
'' Bisa putri...mari saya antar langsung. Dia ada di salah satu ruang tunggu di gedung ini'' kata Pemilik lelang
Verlita,Elias dan Evan mengikuti pemilik lelang menemui si pembuat sepeda.
Sampai di depan sebuah pintu kamar..
TOK TOK TOK
KREEKKK suara pintu di buka....
Keluarlah seorang laki-laki sekitar empat puluhan keluar dari ruangan itu...
'' Ada apa?'' tanyanya pada Pemilik lelang
'' Ada tamu untuk mu...'' jawab pemilik lelang
Laki-laki itu melihat ke arah mereka bertiga..
'' Dia adalah Putri Verlita De Frainna....'' bisik pemilik lelang
'' Ahhhh salam saya putri....saya Obel,..'' salam pemilik sepeda itu
'' Ya...bisa aku berbicara dengan mu sebentar?'' tanya Verlita
'' Silahkan putri...'' kata Obel sambil mempersilahkan masuk
Ruangan itu hanya seperti ruang tunggu yang berisi meja dan beberapa kursi.
Evan mengelap kursi yang akan diduduki Verlita.
'' Terima kasih Evan...'' kata Verlita
Evan mengangguk dan berdiri di belakang kursi Verlita,sedangkan Elias duduk di samping Obel.
'' Ada apa putri ingin bertemu dengan saya?'' tanya Obel
'' Ehhm.,..apa kamu yang membuat sepeda itu sendiri?'' tanya Verlita
'' Iya Putri..saya yang membuatnya'' jawab Obel tanpa ada kebohongan di matanya
'' Dari mana kamu mendapatkan ide tersebut?'' tanya Verlita
'' Itu sebenarnya hanya pikiran iseng saya..karna kami rakyat jelata tidak memiliki kereta,sehingga kami lebih sering jalan kaki dengan jarak yang jauh juga. Lalu saya melihat roda berputar di kereta dan memikirkan ide untuk membuat sepeda.tapi saya tidak bisa menggunakannya..'' jelas Obel
'' Tidak bisa menggunakannya? kenapa?'' tanya Verlita
'' Saya tidak mengerti caranya...saya hanya asal membuatnya...ternyata sulit saat ingin menaikinya'' kata Obel malu-malu
'' hhhhhhh'' Verlita menghela napasnya
( ternyata dia hanya seorang penemu.tapi gak bisa memakainya.Lalu apa benar dunia ini nyata? Apa penemuan sepeda di mulai dari dunia ini? Ahhh aku bahkan gak tau apa dunia ini termasuk bumi yang ku tinggali dulu...) batin Verlita
'' Oke biarkan aku yang mencobanya..'' kata Verlita kemudian
'' putri.!'' kata Evan
'' Tenanglah Evan...percaya pada ku...'' kata Verlita sambil mengedipkan matanya
'' Apa putri yakin? saya takut putri terluka...'' kata Obel,karna jika itu terjadi,dia takut terkena hukuman.
__ADS_1
'' Ya.aku akan mencobanya. Ayo kita ke lapangan yang tak ada orang nya'' kata Verlita
'' Apa kau yakin??'' tanya Elias yang masih ragu
'' Iya'' jawab Verlita
'' Baiklah...saya akan membawa sepedanya'' kata Obel
~~Tiba di sebuah lapangan besar.....
Verlita mengitari sepeda itu...
( ini benar-benar mirip dengan di dunia ku...gila!! kalau memang ini hanya kebetulan,dia benar-benar orang jenius!) batin Verlita
'' ehm.....ada yang kurang..'' kata Verlita
'' Apanya putri?'' tanya Obel tak mengerti
'' Akan aku tunjukan dulu,baru aku beri tahu nanti....'' kata Verlita
Verlita sudah bersiap akan menaiki sepeda...
Evan dan Elias melihat dengan penuh rasa cemas di wajah mereka.
'' Eeeyyyy kalian berdua jangan menunjukan wajah seperti itu.aku bukan pergi untuk berperang...hehehhe'' kata Verlita
'' Bagaimana kalau saya saja putri...'' kata Evan
'' Kamu kan belum tau caranya...hahahhaa sudahlah...aku bisa mengatasi ini'' kata Verlita meyakinkan.
Verlita sudah berada di atas sepeda dan bersiap untuk memutar sedalnya.
Tentu saja Verlita bisa menjalankan sepeda itu dengan lancar,karna di dunianya di pandai menggunakan sepeda.
Setelah berputar,Verlita kembali ke tempat mereka berkumpul tadi.
'' uuwahhhh putri luar biasa..!!!'' kata Obel dengan bahagianya
'' hahahahha terima kasih Obel'' kata Verlita
Evan dan Elias masih termangu melihat Verlita...
'' Ehm....aku suka dengan sepeda buatan mu. Aku ingin memproduksi hasil buatan mu...apa kamu mau?'' tanya Verlita
'' Tapi saya tidak memiliki modal putri...'' kata Obel dengan jujur
'' Tenang....aku berniat akan membuka perusahaan untuk memproduksi sepeda mu. Dan hasil keuntungannya akan ku berikan padamu sebanyak 30%. Kamu hanya memberikan ide mu dalam pembuatannya dan mengajari para pegawai. Selebihnya serahkan padaku dalam penjualannya.'' kata Verlita dengan penuh keyakinan
'' Benarkah???'' tanya Obel yang masih belum percaya
Verlita mengangguk...
'' Terima kasih putri....saya sangat senang ada yang menghargai karya saya. Apa lagi mau bekerja sama seperti ini...'' kata Obel yang tiba-tiba menangis bahagia
Verlita ikut terharu dengan suasana tersebut.....
'' Datanglah hari Senin ke perusahaan ku di pagi hari. Bilang saja pada resepsionis bahwa kamu ada janji dengan ku.Aku akan membahas kelanjutannya di sana.'' kata Verlita
'' Baik putri..saya akan datang ke sana'' kata Obel
__ADS_1
'' Oh ya....bisakah sepeda ini ku bawa? aku mau membuat penilaian, jadi hari Senin nanti kamu bisa tau apa yang harus di sempurnakan lagi'' kata Verlita
'' Tentu saja putri..'' kata Obel
'' Apa kamu membuat yang lain?'' tanya Verlita
'' Tidak putri...ini satu-satunya sepeda yang saya buat'' jawab Obel
'' oke..kalau begitu sampai bertemu hari Senin nanti.'' kata Verlita sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Obel
Obel merasa ragu karna status nya yang tak pantas memegang tangan seorang putri, ..
'' Tangan ku mulai pegal ini....'' canda Verlita
'' Aahhh baik putri...'' kata Obel sambil menyabut salam tangan Verlita
Verlita menggenggam erat salam itu dengan senyumannya..
'' Senang berjumpa dengan mu Obel...'' kata Verlita
Obel pun tersenyum senang atas keramahan Verlita..
~~Verlita meminta pemilik lelang untuk mengirim sepeda tersebut ke istana atas namanya.
'' Terima kasih Elias...kamu telah membawa ku ke tempat ini...'' kata Verlita dengan wajah senangnya
'' Syukurlah kalau kamu senang...'' kata Elias
'' Apa kita akan pergi lagi?'' tanya Verlita karna acara lelang sudah selesai
'' Bagaimana kalau kita makan malam?'' tanya Elias
'' Boleh...aku juga belum makan malam..'' kata Verlita
'' Oke...ayo kita pergi'' ajak Elias yang lagi-lagi langsung memegang tangan Verlita
Mereka tak menggunakan kereta,,berjalan beriringan sambil berpegangan tangan.
Hangat......
Tangan yang memegangnya terasa hangat hingga di hati Verlita..
Tak ada percakapan di antara keduanya...
Hanya berjalan santai di sisi jalan untuk pejalan kaki...
Satu orang yang merasa tak suka dengan pemandangan itu...
Evan...
Dia merasa seakan miliknya di rebut oleh orang lain..
( ah...kenapa aku merasa seperti ini? wajar saja jika putri dekat dengan laki-laki lain ...tapi kenapa hati ku sakit...??) batin Evan
Mereka tiba di sebuah restoran yang di khususkan untuk pasangan muda...
Mereka menuju ke sebuah meja yang ternyata sudah di pesan oleh Elias sebelumnya.
Evan hanya menunggu di luar restoran sambil menata pikirannya.
__ADS_1
Elias menarik kursi untuk Verlita duduk...
Dan tak lama pelayan datang dengan pesanan yang ternyata juga sudah di siapkan oleh Elias.