
Pikiran nya gamang, tak punya keyakinan, antara percaya atau tidak, atau telinga nya yang bermasalah dengan mudahnya lelaki di hadapannya itu berkata akan membatalkan rencana pernikahan yang telah di ikat oleh dua keluarga besar Alicia dan Rizki Nasir.
"Apa kata mu." Xian menatap tajam kearah Rizki Nasir yang tampak bangkit berdiri dari duduknya.
"Kalau kau hidup bersama dengan lelaki seperti aku. Kau tidak akan merasa bahagia. Setelah kita batalkan pernikahan ini perusahaan akan tetap menjadi milikmu.." Rizki Nasir memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dan mulai melangkah kearah pintu ruangan Kafe.
"AKU..........! Ucapan Alicia berhenti di tengah jalan karna di sela oleh suara dari Rizki Nasir yang membuat Alicia langsung terdiam total dan tak percaya.
"Dua hari lagi aku akan mengatur waktu untuk pergi ke rumah mu dan membicarakan masalah ini bersama kedua Orang Tua mu."
"Aku pergi duluan dan sampai jumpa dua hari lagi.." Rizki melangkahkan kaki nya dengan cepat pergi keluar dari Kafe tersebut, meninggalkan Alicia yang masih mematung dengan keadaan yang sulit untuk di artikan.
Siang pun telah berubah menjadi malam, pertemuan singkat dengan rumor lelaki tak berguna, mampu membuat hati dan pikiran Alicia di buat gamang dan menggoyahkan seluruh hati nya awalnya akan bahagia bila terlepas dari sebuah pernikahan itu bila di batalkan. Namun apa yang terjadi rentetan peristiwa yang terjadi malam itu dan pengakuan dari tunangannya itu, membuat Ia bingung untuk memutuskan sebuah pilihan yang di berikan oleh Rizki Nasir.
"Apakah bahagia, senang dan itu yang di inginkan oleh nya dan keluarga serta orang lain, namun kini hatinya bimbang untuk memutuskan jawaban yang di berikan oleh tunangannya itu.
Alicia terus menerus semenjak kembali dari pertemuan dengan Rizki Nasir, Dian melamun tak bergairah hampur beberapa jam lamanya dia merenungkan kata kata Rizki Nasir seraya duduk di kursi sofa rumah nya.
"Alicia, ada apa? Setelah kau pulang ke rumah, kamu terlihat tidak begitu senang! Kamu seperti kehilangan jiwa mu saja, apa kau tidak enak badan?" Tegur seorang wanita setengah tua.
Suara langkah kaki tampak terdengar jelas di telinga gadis cantik berusia 24 tahun yang sedang duduk di sofa tanpa mau menoleh atau pun melihat langkah kaki yang semakin mendekat dan tampak sepasang suami istri setengah tua kini sudah duduk di hadapannya.
__ADS_1
"Putri ku Cia. Apa ada sesuatu yang telah terjadi.?" Tanya lelaki setengah tua yang tak lain ayahnya.
"DIA INGIN MEMBATALKAN PERNIKAHAN."
Tatapan nya kosong keatas mengacuhkan kedua Orang Tua nya, pikiran dan hati nya menjadi satu, berkecamuk dengan sebuah jawaban yang dia bingung harus menerima kenyataan ini atau pun bertahan dengan keyakinan dirinya.
"Dia.........! Apa maksud mu Rizki Nasir? Wanita setengah tua mengangkat bokongnya dan wajah nya menatap kearah Alicia, rasa kaget mendadak atas jawaban dari sang anak.
Lagi dan lagi Alicia memberikan exfresi dingin di wajahnya, walaupun sang ibu dan ayahnya begitu terkejut dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya.
"A... Apa....! Apa dia bener bener bilang begitu? Lalu bagaimana dengan perusahaan nya..?" Sang ayah ingin begitu jelas dengan jawaban dari anaknya walau bagaimana pun juga kedua orang tua nya tahu sipat dari Rizki Nasir.
"Dia memberikan perusahaan itu pada ku." Kata Alicia yang masih dalam exfresi dingin.
"Aku tidak peduli lagi, tidak masalah dia masih menginginkan perusahaan atau tidak, yang penting kau tidak akan menderita lagi." Sambung lelaki tua bergelar ayah kandung itu, sekian lama Putri satu satu menderita akibat ulah Rizki Nasir yang hanya bisa berfoya foya dan menghabiskan waktu pagi sampai pagi pagi dengan pekerjaan yang tak berguna.
"Alicia, Kak Sandi juga hari ini pulang, bagaimana kalau kita merayakan kabar bahagia ini bersama nya.." Saran sang ibu semangat empat lima di exfresi wajahnya.
Alicia bangkit dari duduk nya, mengacuhkan exfresi kebahagiaan dari Kedua Orang Tua nya, lalu Ia berkata sebelum meninggalkan mereka berdua.
"Aku sedang tidak enak badan, aku pamit pergi ke kamar dulu dan beristirahat.."
__ADS_1
Mereka di buat terkejut oleh anaknya, pikiran dan hati nya bertanya tanya tentang sipat anaknya yang berubah menjadi Gunung Es."
"................ Suami ku, apa kau merasa putri kita seperti nya tidak terlalu senang..?" Tanya Sang Istri berbisik kearah telinga suaminya yang sedang menatap punggung anak pergi menuju kamarnya.
"Benar juga Istri ku! Bukan kah seharusnya dia merasa senang! Tapi kenapa dia justru terlihat tertekan begitu.." Jawab sang suami berpikir keras dengan apa yang telah di perhatikan pada diri Alicia.
Tak lama kemudian setelah meninggalkan kedua orang tua nya di ruangan keluarga, dengan pikiran yang mungkin Kedua Orang Tua nya bertanya tanya tentang sipat anaknya yang berubah drastis menjadi dingin sedingin Gunung Es di negara tetangga.
Alicia pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya sekaligus untuk membuat otak nya fres dan santai untuk memikirkan sesuatu yang menurut nya sangat besar.
"*Dia sudah berubah , bener bener sudah berubah di bandingkan dengan dia yang dulu."
"Hampir lima jam aku berpikir keras akhir nya aku terbebas dari pria brengsek itu...... Namun kenapa aku justru tidak senang dan hati ku terlalu sakit di tinggalkan oleh Rizki Nasir*.
Pikiran dan hati nya bergejolak terus menerus di dalam kamar mandi, mengingat keburukan selama ini yang di lakukan oleh tunangannya, namun hanya sekejap saja membuat hati nya senang dan mungkin suka, setelah melihat dan bertanya dengan jelas sikap dan perubahan Rizki Nasir.
Waktu pun bergulir cepat, satu hari telah berlalu, dan kini hari yang mungkin di tunggu tunggu oleh keluarga Alicia dengan kebenaran akan sebuah ucapan yang di janjikan oleh Rizki Nasir yang akan datang hari ini pada anaknya untuk mengobrol sebuah pembatalan tentang pernikahan yang di rencanakan oleh kedua belah pihak.
Sepasang suami istri setengah tua tampak begitu gelisah berdiri di halaman rumah yang menghadap kearah jalan, pikiran pikiran kotor kini hinggap di otaknya sepasang suami istri itu, bagaimana tak berpikiran kotor sudah lewat 30 menit sesuai janji yang di tetapkan calon menantu itu tak kunjung tiba.
Ketika mereka berdua sudah tampak terlihat kesal dan kedua nya berniat kembali masuk ke dalam rumah untuk memberitahu kan pada anaknya untuk segera menghubungi Rizki Nasir tak kunjung tiba dalam waktu yang sudah di janjikan, tiba tiba kedua nya langsung membalikkan badannya kembali dan apa yang terjadi..............
__ADS_1
Bersambung.