AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 72


__ADS_3

Evan tersenyum melihat gaya Verlita saat membaca.


Satu jam..dua jam...hingga tiga jam berlalu...


Verlita sudah terlelap...


Evan mengambil selimut yang ada di lemari dan menutupi tubuh Verlita.


Evan mengelus rambut Verlita lalu duduk kembali di kursi tadi.


Dengan tenang ia menjaga Verlita sambil terus membaca buku.


Setelah beberapa jam tertidur,Verlita bangun dan melihat ke sekeliling nya..


'' Ah...aku ketiduran ternyata...'' lirih Verlita sambil mengucek matanya


Di lihatnya seorang pria yang tertidur di kursi dengan menahan tangannya ke meja.


Adegan yang biasanya dia lihat di televisi...


Tangan menopang kepala....


Seakan ada cahaya yang menyinari wajahnya...


Lalu rambutnya yang bergoyang terkena tiupan angin..


'' Tampan...'' guman Verlita pelan


'' Kasihan para ksatria ku...dari Cailon,Neil hingga Evan,,tak ada yang bisa memiliki waktu untuk pacaran'' kata Verlita berguman


Verlita turun dari ranjang nya sambil membawa selimut dan memakaikannya ke punggung Evan.


Namun....


GREB!!


'' Kyaaaaa!!?'' teriak Verlita yang sekarang sudah di pangkuan Evan.


Evan yang intuisi nya bagus langsung memegang tangan yang di kira ingin menyerangnya.


'' Evan...! Ini aku....'' rengek Verlita


'' ah..maaf putri...'' kata Evan yang langsung melepaskan Verlita dari pangkuannya


'' sakit tau....'' rengek Verlita sambil memegang pergelangan tangannya


Evan langsung berdiri dan menarik tangan Verlita yang sakit.


'' Huuff....huffttt'' Evan meniup pergelangan Verlita


'' Maafkan saya....'' kata Evan pelan sambil meniup pergelangan Verlita


Verlita hanya diam saat Evan melakukan itu...


'' Tidak apa-apa..nanti akan sembuh...'' kata Verlita menenangkan Evan yang merasa bersalah


Evan masih menatap ke pergelangan Verlita dengan rasa bersalah....


'' Evan....mau sampai kapan kamu memegang tangan ku....ayo kita pergi makan saja. aku lapar...'' Verlita mengalihkan pembicaraan


'' Baiklah...'' Evan berdiri dan melepas tangan Verlita


'' Ayo..'' kata Verlita yang berjalan duluan menuju ruang makan.


Karna sudah lewat jam makan siang, jadi hanya dia yang ada di ruang makan.


Dia meminta pelayan menyiapkan makan untuk nya..


Verlita menahan pergelangan tangan nya yang sebenarnya masih sakit,saat memegang sendok untuk makan.

__ADS_1


Ia tak ingin Evan mengetahuinya ...


Bayangkan saja tangan Evan yang kekar dengan refleks mencengkram tangan Verlita yang mungil.


Tentu saja sakit nya masih terasa.


( Singa kalau kaget saat tidur emang bahaya...!! ) batin Verlita sambil mengingat kejadian tadi


*******


Dua hari sudah Verlita berdiam diri di istana untuk istirahat....


Hari ini dia semangat untuk melakukan aktifitasnya.


Setelah sarapan pagi bersama,dia dan Dave pergi ke perusahaan.


Verlita sudah rindu melihat wajah kekasihnya.


Dan dengan wajah seceria mungkin dia masuk ke ruangan kerjanya.


Tapi tak mendapati Elias...hanya ada Frans yang duduk di mejanya.


'' Putri sudah sembuh?'' tanya Frans yang langsung berjalan mendekat


'' Terima kasih Frans...aku sudah baikan.'' kata Verlita sambil melihat meja Elias


'' Ehm...Elias hari ini ijin tidak masuk.'' kata Frans yang tau Verlita mencari Elias


'' Ooh...apa dia sakit?'' tanya Verlita


'' Tidak,dia mengatakan ada urusan keluarga'' jelas Frans


Verlita manggut-manggut mengerti.


Mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.


( hhhhh aku kangen ......) gerutu Verlita dalam hati


*******


Di tempat lain,Elias di sibukkan dengan kedatangan Rosita beserta keluarganya.


Elias di paksa untuk menyambut kedatangan Rosita.


Dan setelah kedatangan Rosita,semua berkumpul di ruang keluarga.


Basa basi ucapan salam Elias lakukan dengan terpaksa.


'' Bagaimana? kapan kita buat acara pernikahan nya?'' ucap ayah Rosita dengan semangat


Elias diam menahan amarahnya,sedangkan Rosita menunjukan ekspresi malu-malu.


'' Secepatnya juga bisa..'' jawab Ayah Elias


Ayah Rosita yang menyayangi putri nya berusaha memberikan segala yang di minta Rosita.


Ia tak peduli walaupun Elias memiliki kekasih.


'' Baguslah....tak bisa lama meninggalkan mansion ku. Bagaimana kalau kita adakan Minggu depan di sini? Apa memungkinkan untuk mu ? masalah dana serahkan pada ku....'' ucap ayah Rosita


'' Paman..'' Ucap Elias


'' Oh tentu saja bisa...aku akan mengurus semuanya'' kata ayah Elias memotong perkataan Elias


'' Baguslah kalau begitu....'' kata Ayah Rosita


'' Elias...bawalah Rosita ke butik langganan kita. Beli gaun pengantin yang paling mahal.'' kata Ayah Elias


Elias langsung berdiri....

__ADS_1


'' Biarkan Rosita istirahat dulu hari ini,dia pasti lelah. Besok saja kita pergi.. aku pamit dulu.'' kata Elias sambil meninggalkan ruangan itu


'' Anak itu..!'' kesal ayah Elias


'' Sudah lah...mungkin dia masih kaget dengan pernikahannya..Rosita istirahatlah dulu....'' kata Ayah Rosita


'' Baik ayah...saya permisi dulu paman...''kata Rosita


~~ Rosita pergi ke kamarnya untuk beristirahat,sedangkan Elias stres di kamarnya.


'' Apa aku ajak Verlita menikah saja?''guman Elias


Elias langsung berdiri dan pergi menuju Perusahaan.


Sesampainya di perusahaan dia langsung menghampiri Verlita.


'' Elias...'' kata Verlita yang kaget melihat Elias yang datang seperti di kejar-kejar sesuatu


'' Bisa kah kita bicara sebentar?'' pinta Elias


'' Bisa..'' kata Verlita bingung


'' Ayo kita bicara di ruangan sebelah'' kata Elias


Mereka pun pergi ke ruangan sebelah yang biasanya di gunakan untuk meeting.


Dave dan Frans hanya saling pandang melihat aksi dua sejoli itu.


'' Ada apa Elias...?'' tanya Verlita yang berdiri berhadapan dengan Elias


GREP..! Elias memeluk erat Verlita...


Suara jantung nya yang menggebu terdengar jelas oleh Verlita.


Setelah agak tenang,Elias melepas pelukannya.


'' Verlita...'' kata Elias


Verlita hanya menatap mata Elias sambil mendengarkan


'' Maukah kamu menikah dengan ku?'' tanya Elias


Ada perasaan senang sekaligus kaget di hati Verlita.


Tapi ada juga terselip keanehan dari permintaan Elias.


'' Ya..aku mau menikah dengan mu. '' jawab Verlita tapi masih melihat mata Elias yang sepertinya menyembunyikan sesuatu


'' Ayo kita menikah besok.'' kata Elias sambil memegang kedua lengan Verlita


'' Besok? itu tidak mungkin....kamu tau status ku,,pernikahan ku pasti memakan persiapan setidaknya satu bulan untuk menyebar undangan'' Jelas Verlita


'' Kita pemberkatan saja dulu,setelah itu baru kita adakan pestanya'' kata Elias dengan menggebu-gebu


'' Hari ini kamu aneh...apa kamu punya masalah?'' tanya Verlita


'' hhhhh'' Elias menghela nafasnya


'' Biasanya perempuan yang ingin segera di nikahi,ini malah kamu seorang laki-laki yang ingin buru-buru menikah.bahkan itu besok'' celoteh Verlita


Elias terdiam...wajah frustasi nya tak sanggup untuk menjelaskan pada Verlita.


Dia takut Verlita akan sakit hati...


'' Kamu kenapa?? bukannya aku menolak ajakan mu..tapi aku perlu tau alasan mu ingin menikahi ku besok'' desak Verlita


'' Aku...aku di jodohkan dengan anak paman ku.'' kata Elias pelan


'' Kamu gak bilang kalau udah punya kekasih??'' tanya Verlita

__ADS_1


'' Sudah....Ayah ku juga mengetahui hubungan kita'' jawab Elias


( aneh..!! Ayah nya tau anak nya pacaran sama seorang putri,tapi kok malah jodohin sama yang lain?? emang gua kurang apa??) batin Verlita


__ADS_2