
Butuh 3 bulan semua itu teratasi...
Dista pun mulai bisa berdiri sendiri....
Para desain yang berunjuk rasa juga mulai mereda dengan pendekatan secara bertahap...
Kemudian didirikanlah sekolah desain oleh Raja, yang merekrut semua kalangan.
Untungnya sekarang tak ada yang namanya bangsawan di Krynova.semua sudah di babat habis oleh Raja.
Sejak kematian Ratu, penghapusan kasta bangsawan sudah di hapus.
kini hanya ada kaum elite dan rakyat biasa..tapi Negara hanya akan mengakui orang-orang yang berbakat untuk masuk ke perusahaan Negara.
semua itu untuk kesetaraan antara miskin dan kaya.
Sekolah desain ini pun hanya untuk penyaluran bakat mereka.selanjutnya mereka akan mengasah bakat mereka di luar.
banyak yang mengapresiasikan sekolah desain ini..sehingga banyak pula dari negara lain yang datang untuk ikut bergabung.
Tak tanggung-tanggung...tentu saja ini semua membuat para investor asing berdatangan ke Krynova.
Dan....tentu saja lagi-lagi ini membuat nama Krynova di kenal Dunia.
######
SWEET SEVENTEN
Hari kedewasaan Verlita pun tiba,..
Tentu saja ini akan di rayakan oleh Raja. Para pelayan telah sibuk menyiapkan segalanya.
Masa dimana Verlita akan menampakan dirinya setelah sekian lama.
Undangan telah di sebar ke seluruh penjuru dunia.
semua negara tetangga mendapatkan undangan ulang tahun verlita.
Tentu saja ini adalah moment penting untuk mengenalkan kepada dunia bahwa putri Krynova telah dewasa.
Pesta rakyat di gelar besar-besaran,agar rakyat juga dapat menikmati pesta ulang tahun verlita.
Semua bahagia dengan semua itu...
Semua kado bertumpuk hingga tinggi di sudut ruangan.Lampu hias mewarnai seluruh ruangan istana.alunan musik yang ikut memeriahkan pun terdengar nyaring.
Banyaknya tamu undangan mengisi ruangan istana,,berbagai model busana yang terpasang di tubuh mereka,seakan ingin menampilkan yang terbaik.
Hail.....
tentu saja ia datang ke sini...
Setelan jas hitam di tubuhnya,membuatnya tampak lebih tampan.
bahkan banyak wanita yang melihat ke arahnya.
******
Acara puncak yang di tunggu-tunggu tiba...
Raja berjalan dengan menggandeng Verlita,lalu di ikuti Pangeran Ragel dan Pangeran Dave.
Memakai dress berwarna putih dengan membiarkan rambut nya terurai..
senyumnya selalu di tampakkan dari wajahnya...
membuat mata yang melihatnya terpana.
satu kata untuk nya...CANTIK...
Tubuh mungilnya yang menggandeng Raja
,terus menarik perhatian...
Di tambah lagi dengan ketampanan yang di miliki kakak-kakak nya membuat ruangan semakin riuh.
Acara berlanjut hingga tiba saatnya untuk menikmati hidangan yang di sediakan.
Raja sibuk berbicara dengan Raja dari negara lain.
Pangeran sibuk dengan tamu undangan dan wanita yang menghampiri mereka berdua.
sisa verlita yang sedang menikmati kue strowberi kesukaannya.
Hail mendekat....
__ADS_1
'' hai verlita....'' sapa Hail
'' hail....'' kata verlita sedikit kaget karna hail hadir di pestanya
'' selamat ulang tahun ya....'' kata Hail
'' ya..terima kasih..'' verlita tersenyum
'' ternyata kamu seorang putri ya....'' kata Hail
'' hehhe....lalu kamu sendiri,,?'' kekeh verlita
'' ijinkan aku memperkenalkan diri,,,,nama ku Pangeran Hail De Velano dari Negara Melvis..''kata Hail sambil membungkuk sopan
Verlita ternganga..tak menyangka ternyata hail adalah seorang pangeran.
'' ehem..aku Verlita De Frainna..'' kata verlita canggung
'' senang bisa bertemu dengan mu lagi...'' kata Hail tulus
'' aku juga..'' verlita tersenyum
Semua mata melihat ke arah mereka berdua...
Hail yang bercanda dengan Verlita membuat semua orang yang melihat akan berfikir bahwa mereka memiliki hubungan dekat.
Tentu saja Raja dan Pangeran juga melihat hal itu...
perasaan ingin berada di tengah-tengah Hail dan Verlita hanya bisa mereka tahan.
Bukan cemburu..tapi lebih ke perasaan jika miliknya yang berharga di ambil orang lain.
ada rasa tak terima yang muncul di hati mereka.
Lalu tiba-tiba muncul lah seorang laki-laki tampan menghampiri Hail dan Verlita.
'' Putri....selamat ulang tahun...'' katanya yang mendekat ke arah verlita
'' Dista...?!! terima kasih....waahhh penampilan mu keren sekali...'' verlita yang terpana dengan penampilan Dista yang berbeda
'' aku ingin tampak lebih baik di mata mu....'' kata Dista
'' heiii aku jadi merinding...'' verlita terkekeh dengan perkataan Dista
'' ohya,...Hail ini Dista,dan Dista ini Hail.....'' Verlita memperkenalkan mereka
'' Dista..'' jawab Dista
Canggung..?
tentu saja....
berada di antara dua pria tampan untuk pertama kalinya pasti membuat verlita gugup.
mereka berdua memakai pakaian formal yang membuat mereka terlihat lebih tampan.
untungnya Hail dan Dista bisa berbincang dengan nyaman.mereka berdua termasuk orang yang mudah bergaul.
hanya saja...
jika verlita bertanya ke salah satunya..maka satu yang lain akan seperti cemburu.
Akhirnya verlita lebih memilih sebagai pendengar yang baik dan menjawab jika mereka bertanya.
Verlita melihat ke arah Dave..
seakan memberi kode untuk menghampirinya.
Di lihatnya Verlita mulai bingung di antara dua laki-laki .
Dave pun langsung mendatangi verlita..
'' kalian datang...?'' sapa Dave pada Hail dan Dista
'' iya pangeran..'' jawab keduanya
'' kakak..ternyata di adalah pangeran Melvis'' bisik verlita pada Dave
'' aku mendengarnya putri.....'' sindir Hail
'' hehee'' kekeh verlita
'' oh ternyata kamu pangeran Hail...'' kata Dave
'' iya pangeran..saya Hail De Velano.maaf saya tidak jujur waktu itu..'' kata Hail sopan
__ADS_1
'' tidak apa..kami juga tidak memberi tahu identitas kami.'' jawab Dave
Perbincangan pun terus berlanjut....
hingga verlita pamit untuk istirahat.
Verlita yang lelah, langsung pergi ke kamarnya.
waktu yang sudah tengah malam,tak dapat membohongi matanya.
Tumit kakinya yang sudah pegal di atas sepatu tinggi nya...
badannya yang seakan sudah demo meminta di tidur kan..
di tambah mata yang sudah mulai melemah...
Pesta yang masih berjalan,di wakili oleh Raja dan Pangeran.
hingga mentari menghampiri Krynova.....
Pesta pun berakhir....
######
PAGI HARI
Tentu saja Verlita masih setia berada di atas kasurnya...
Anna pun tak tega membangunkannya....
Lalu anna melaporkan kepada Raja bahwa verlita masih terlihat lelah,dan tak mengikuti sarapan pagi bersama.
Raja memaklumi itu dan membiarkan verlita tidur dengan puas..
Dan...matahari mulai berada di atas kepala..
mulai ada pergerakan dari verlita di atas kasur.
matanya mengedip-ngedip melihat sekeliling...
siang...ya ini sudah siang..
itulah di pemikiran verlita...
Dia pun berniat untuk pergi ke kamar mandi.
namun....
'' Anna.....'' rengek verlita
Anna yang mendengar namanya di panggil langsung menghampiri verlita.
'' iya putri....'' kata anna
Di lihatnya Verlita duduk di pinggir kasur,seperti ingin turun tapi tak jadi.
Verlita melihat ke bawah terus,membuat anna ikut melihat ke bawah verlita.
'' ini sakit ...'' rengek verlita dengan menunjukkan tumit kakinya yang lecet dan bengkak akibat kelamaan di pesta semalam.
'' ya ampun..kenapa bisa begini..?.tunggu sebentar putri.saya akan ambilkan obat.'' kata Anna khawatir
Verlita hanya mengangguk dan membiarkan anna pergi mengambil obat untuknya.
Tak lama anna datang bersama dengan Dave..
'' kakak..?'' tanya verlita
'' aku bertemu anna tadi.katanya kamu sakit..yang mana?'' tanya Dave
'' iya..ini kaki ku..'' kata verlita menunjukan kakinya
'' anna,berikan obatnya padaku.'' kata Dave
Lalu dave mengobati kaki verlita..
'' tahan ya...'' kata Dave
'' ehm.'' jawab verlita mengangguk
'' jangan sampai terkena air...jangan kemana-mana dulu..diam saja di atas kasur...'' oceh Dave
Verlita tersenyum bahagia mendengar perhatian kakaknya.
'' terima kasih kakak...'' kata verlita kemudian
__ADS_1
'' istirahat lah sampai kaki mu sembuh....'' lanjut Dave