Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
BENARKAH


__ADS_3

Malam ini langit sangat indah. Mendung tak hadir di atas sana. Bintang-bintang bertabur berjajar. Membias dalam angkasa raya.


Malam ini pun tak terlalu dingin biasa-biasa saja karena memang hujan tak turun, hanya sesekali suara gemercik kolam memecah sahdunya malam. Ku tatap singgasana langit seakan tersenyum menyapaku seakan menatap penuh tanya tentang keberadaan ku agar segera merengkuh asa yg menjulang.


Aktivitas di siang hari yang di lakukan oleh seorang pemuda dengan kepemilikan dua roh yang berbeda mulai mengusik dunia baru nya itu, orang yang hidup di kota mengenal nya pemuda tersebut, pemuda yang tak berguna, yang suka menghamburkan uang dan bermain main wanita di setiap club' malam.


Rizki Nasir yaa itu namanya, apakah sebuah kebetulan dengan dunia nya waktu itu, yang terpental masuk ke dunia masa lalu dan hinggap di salah satu tubuh lelaki tak BERGUNA.


Mempunyai sipat sombong, angkuh dan mesum serta kukuh dalam pendirian nya, bertolak belakang dengan pemilik tubuh yang sebenarnya. Bila Rizki Nasir sudah menginginkan apa yang ada dalam hatinya, maka siapa saja tidak bisa menolaknya, hal ini pun terjadi kepada Opsir wanita yang tadi sore menginterogasi nya.


Kini Rizki Nasir pun berjalan bersama dengan Opsir wanita itu di malam yang penuh dengan lalu lalang kendaraan menuju sebuah club' yang ada di kota Guangxi.


"Bukan kah kau ingin berteman dengan ku? Kenapa kau membawa ku kemari..?" Tanya Xian jelas dia mengetahui tempat yang akan di kunjungi nya itu.


"Upacara untuk merayakan pertemanan kita adalah kau harus menari bersama ku. Kau sudah menyetujui nya. Lo.." Sesaat Rizki berhenti kedua matanya menatap kearah wanita yang kini pakaian terbilang seksi.


Xian mendapat perkataan dan jawaban dari lelaki tersebut seketika membatin." Dasar hidung belang."


"Baiklah aku akan menari! Kau tidak mungkin berani berbuat sesuatu pada ku.." Langkah Xian mulai di percepat mengejar Rizki yang sudah berada di depan pintu.


Sesampainya di dalam, gemerlap lampu pun tampak saling bersahutan dengan di iringi musik yang mampu menggerakkan setiap tubuh yang berkunjung di tempat hiburan malam itu.


Rizki pun langsung menarik Xian untuk segera mencari bersama nya, tanpa ada penolakan sama sekali Xian pun hanya bisa menuruti kemauan nya untuk menari bersama Rizki.


"Jangan sembarangan menyentuh ku! Kalau masih kau terus menyentuh bokong ku, aku akan mematahkan tangan mu.." Kata Xian karna merasakan bokong Indah nya itu terus menerus di sentuh oleh Rizki malah saking enaknya Rizki mulai ******* ***** bokong itu.


"Benarkah." Rizki hanya singkat membalas setiap perkataan dari Xian dan exfresi wajahnya Xian pun memerah.

__ADS_1


"Aku dapat membuat segala jenis obat mujarab, mana mungkin gadis seperti nya tidak dapat ku dapatkan.." Ucap hati Rizki seraya kedua tangannya menekan keras bokong Xian.


"Krakkk..............!


Xian langsung mencakar punggung jari Rizki, karna remasan yang di berikan oleh Rizki membuat jengah dirinya.


"Aww....."


"Astaga. Galak sekali kau! Apa kau tidak ingin berteman dengan ku..?" Tanya Rizki sesaat terkejut dengan wanita yang sedang Ia goda itu.


"Tentu saja aku akan tetap berteman dengan mu! Aku akan menari bersamamu sampai selesai, hanya saja.............


Ucapan Xian terhenti dan mengacungkan jari tengah nya kepada Rizki seraya berkata." Kalau sampai kau sembarangan menyentuh bokong ku atau tubuh yang lainnya. Jangan salahkan aku kalau aku tidak akan sungkan kepada mu."


Bukan rasa takut atau pun mundur dari panggung tempat menari itu, mendapatkan ancaman dari seorang wanita yang berprofesi sebagai polisi itu, justru Rizki Nasir merasa tertantang dengan wanita yang ada di hadapannya itu.


"BENARKAH.." Seringai licik di bibirnya menggetarkan tubuh sang polisi wanita itu.


"Ya ampun." Tubuh gadis ini sangat seksi.." Puji pengunjung club malam itu.


"Tidak kusangka kawan, aku bisa melihat barang berkualitas tinggi begini....." Timpal pengunjung lainnya memuji bentuk tubuh polisi wanita itu.


"Laki laki yang bisa menari dengan nya itu bener bener beruntung.." Kata lelaki yang sedari tadi tak berkedip melihat Indah nya wanita ciptaan tuhan yang begitu sempurna.


"Hei kawan tunggu........ Dua penari itu sungguh sangat aneh gerakan nya coba lihat..." Lelaki di sampingnya menunjuk kearah Rizki dan Xian yang gerakan nya seperti orang sedang berkelahi.


Dalam tontonan di club' itu, Rizki Nasir yang mencoba untuk memegang tubuh tubuh wanita yang menjadi lawan nari nya itu, selalu di patahkan oleh Xian..

__ADS_1


"Hiatttt..............."


Tangan kanan Rizki Nasir mencoba untuk memegang salah satu Gunung kembar yang begitu besar dan menggairahkan, namun Xian langsung berkelit dan punggung jari Rizki Nasir pun tergores akibat cakaran Xian.


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz....."


Gagal dalam serangan pertama, Rizki pun langsung mencoba kembali, kini dalam pikiran nya, sasaran utamanya adalah bokong yang mirip seperti gitar spanyol itu.


"Ahkkkkkkk................"


Lagi dan lagi Xian mampu menggagalkan nya, malahan kini cakaran semakin keras, hingga Rizki Nasir pun merasakan kesakitan akibat serangan balikan yang di berikan oleh wanita yang bertugas di salah satu kepolisian tersebut.


"Aku tak akan menyerah begitu saja, rasakan serangan brutal ku ini.." Batin hati Rizki bergejolak.


Xian tersenyum sinis penuh kemenangan, tatapan kedua matanya memandang remeh pria di hadapannya itu.


"Rasakan serang penuh ku ini..."


Kedua tangan Rizki Nasir seketika langsung mengarahkan pada dua Bukit Gunung Kembar yang begitu indah dan sedap di pandang mata.. Namun Ke dua Gunung itu seketika tertutup oleh dua pusaka tangan yang begitu halus, namun terasa menyakitkan bila bersentuhan dengan pusaka itu, hingga Rizki pun merasakan rasa sakit bersimpuh kecewa karna tak mendapatkan apa yang di inginkan nya.


"Bener bener deh dua orang itu bukan sedang menari, tetapi sedang berkelahi.." Komentar yang di lontarkan oleh para pengunjung club malam tersebut.


Empat puluh menit berlalu, Xian pun menyudahi acara menari nya itu dan langsung beranjak keluar dari club itu, di ikuti oleh Rizki Nasir yang prustasi karna tidak mendapatkan apa yang di inginkan nya itu.


"Jangan lupa apa pekerjaan ku! Kau ini terlalu meremehkan kemampuan ku yang sesungguhnya." Xian mengibaskan rambutnya tak memperdulikan pria di belakang nya itu yang merasakan sakit di kedua punggung telapak tangan nya itu.


"Hos..... Hos..... Ahk..........." Nafas Rizki tak beraturan."

__ADS_1


Xian mulai melangkah menuju mobil yang terparkir di area club itu, tiba tiba langkah kaki nya terhenti ketika di atas saku celana nya terdengar suara telepon berdering hingga memekakkan telinga nya itu.


Bersambung.


__ADS_2