
Acara makan bersama ke empat gadis kuliahan itu, jadi hambar akibat ulah datang pemuda gemuk yang mengaku ngaku Kesya adalah gadis miliknya.
Sedangkan Shintia adik dari pemeran utama dalam novel Aku Bukan Dokter, keluar pergi setelah mengusir pemuda gemuk yang suka menindas sesama teman kuliahnya, karna mempunyai dekengan yang kuat di area kota itu, namun bagi Shintia yang lahir dari keluarga Ki tak berarti apa apa.
Kini Rizki Nasir bersama Kesya dan ketiga teman nya, keluar dari restoran exlesusif dengan perasaan kecewa berjalan menuju lahan parkir dimana sepeda Ontel miliknya di simpan.
"Dasar orang udik si bodoh itu merusak makan siang kita.." Rizki keluar dari restoran sampai menuju ke tempat sepeda ontel nya terus menerus mengoceh kepada pemuda gemuk itu.
Sementara Kesya maupun ketiga temannya dengan setia mendengarkan ocehan ocehan dari Rizki tanpa mau membalas atau pun memberikan komentar dengan apa yang baru saja terjadi di dalam restoran exlesusif tersebut.
Lima menit berlalu kini mereka sudah dekat dengan parkiran, Rizki melangkah kearah sepeda bersama Kesya dan Sacila.." Apa mau aku antar kembali ke sekolah..?" Tanya Rizki pada Sacila dan teman temannya.
"Tidak Kak. Ini tidak terlalu jauh dari sekolah, kami akan baik baik saja Kak Ki tak usah khawatir.." Jawab Sacila menolak halus tawaran dari Rizki Nasir, melihat tangannya menunjuk kearah sepeda ontel milik nya.
"Tentu saja aku mau. Tapi kau tidak punya tempat duduk yang cukup untuk kami." Kata Sacila dalam hati.
Ketika Rizki hendak menaiki sepeda miliknya dan akan mengayuh sepedanya tiba tiba, satu suara yang cukup keras terdengar oleh Rizki Nasir dan Kesya serta Sacila.
"Yo, ku kira ada orang Besar." Ternyata hanya orang miskin..."
Rizki menoleh kearah suara tampak terlihat pemuda gemuk berada dalam mobil yang lumayan mewah, pemuda yang sempat tadi datang ke restoran membuat mood nya buruk dan tidak melanjutkan makan siang nya.
Sacila mundur bergabung dengan dua temannya, sementara Rizki menggenggam erat tangan Kesya exfresi nya tampak terlihat kesal oleh pemuda gemuk yang menyombongkan dirinya di hadapan gadis kecil Cucu dari Kakek Kes.
__ADS_1
"Bocah biar ku antar kau kembali ke sekolah.." Rizki menarik Kesya untuk langsung naik ke sepedanya.
"Um! Sudah lama aku tidak naik sepeda.." Gumam Kesya dan tampak rona wajah nya bersemu merah tanda ada getaran dalam hatinya ketika telapak tangan nya di pegang erat oleh Rizki Nasir.
Kesya sudah naik dan Rizki mulai mengayuh sepedanya, namun pemuda gemuk yang berada di dalam mobil itu langsung menghalangi nya hingga ayunan sepeda pun berhenti terhalang mobil yang di palang untuk menghalangi laju sepeda kuno itu.
Pemuda gemuk turun dari mobil nya, berjalan kearah sepeda kuno yang di tumpangi oleh Rizki dan Kesya seraya berkata penuh penekanan." Kesya aku tidak keberatan jika kau menemukan seseorang yang lebih baik dariku. Tapi lihat orang sialan yang ada di hadapan ku, sungguh tak layak bersanding dengan mu.." Seringai licik di bibirnya mengarah kearah Rizki.
Mendengar apa yang di katakan pemuda gemuk itu merendahkan Rizki Nasir.. Kesya langsung turun dari sepeda.." Ini bukan urusan mu hah.." Bentak Kesya.
"Aku mencintai dia. Kau sebaiknya berhenti menggangguku..." Sambung Kesya mengutarakan perasaan nya agar Pajar pemuda gemuk itu tak mengganggu nya lagi, seperti saat itu ketika Ia di paksa oleh Kakek Hamid untuk menikah dengan Mid Hugo, Rizki Nasir pun langsung berakting seolah olah Kesya milik nya dan saat itu sampai saat Kakek Tua Hamid tak mengejar-ngejar lagi tentang pernikahan antara dirinya dan Cucu nya itu.
Ketiga temannya Kesya yang tak jauh dari perdebatan dengan pria gemuk itu.. Sungguh sangat di sayangkan atas ulah Kesya yang berkata begitu, seolah olah sama hal nya dengan menjerumuskan Rizki Nasir.
"Pajar adalah penindas terkenal di sekolah kita. Tidak ada yang berani menyinggung dia.." Batin hati Sacila ketakutan.
"Apa yang harus kita lakukan.." Pikir Fitri dalam hati berdiri di samping Ariani dan Sacila yang tampak raut muka nya penuh ketakutan dan kebingungan*.
Sedangkan dari kejauhan sosok gadis cantik sedang meneropong menggunakan teleskop, ingin mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Rizki Nasir.
Gadis yang tadi masuk ke ruangan khusus restoran exlesusif itu, tidak langsung kembali pulang kerumah nya. Justru Ia berpura pura keluar untuk menghilangkan kecurigaan terhadap sang Kakak, dengan dalih penasaran apakah Rizki Nasir telah bener bener berubah.
"Kesya... Buka lah mata mu baik baik.. Sampah mu ini berdiri di hadapan mobil mewah ku. Ini sebuah penghinaan besar dan sekarang kau bersama sampah mu ini mau kabur hah.." Pedas suara pemuda gemuk itu terhadap Rizki Nasir yang tengah di genggam erat tangannya seraya di tunjuk tunjuk.
__ADS_1
"PAJAR DIAM KAU.."
Kesya bener bener sudah kehilangan kesabaran nya atas penghinaan yang di lakukan oleh nya terhadap Rizki Nasir yang tampak berusaha sabar menghadapi nya.
"Kau tidak akan tahu konsekuensinya. Aku tidak bisa membayangkan saat dia hilang kesabaran nya.." Kesya meneruskan ucapannya dan mengingatkan teman satu kuliah itu.
Bukan nya takut Pajar semakin menjadi menghina Rizki Nasir dengan umpatan umpatan yang menusuk dalam kalbu Rizki. "Pengecut, Brengsek, kau sebaiknya mati. Jika kau meminta wanita melindungi mu."
Apa yang di takutkan oleh Kesya pun kini akan terjadi sebentar lagi, tampak seringai licik terlihat di bibir lelaki berusia 25 tahun yang masih dalam genggaman tangannya.
"Bocah lepaskan tangan mu.." Rizki berkata singkat namun aura di seluruh tubuhnya begitu menakutkan bagi Kesya.
Ia pun melangkah dua langkah, dan tangan nya bersandar pada mobil pemuda gemuk seraya berkata penuh kelicikan." Berapa harga mobil mu? 300 juta kan..?" Tanya Rizki seraya tersenyum sinis.
"Kau mau beli satu? Hahahaha..." Pemuda gemuk tertawa merendahkan Rizki Nasir.." Lihat dirimu, kau tidak akan mampu membelinya dalam waktu 10 tahun.." Sambung pemuda gemuk itu menganggap rendah lelaki di hadapannya.
"Hehehehe..." Rizki terkekeh, Ia pun mengambil botol kecil dalam sakunya dan langsung meminumnya.
Tak butuh lama, tiba tiba urat di pergelangan kedua tangannya tampak terlihat, baju yang di pakai oleh Rizki Nasir seketika tersobek karna terlihat otot otot yang bermunculan di seluruh kedua tangannya.
Rizki pun langsung mengambil tonfa yang ada di dalam mobil milik pemuda gemuk itu dan.......................
Bersambung.
__ADS_1