
Tampak seorang pemuda yang tak asing di lihat oleh Ayah dan Ibu Alicia sedang mengayuh sepeda kuno lalu berhenti tepat di depan perkarangan area rumah nya.
"Rizki Nasir ternyata, namun Ia mengendarai sepeda kuno." Kaget lelaki setengah tua melihat nya.
"Padahal dulu dia tidak akan sudi mengendarai mobil di bawah harga lima ratus juta! Namun dengan kedua mataku aku melihat dia datang kesini dengan mengendarai sepeda ontel yang di buat saya masih perawan.." Batin hati wanita tua bergejolak tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Hal serupa pun tak luput dari pandangan Alicia yang melihat nya, dan lagi dan lagi Ia di buat kaget sekaligus kagum atas perubahan yang di alami oleh tunangannya itu.
"Paman dan Bibi, ayo kita ngobrol di dalam.." Rizki membuyarkan lamunan mereka berdua hingga beberapa kali ucapan salam tak di respon oleh pasangan suami istri itu.
"Ahk... Eahk... Ayo kita masuk.." Kata kata nya gelagapan dan langsung berjalan kedalam dengan di ikuti oleh Rizki Nasir.
Sesampainya di ruangan tamu, dan minuman kaleng untuk menemani obrolan di siang itu sudah terpampang di meja tamu tersebut.
"Paman Fong dan Bibi, di sini aku akan bicara langsung pada intinya, maksud kedatanganku hari ini adalah aku berencana untuk membatalkan pernikahanku dan Alicia.." Rizki memulai percakapan pertamanya dan langsung menjelaskan kedatangan nya itu.
Mereka berdua langsung terdiam, hal serupa juga Alicia sungguh gamang pikiran nya, apa yang di katakan oleh lelaki tak berguna dua hari sebelum, bukan omongan belaka, dia datang bagai seorang lelaki sejati dan menepati janji yang telah di ucapkan.
"Aku semakin penasaran dengan mu wahai lelaki brengsek.." Umpat hati Alicia memandang wajah Rizki Nasir dan membuatnya nyaman.
"AKU TIDAK CUKUP BAIK UNTUK ALICIA.!
"Karena dia telah mengalami banyak kesulitan setelah bertunangan dengan ku. Jadi sekarang saat nya, untuk membatalkan pernikahan ini.." Sambung Rizki.
"HUH.."
Kedua orang tua Alicia mendengus kasar membuang nafas secara bersamaan sebelum salah satu dari mereka berkata."
"Ternyata kau tau apa yang seharusnya kau lakukan! Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kembali kepada keluarga Besar Ki..?" Tegas lelaki tua itu bertanya.
"Keluarga apa itu? Tempat apa itu? Apa aku harus selalu menuruti apa yang mereka perintahkan." AKU TIDAK AKAN KEMBALI PADA KELUARGA KI.
__ADS_1
Jawaban dari Rizki mampu membuat mereka kembali terkejut dan semakin penasaran di buat olehnya."
"Apa mereka menolak mu? Kalau begitu kenapa kau memberikan perusahaan mu itu untuk Alicia..?" Tanya lelaki bernama Fongsi itu dengan suara yang begitu tinggi.
Rizki bangkit dan mengeluarkan sebuah maf yang di simpan dalam balik jaket nya, lalu meletakkan maf itu di atas meja sambil berkata.."
"Dia pantas menerima nya, karena dia lah yang terus bekerja keras untuk mempertahankan perusahaan itu. Dimana aku tidak melakukan apa apa?
"Alicia, tanda tangani dokumen ini dan perusahaan akan menjadi milikmu.." Titah Rizki Nasir.
"Letakkan saja di situ, aku akan melihatnya ketika memiliki waktu senggang.." Jawab Alicia acuh, namun mereka tidak mengetahui bahwa hatinya begitu sakit ketika Rizki Nasir bener bener datang kerumahnya untuk membatalkan pernikahan nya.
"Alicia apa lagi yang sedang kau pikirkan! Kau dan Rizki Nasir masih belum menikah, kau tidak akan kehilangan apa pun.." Sahut Ayah nya dengan kasar, Ia bener bener bingung dengan sipat anaknya itu.
"Ayah, aku tahu apa yang pasti akan aku lakukan.." Jawab Alicia dingin sedingin salju.
"Rizki Nasir. Apa kau orang yang mengirim uang untuk membayar seluruh hutang perusahaan.,.?" Alicia menatap kearah Rizki Nasir yang berdiri di hadapan nya.."
"YA.." Anggun Rizki Nasir cepat."
"Dan kau mau membatalkan pernikahan ini? Kenapa kau melakukan nya, jelaskan pada ku hah.."
"Anggap saja itu sebagai penebus kesalahan yang sudah ku perbuat selama ini kepada mu.." Jawab Rizki begitu tenang dan santai.
"PENEBUSAN! Kau tanpa ragu memberiku uang sebanyak 2,9 miliar itu, hanya sebagai PENEBUSAN.." Emosi Alicia memuncak dia bener tak mengerti dengan pola pikir tunangan nya itu.
"Apa............. 2,9 miliar........... Ahkkkkkkkkkkkkkkkk........"
"Obat! Aku akan segera mengambil obat untuk mu.." Panik ibu dari Alicia setelah apa yang terjadi pada suaminya yang tiba tiba langsung jatuh menahan rasa sakit akibat rasa terkejut mendengar jelas perdebatan antara Alicia dan Rizki Nasir.
"Ayah." Teriak Alicia ikut panik dan langsung membantu mengangkat Ayah untuk segera berbaring di kursi, sang ibu langsung memberikan minum obat yang sudah di ambil di tempat biasa, sedangkan Rizki Nasir sendiri hanya menatap iba pada lelaki yang terbaring di sofa panjang itu.
__ADS_1
"Suamiku, kenapa kau tiba tiba terkejut begitu. Dokter sudah menyuruh mu untuk tidak terlalu bersemangat. Bukan? Apa kau sudah lupa.?" Tanya Sang Istri jelas menghawatirkan kesehatan suaminya yang telah menemani hidup kurang lebih 25 tahun itu dan memberikan satu orang putri yang begitu cantik.
"Uang sebanyak 2,9 miliar di berikan be... begi... begitu saja....."
"Arhkkkkkkkkkkkkk.."
Fongsi lagi lagi menahan dadanya karena sedikit berbicara saja merasakan rasa sakit pada jantung nya.
"Ayah! Ayo kita pergi kerumah sakit.." Ajak Alicia dengan senyuman manis.."
"Alicia, tak usah membawa Paman Fong ke rumah sakit. Dan jangan khawatir, Biarkan aku mencoba nya.." Rizki selangkah maju untuk memeriksa lelaki yang terbaring itu, mereka tidak merasa kaget karna sebelumnya sudah mengetahui dari anaknya bahwa tunangan nya itu mempunyai ilmu kedokteran tradisional.
Rizki langsung memperlihatkan ketrampilan nya di depan mereka, dan apa yang di lihat oleh Alicia dan ibu nya, serta apa yang di rasakan oleh Paman Fongsi, sungguh di luar nalar.
"HUAGA!
"YITONG!
"ZIGONG!
"ZHONGWAN!
Setiap totokan yang di arahkan pada kata yang keluar dari mulut Rizki Nasir, membuat Alicia dan ibu nya tersentak kaget dan hanya beberapa menit saja, pijitan di sertai totokan itu sudah selesai.
"Dia tahu cara nya memijat, dari mana dia memperlajari nya.." Ucap kagum Alicia.
"Pinggang dan punggung nyeri, sering menggigil kedinginan, rasa kantuk yang berlebihan dan badan lemas, butuh istirahat yang cukup.." Terang Rizki menjelaskan akar penyakit yang di derita oleh lelaki itu.
"Ambilkan aku pulpen dan selembar kertas, aku akan memberikan resep untuk kesembuhan paman Fongsi.." Pinta Rizki.."
"Ehk... Iya ya..." Alicia terbata bata dan langsung mengambil apa yang di minta tunangan nya itu.
__ADS_1
Tak lama beberapa menit Alicia pun langsung kembali dan memberikan sebuah pulpen sekaligus dengan sebuah buku dan Rizki pun langsung menulis resep obat tersebut.
Bersambung.