa usaha. Teleskop ini cukup untukku.." Tolak halus Rizki Nasir.


Rizki segera kembali ke apartemen nya, hari pun semakin gelap, tapi gadis itu masih mengikutinya, Rizki sudah di buat kesal, sesampainya di pintu apartemen Rizki pun langsung berkata yang kemungkinan gadis dingin itu akan pergi dan tak akan mengikutinya lagi.


"Apa kau akan terus mengikuti ku. Aku kalau di rumah suka telanjang bulat. Apa kau tertarik..''


"Pria mesum.." Umpat Tangyi jijik mendengar nya lalu pergi meninggalkan Rizki.


"Hahaha hahaha hahahahaha.... Kini gadis jala*ng itu akhir nya pergi by by by..." Rizki Nasir langsung masuk kedalam apartemen dan berjalan cepat kearah tirai gorden.


Setelah meneropong beberapa lama nya, dan tampak tak terlihat gadis kembar itu, Rizki pun terlihat lesu dan tak bergairah.


"Hari ini melewatkan kesempatan emas. Aku harus menunggu datang nya pagi hari itu.." Rizki berkata seraya memegang teleskop.

__ADS_1


"Biarkan aku melihat gadis gadis lain yang akan membuka pakaian nya di malam hari.." Kata Rizki lalu meneropong kearah penjuru apartemen di sebrang sana, namun Ia tersentak kaget ketika terlihat gadis yang seharian mengikutinya sedang meneropong kearah nya.


"Kau orang aneh huh... Melihatku dan memata matai ku menggunakan teleskop..." Umpat Rizki seraya menutup tirai gorden nya.


Karna tak membuahkan hasil di pagi sampai siang, Tangyi pun pergi dari area apartemen tempat Rizki Nasir berada, dia kembali dengan keaadaan prustasi.


Sesampainya di Mansion sang Kakek, Tangyi pun bergegas masuk kedalam ruangan Kakek nya yang sedang terbaring lemah, tampak terlihat Direktur Zink sedang memeriksa nya.


Tangyi berjalan kearah lelaki kekar yang berdiri di belakang Direktur Zink lalu berkata.." Ayah bagaimana keaadaan Kakek.."


"Dokter Zink sedang memeriksa dia. Bagaimana dengan mu? Apa kau sudah membujuk dia..?" Tanya Lelaki kekar yang tak lain ayah dari gadis dingin tersebut.


"Belum.." Singkat balas dari Tangyi, sipat dan angkuh serta sombong sudah bawaan dari dulu bukan kepada Rizki Nasir seorang, terhadap ayah nya juga begitu.


Lelaki tua yang sedang memeriksa pria tua botak itu hanya bisa mendengus kasar, kondisinya semakin memburuk, dia tidak bisa mendalami apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.


"Maksud mu. Rizki Nasir mempunyai teknik pijat yang spesial..?" Tanya Lelaki kekar bernama Gultom itu.


"Ya kau harus biarkan dia menyembuhkan Tuan Tang secepatnya. Lebih lama akan lebih buruk kondisinya.." Tegas Direktur Zink mengingatkan nya.


Berdebar kencang jantung Tangyi mendengar penjelasan dari Direktur Zink akan kondisi Sang Kakek.. Ia menyesali apa yang telah di perbuat olehnya pada Rizki Nasir.


#####


Malam pun telah berlalu, Rizki berpikir keras dalam hati dan otaknya, bila Ia bangun pagi, gadis dingin itu sudah akan berada di sini, jadi malam malam pun, Ia memutuskan untuk pergi kembali ke kampung nelayan menemui gadis kecil yang pertama kali melihatnya di sebuah bukit desa nelayan.


Dalam perjalanan menuju desa nelayan, Rizki seketika ingat sesuatu bahwa gadis kecil itu tidak ada di rumah nya melainkan dia pernah berjanji untuk menemui di sekolah nya yang tak jauh dari pusat kota Guangxi dan hanya membutuhkan perjalanan sekitar satu jam saja memakai sepeda ontel miliknya.

__ADS_1


"Kesya sudah masuk kelas, aku sudah lama tidak melihat dia dan bener bener merindukan nya. Aku penasaran dengan rupa dia sekarang.." Seringai licik di bibirnya membayangkan pertama kalinya menyentuh bokong indah milik gadis kecil itu.


Matahari sudah terbit di bagian timur belahan bumi. Jam menunjukkan pukul satengah tujuh.. Rizki sudah berada di gerbang sekolah. Dia bertanya pada sesama murid sekolah namun tak ada yang memberi tahukan dimana Kesya berada.


"Hei... Apa kau tahu di mana Kesya berada..?" Rizki bertanya seraya meregangkan kedua tangannya dan tatapan nya tampak mesum, hingga pelajar itu langsung berlari sejauh mungkin.


Usahanya tak putus asa mencari keberadaan Kesya, Ia pun langsung bertanya lagi kepada siswa siswa wanita lainnya, namun mereka semua menghindari nya.


Hampir tiga puluh menit tidak menemukan jawaban, yang ada Rizki di jauhi oleh para pelajar yang belajar di sekolah itu.


"Pelajar zaman sekarang sangat kasar.." Rutuk Rizki pada diri sendiri.


Bukan kah cara nya Rizki yang bertanya tanpa memakai tata krama hingga tak ada yang mau memberi tahukan keberadaan Kesya, andai saja Ia bertanya sopan lemah lembut pasti para pelajar itu akan memberikan jawaban yang memuaskan pada Rizki Nasir.


"Hai gendut badan mirip gentong kemari kau, dimana Kesya..." Teriak Rizki dengan kata kata yang menghina.


Pelajar gendut itu pun membalikkan badannya.." Kau mau mengencani gadis tercantik di kampus ini dengan memakai sepeda kuno mu! Sebaiknya kau mimpi di siang bolong..." Jawab pelajar gendut itu seraya mengacungi telunjuk jarinya kearah Rizki Nasir.


"SIALAN.."


"Aku akan menemukan dia.." Geram Rizki Nasir lalu mengayuh sepeda miliknya dengan kasar dan pergi mengelilingi area kampus itu.


Satu jam Ia mencari keberadaan gadis kecil itu, tampak keringat terlihat di wajah dan seluruh tubuhnya... Ia istrahat di bawah pohon rindang untuk menghilangkan keringat yang membanjiri tubuh nya.


Lima menit berselang ketika dia sudah putus asa dan akan kembali ke apartemen nya, tampak dari kejauhan seorang gadis cantik dengan bokong indah dan Gunung Kembar yang sangat besar menghampiri nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2