
"RIZKI NASIR.
Wanita cantik tersentak kaget bahwa apa yang di lihatnya adalah orang yang tinggal seatap dengan dirinya.
"Hei hidung belang ternyata kau yang menyebabkan keramaian ini. Bukan kah ini terlalu berlebihan.." Wanita itu langsung melangkah dan kini berdiri di hadapan Rizki Nasir.
"Uhk...." Hentakan nafas kasar oleh Rizki Nasir yang sedari tadi menahan rasa kesal dalam dirinya akibat pertanyaan pertanyaan dari para pengunjung.
"Aku sudah berusaha melakukan dengan cara yang paling sederhana. Tadi nya aku justru ingin mendemonstrasikan. Obat yang dapat menyembuhkan segala penyakit, dengan kemampuan racikan ku.." Kata Rizki Nasir terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
"Reporter Riani, kalau kau masih sibuk, kau tidak seharusnya berada di sini kan.."
"Kalau kau melakukan dengan cara ini, aku yakin tidak akan ada pasien yang berani datang kepadamu. Kau harus menggunakan trik khusus.." Riani berkedip sebelah matanya, membuat Rizki Nasir membuka kacamata nya dan keningnya berkerut.
"Hari ini aku akan membuatmu terbelalak dengan apa yang akan ku lakukan.." Sambung reporter Riani itu.
Wanita berstatus lajang dengan profesi sebagai reporter di salah satu stasiun televisi itu pun langsung memanggil para tim untuk menyiarkan siaran langsung.
"Apa kau sudah siap..?" Tanya Riani setelah tim dan peralatan lainnya stambay untuk melakukan siaran langsung, Rizki pun langsung mengangguk dan mengangkat jempolnya.
"Selamat malam, Tuan Ki, saya ingin bertanya pada anda, apakah dengan melakukan, apakah kau berpikir akan ada pasien yang akan datang pada mu..?" Reporter cantik itu langsung memberikan pertanyaan inti pada pemuda yang sedang mempromosikan kehebatan nya di pusat kota.
"Aku yakin pasti akan ada orang yang merasa yakin akan kemampuan ku.." Jawab Rizki santai seraya tersenyum penuh arti.
"Apakah menurut mu mempromosikan diri dengan cara yang sangat unik ini akan berhasil.." Reporter Riani bertanya kembali memang itu yang harus di lakukan atas profesi yang sedang di lakoni oleh nya.
__ADS_1
"Orang lain tertawa dan menganggap aku seperti orang gila, sedangkan aku tertawa karena mereka tidak tahu kemampuan ku yang sebenarnya..." Terang Rizki memuji dirinya sendiri.
Sementara di bagian timur kota Guangxi, tepat nya di salah satu bangunan bertingkat, tampak dua wanita yang satu nya duduk di kursi kebanggaan nya itu, awalnya menatap serius ke arah televisi yang sedang menyiarkan secara langsung seorang pemuda yang Ia kenal di wawancarai oleh seorang reporter wanita.
"Puuhhh...................." Wanita itu tersedak dan menyemburkan airnya ketika melihat salah satu televisi menyiarkan secara langsung tunangan nya itu.
"Hahahaha...... Apa dia sadar apa yang sedang dilakukan nya saat ini..." Tawa bahagia tampak terlihat oleh sekertaris wanita yang menjabat sebagai Manager di perusahaan milik tunangannya tersebut.
"Manager apa kau tidak merasa kesal? Karena saat ini dia masih menjadi tunangan mu, tapi dia justru melakukan hal yang memalukan seperti itu..?" Tanya Sang sekertaris ikut tertawa cekikikan.
"Hal yang menarik seperti ini, tentu saja tidak akan membuat ku marah, aku sangat penasaran apa yang akan sebenarnya dia lakukan." Pandangan matanya tak beralih dari layar televisi, bibirnya terus menerus berseri seri, hati nya berbunga bunga.
##
Di kediaman keluarga besar Ki, tampak sedang berkumpul di ruangan keluarga, mengobrol santai di iringi canda di antara keluarga besar itu.
Diki beranjak dari duduknya mengambang remote dan langsung menekan tombol power, seringai licik di bibirnya melihat lelaki anak dari Paman nya, sedang di wawancara dan terlihat angkuh dalam nada bicaranya.
"Kau tanya kenapa aku memakai kacamata hitam? Tentu saja untuk melirik para wanita.
"Hmmmmmmm.." Masa!
"Memang nya apa lagi kegunaan kaca mata hitam selain untuk terlihat keren agar para wanita tertarik.."
Tampak terlihat jelas di mata mereka yang sedang duduk santai di ruangan keluarga besar Ki.. Kesempatan untuk menjatuhkan anak dari Paman nya itu di hadapan sang Kakek agar ahli waris keluarga tidak akan jatuh pada Rizki Nasir.
__ADS_1
"Ayah, aku tidak salah lihat kan! Bukan kah dia anak yang tidak berguna.." Teriak Diki dengan amarah yang di buat buat agar para tetua yang duduk di ruangan tamu, tersulut emosi nya, setelah apa yang di lakukan oleh Rizki Nasir.
Kisri dan Ayah dari Diki hanya bisa tertunduk malu, setelah melihat apa yang ada di stasiun televisi, amarah yang tertahan jelas terlihat oleh Ayah dari Rizki Nasir.
"Hai..... Adik Kedua bukan kah itu adalah anak yang kau hasilkan dari hubungan gelap mu..?" Lelaki yang duduk di samping Diki merendahkan lelaki setengah tua di hadapannya.
"Aku tidak peduli kalau anak itu kembali ke kota Guanxi dan tidak mengabari ku. Tapi apa yang dia lakukan sekarang bener bener memalukan keluarga ini.." Tatapan mata nya menatap tajam kearah Kakak nya.
"Brakkk.........."
"Omong kosong apa ini! Dia sudah mempermalukan seluruh anggota keluarga Ki.."
Pukulan keras pada sebuah meja, akibat amarah yang tertahan menahan malu ulah Rizki Nasir yang melakukan siaran langsung dan berpikir oleh mereka keluarga Ki bahwa Rizki Nasir sedang mengemis dengan dalih mempraktekkan keahlian sebagai ahli peracik obat.
"Fikri , aku tahu selama ini kau selalu membantu nya secara diam diam! Mulai sekarang kau sama sekali tidak boleh memberi bantuan kepadanya! Perbuatan nya yang kini di lakukan bener bener telah mencoreng nama baik keluarga kita.." Geram Kisri pada tayangan yang ada di televisi tersebut.
............. AYAH TAPI DIA PUTRA KU..."
Fikri berhenti ucapannya, dengan santai anak dari kakak nya memotong pembicaraan nya dan semakin menjelekkan Rizki Nasir.
"Kakek, kemarin aku baru saja bertemu dengannya. Coba tebak apa yang dia katakan.." Diki mencari muka di hadapan sang Kakek."
Sang Kakek menatap tajam pada Diki, begitu juga yang lain nya.." Dia berkata kalau kekuasaan keluarga Ki pasti akan segera jatuh ke tangannya. Dan saat setelah itu tiba dia pasti akan memberi pelajaran kepada kita semua.." Terang Diki, membuat amarah dari Kisri yang tak lain Kakek nya semakin marah tingkat dewa.
"Baiklah! Berani nya dia berkata seperti itu! Fikri, kalau kau berani memberi bantuan lagi kepadanya, jangan salahkan aku kalau aku akan marah besar dan memberi pelajaran pisik pada putra mu.." Ancam Kisri pada anak keduanya itu.
__ADS_1
Diki seringai licik di bibirnya, pamor Rizki Nasir sudah bener bener hancur di keluarga nya, Ia pun langsung mengatakan sesuatu yang akan membuat ayah nya marah dan bisa langsung membenci saat ini juga setelah Diki memberi tahukan tentang apa yang terjadi antara Rizki dan Alicia.
Bersambung.