
Dave yang melihat Verlita mengomel hanya terkekeh.
Ini adalah pertama kalinya dia melihat ekspresi Verlita yang seperti itu.
'' Ya sudah...mau kakak bantu atau kamu yang ambil kendali semua?'' tanya Dave
'' Biar aku saja..kakak di belakang ku.'' kata Verlita
'' Oke.bilang jika kamu butuh bantuan '' kata Dave
'' Sekarang aku butuh makan...'' kata Verlita
'' Hahaha'' Dave tertawa terbahak-bahak
'' Ih...serius..gara-gara emosi nih...'' rengek Verlita
'' hahahhaha oke oke...ayo kita makan yang manis-manis'' ajak Dave
******
Malam hari Verlita dan Dave membaca dokumen yang ada di sini.
Kerutan dahi sering kali di tunjukan Verlita .
Dave yang sedang membaca dokumen keuangan juga mengerutkan dahinya.
'' Ada yang aneh....'' kata Dave
'' Aku juga merasa begitu...apa yang kakak temukan?'' tanya Verlita
'' Ehm...Mereka menyisipkan laporan dana yang seharusnya di kirim semua ke pusat. Seperti sengaja menyisihkan..tapi kalau memang untuk dana darurat,ini terlalu banyak.Lagi pula kita tak pernah menginstruksikan seperti ini.'' kata Dave
'' Benar...bahkan ini biaya perawatan gedung sudah memadai menurut ku.Tapi kenapa bisa berantakan begitu model kantornya...'' sahut Verlita
'' Kalau dana ini beneran ada,,berarti tidak ada korupsi.'' kata Dave
'' Kemungkinannya adalah management yang buruk'' lanjut Verlita
Dave mengangguk setuju dengan pemikiran Verlita yang sama dengannya.
'' Sepertinya kita akan lama di sini'' Kata Verlita
'' Hhhhh'' suara Dave menghela nafasnya
*****
Tiga hari berlalu....
Verlita dan Dave datang ke kantor...
Verlita meminta semua karyawan berada di halaman luar.
Verlita dan Dave melihat bangunan dari depan bersama karyawan lainnya.
Bangunan yang awalnya catnya sudah pudar bahkan berdebu,sekarang sudah di rubah menjadi warna biru laut.
__ADS_1
Verlita berjalan masuk sambil melihat setiap detail ruangan.
Delon dan Dave mengikuti dari belakang.
Terlihat di wajah Delon yang gugup.
'' Tidak ada penerima tamu disini?'' tanya Verlita
'' Tidak ada Putri..'' jawab Delon
'' Kosongkan area itu...beri satu meja yang agak panjang dan satu kursi.'' perintah Verlita menunjuk ke area samping dekat pintu yang terisi dengan hiasan bunga
'' Baik putri'' kata Delon yang langsung memberi perintah ke karyawan nya lalu kembali mengikuti Verlita dari belakang.
Verlita melihat meja kerja yang sudah tersusun rapi.
Rak lemari dokumen juga tertata rapi.
Lalu dia melangkahkan kakinya ke pantry untuk mereka istirahat.
'' Apa kita mempekerjakan jasa kebersihan?'' tanya Verlita
'' Ada putri..Dua orang laki-laki'' jawab Delon
( astaga....! Gelas pada kuning semua...wastafel berlumut...tong sampah juga kotor banget tutupnya kayak gak pernah di cuci. Lama-lama bisa sakit semua mereka..) batin Verlita
Verlita tak berkomentar dan berjalan menuju ruangan yang lain.
Hingga semua sudah Verlita lihat secara langsung kemudian kembali ke halaman luar para karyawan berkumpul.
Untuk kedepannya saya meminta kalian semua terus sama-sama menjaga kebersihan.Jangan saling mengandalkan petugas kebersihan. Saya bisa menambahkan pegawai kebersihan,tapi...tuntutan pekerjaan yang akan saya berikan pada kalian akan saya tambahkan. " kata Verlita
Terdengar suara karyawan yang saling berbisik setelah mendengar perkataan Verlita.
" Sekarang silahkan kembali bekerja...Dan Delon juga Nela,ikut saya ke ruangan'' kata Verlita
~~ Di ruangan Delon dan Nela duduk diam melihat Verlita.
'' Nela...kenapa ada laporan keuangan yang terpisah dengan yang kalian kirim ke pusat? apa kegunaan uang yang kalian sisihkan?'' tanya Verlita langsung
'' Ehm...'' Nela ingin menjawab tapi ragu dan melirik ke arah Delon
'' Jawab!'' kata Verlita tegas karna melihat ke canggungan Nela
'' Saya hanya di perintahkan oleh pimpinan,agar mengirim dana seperti biasanya walaupun penghasilan kita meningkat. Dengan alasan sebagai dana cadangan'' jelas Nela
'' Lalu uang itu ada?'' tanya Verlita
'' Semua di simpan di berangkas ruangan saya'' kata Nela
'' Apa uang itu selalu di cek jumlahnya?'' tanya Verlita lagi
'' Ya..setiap akhir bulan saya melakukan penghitungan ulang dengan karyawan bagian keuangan'' jawab Nela
'' Oke...Lalu,,apa alasan mu Delon?'' sekarang Verlita bertanya pada Delon
__ADS_1
'' Ehm..maafkan saya Putri. Saya tidak melaporkan hal ini. '' kata Delon sedikit takut
'' Tidak apa..jelaskan saja..'' kata Verlita
'' Saya tidak memikirkan rencana lain dalam penggunaan dana cadangan tersebut. Saya hanya berfikir untuk membuat dana cadangan jika di butuhkan untuk hal tak terduga dan mengirim dana ke pusat seperti yang biasa kami kirimkan.'' kata Delon
Wajar saja jika seorang pemimpin memikirkan hal tersebut.
Delon juga masih terbilang muda untuk memimpin perusahaan.
'' Saya tidak marah dengan apa yang kamu lakukan..hanya saja dana itu sudah banyak sekali kalian simpan. Saya mau kalian tetap melaporkan perihal dana cadangan itu ke pusat.
Lagi pula..untuk apa kamu menimbun banyak uang sedangkan kondisi kalian saja memprihatinkan menurut ku'' kata Verlita
Delon dan Nela yang mendengar kata memprihatinkan ,saling pandang karna tak mengerti maksud Verlita.
Verlita juga menangkap reaksi mereka berdua.
'' Maksud saya..,Saya senang kalian menjadi penggila kerja. Tapi jangan lupakan bahwa aset di kantor ini adalah milik kita bersama jadi semua orang wajib untuk merawatnya. Apa kamu tak menyadari betapa kotornya kantor ini Delon?'' tanya Verlita
Delon tak berani menjawab...
( Aku paham..karna dia terlalu muda menjadi pemimpin,mungkin itu yang membuat dia segan untuk menegur karyawan yang lebih tua.sepertinya ada yang mulai melupakan sistem demokrasi ..hhhhh) benak Verlita
'' Hhhhhh...kamu kan tau,,kami memilih mu untuk memimpin karna kami melihat adanya potensi dalam diri mu. Kamu mau mundur atau berubah?!'' tanya Verlita tegas
'' Saya masih mau memajukan perusahaan ini putri...'' kata Delon pelan
'' Oke...kalau begitu ayo kita ubah kantor ini dalam sebulan. Kalian berdua harus ikut serta..'' kata Verlita
'' Kita akan bekerja keras..hhhhhh..'' celetuk Dave yang sedari tadi hanya diam mengamati
'' Baik putri...kami akan melakukan apa yang Putri perintahkan." kata Delon
'' Hm...kinerja kalian sebenarnya sudah bagus. hanya saja kesadaran orang-orangnya yang kurang. Bagaimana menurut mu kak?'' kata Verlita pada Dave
'' Kakak setuju. Cukup melegakan karna tak ada yang korupsi tapi ternyata kita disini menghadapi hal lain di luar dugaan kita. Ya sudah ayo kita bereskan..kita bagi dua team. Kamu dan Nela membuat rinciannya,nanti biar kakak yang turun tangan dengan Delon.'' kata Dave
'' Oke sip,,nanti sepulang kerja kamu datang ke villa ya...kita diskusikan disana saja..''kata Verlita pada Nela
'' Baik putri....'' jawab Nela
Rapat pun di akhiri dengan perasaan lega.
Dave dan Verlita yang awalnya khawatir dengan keadaan wilayah ini,sekarang cukup lega.
Tinggal bagaimana mereka membentuk pola pikir para karyawan tentang pentingnya rasa kebersihan dan saling menghargai.
Memang benar kinerja mereka bagus..tapi seperti ada penolakan kepada atasan mereka yang lebih muda.
Di tambah lagi sifat Delon yang kurang tegas pada bawahannya.
Padahal waktu pemilihan pimpinan,cara dia menyelesaikan pekerjaan sangat rapi dan cepat.
Entah bagaimana akhirnya dia menjadi berubah seperti ini....
__ADS_1