
"baik yang mulia,,saya akan langsung melaksanakannya ''
Bailon pun pamit undur diri dan langsung mengerjakan perintah raja.
''verlita...bagaimana kamu bisa memikirkan rencana itu?'' tanya Dave penasaran
''hehe...saat di ruangan ayah aku mendengar penjelasan Duke Bailon. menurut ku itu kurang bagus.banyak hal-hal yang merugikan kerajaan.''jawab verlita polos
''wah...hebat sekali anak ibu..'' kata ratu dengan mata bahagia
''tapi aku masih bingung...ayah,yang mengerjakan pertambangan siapa? rakyat kah?'' tanya verlita
''iya putri ku..semua di kerjakan oleh rakyat'' jawab raja
''gajinya bagaimana?''
''kita memberikan 20 perak untuk setiap bulannya''
(aduh.! 20 perak itu berapa ya?) benak verlita
''ehm...20 perak itu,kalau untuk membeli beras dapat berapa kilo?'' tanya verlita
''ehm....sekitar 100 kilo''
verlita berfikir keras untuk masalah gaji rakyat.
(kalau di dunia ku dulu,beras yang lumayan bagus kalau 10 kilo harganya 150ribu. berarti kalau 100 kilo jadi 1.500.000??. gila! kecil banget gajinya.!!)
''siapa yang memberi saran itu ayah?'' tanya verlita
''itu adalah keputusan bangsawan di setiap wilayah.''
''astaga..! itu terlalu kecil ayah.! bagaimana dengan yang memiliki anak? apa mereka memiliki tunjangan?'' kata verlita yang meninggikan nadanya seperti kesal
semua terkejut melihat sosok verlita yang emosi.
hal baru yang mereka dapatkan dari sosok verlita.
''apa maksud mu sayang..coba jelaskan dengan perlahan..'' kata ratu menengahi
verlita menarik napas dalam-dalam..
''begini ibu,,,,kalau di berikan gaji segitu,itu jauh dari cukup. bagaimana kebutuhan yang lain.? apa mereka bekerja hanya untuk makan? apa anak mereka tidak sekolah? apa mereka tidak menabung? apa mereka tidak ada keinginan membeli baju baru?'' rentetan pertanyaan verlita muncul dan tanpa terasa air mata nya mengalir.velita teringat kembali masa lalu nya yang sulit untuk merasakan semua itu.
semua kelabakan melihat verlita yang menangis.
''verlita..kenapa kamu menangis??'' tanya raja
''iya,,,kenapa kamu menangis sayang. itu adalah keputusan dari hasil rapat semua bangsawan.''jelas ibu
''aku tidak apa-apa... sekarang aku akan memberikan pertanyaan pada semua yang ada disini....
siapa pemilik negara ini?siapa pemimpin negara ini?siapa yang mengambil keputusan di negara ini? Jawaban ku adalah raja....Lalu siapa yang membantu raja?untuk siapa negara ini?apa tujuan raja?apa yang harus dipikirkan raja setiap hari? Jawaban ku kemakmuran Rakyat... siapa itu Bangsawan? apa yang sudah mereka lakukan? mereka membantu diri mereka atau rakyat? yang mereka makan itu hasil kerja siapa?.....negara ini sangat rapuh ayah...ini hasil pemikiran ku. sekarang aku lelah...silahkan cerna pertanyaan ku tadi..aku permisi...''
verlita meninggalkan ruangan yang suasananya
__ADS_1
''ayah...sepertinya kita perlu merundingkan ini.walaupun kita tak pernah memikirkannya selama ini,tapi perubahan yang di usulkan verlita sepertinya bagus. dan kita bisa memotong campur tangan bangsawan untuk negeri ini.'' kata Rage
''ehm...benar. ayah sebenarnya setuju dengan pemikiran verlita.tapi kita harus melakukannya dengan hati-hati. dan perketat keamanan verlita.'' kata raja
''anak perempuan ku ternyata benar-benar akan membawa perubahan bagi dunia ini. semoga negara kita juga bisa lebih baik lagi dengan adanya perubahan nanti.'' kata ratu dengan penuh haru
''aku akan mendampingi verlita,ayah. sepertinya ada rasa kesal di dirinya...biarkan aku bicara padanya'' kata Dave
''pergilah..hibur adik mu'' perintah raja
####
KAMAR VERLITA
''aku kesal.! aku sedih...! hu hu hu hu'' teriak verlita setibanya di kamar
dia naik ke kasurnya dan memukuli bantal yang tidak bersalah.
''tuan putri....'' anna menghampiri
''maaf anna,,aku ingin sendiri. bisakah kalian tinggalkan aku sendiri?'' pinta verlita yang masih terisak
''hem..baiklah..aku dan cailon ada di luar pintu. panggil kami jika ada yang putri perlukan''
''ehm'' jawab verlita tanpa melihat anna
anna keluar ruangan.berdiri di depan pintu bersama cailon. mereka tidak tau apa yang terjadi.tapi yang pasti,mereka cemas melihat tuan putri yang biasanya ceria tiba-tiba menangis.
selang beberapa lama....pangeran Dave datang.
'' kenapa kalian di luar?'' tanya Dave
'' baiklah..aku akan masuk''
Dave membuka pintu kamar.masuk ke dalam dan menutup pintu kembali.
di lihatnya verlita di atas kasur sambil memeluk bantal dan masih sesenggukan karna tangisannya.
Dave menghampiri...
''verlita...'' Dave duduk di sisi ranjang.dan mengelus rambut verlita
''ehm...'' jawab verlita tapi tetap tak bergeming
'' tenangkan hati mu...bicaralah jika sudah siap. kakak akan mendengarkan semuanya......'' kata Dave dengan lembut
tak ada tanda-tanda pergerakan dari verlita. masih terdiam....
''perlu kamu ketahui...setiap masalah harus segera di selesaikan. dan kita harus bisa menjelaskan masalah itu agar orang lain mengerti kondisinya.''
lanjut Dave...menunggu respon dari verlita
verlita membalikkan wajahnya yang masih di bantal.
wajah yang amburadul akibat tangisannya.
__ADS_1
Dave yang melihatnya hanya bisa menahan tawa.
''aku baik-baik saja kakak..'' jawab verlita
''ya..kamu baik-baik saja.tapi...sepertinya kau butuh cermin...'' kata dave sambil terkekeh...sekuat mungkin menahan tawanya.
verlita langsung bangun dari ranjangnya menuju meja hias.
''aaaahhkkkkkkkk..!!!!'' teriak kencang verlita
anna dan cailon langsung masuk ke dalam kamar
''tuan putri..! ada apa??'' tanya anna dengan kekhawatiran
cailon langsung mengecek sekeliling...
'' anna....wajah ku...'' kata verlita dengan tatapan lucu.
semua orang tertawa setelah melihat wajah verlita
''ahhhhhh jangan menertawai ku.....'' keluh verlita
'' ayo kita bersihkan putri..bagaimana jika tuan putri sekalian mandi dengan berendam air hangat.itu bisa membuat tuan putri lebih tenang..''
''ayo...aku sudah takut melihat wajah ku '' jawab verlita...
''baiklah...kalau begitu kakak akan menunggu di taman...Cailon berjagalah di luar..'' kata Dave
'' iya kak...nanti setelah mandi aku kesana '' jawab verlita
Verlita menikmati aroma bunga yang di taburkan di bak mandinya...
pikirannya menjadi lebih tenang.
'' susah sekali mengatur emosi ku...Tuhan...bolehkah aku mengubah rakyat disini menjadi lebih makmur lagi..? kasihan anak-anak yang terlantar akibat perang...'' guman verlita
''hhhhh aku akan mulai dari hal kecil dulu...''
setelah selesai membersihkan diri...verlita bersama anna dan cailon menuju Taman.
di sana pangeran Dave sedang menikmati Teh dan terlihat banyak makanan manis di meja.
''kakak....'' kata verlita yang langsung duduk di kursi samping pangeran Dave
'' itu ada susu strowbery untuk mu..dan semua makanan ini untuk mu..'' kata Dave
''uwaahhhh....terimakasih kakak ku sayang...'' kata verlita yang langsung meminum susu favoritnya
''pelan-pelan...nanti bisa tersedak ''
'' hehehe iya kak....''
'' apa ada yang ingin kau ceritakan....??'' tanya Dave
membuka pembicaraan.
__ADS_1
verlita meletakkan gelas yang sedang dia pegang.
''bukan...lebih tepatnya aku ingin kakak membantu ku..'' jawab verlita serius