AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 39


__ADS_3

'' Ah...selama ini aku sudah memberi banyak masukan untuk mu.tapi tak ada yang kau lakukan'' sungut Rey


'' Aku tak berani...'' jawab Dista


'' Aku punya ide lagi...mau dengar?'' Tanya Rey


'' Apa?'' Dista penasaran


'' Kirim hadiah untuk tuan putri sebagai tanda terimakasih...'' kata Rey


'' Apaan?'' tanya Dista


'' Biasanya wanita menyukai bunga...tapi untuk mu aku menyarankan untuk mengirim cake manis untuk Putri...'' kata Rey


'' Tapi rasa apa ya..kita tak tau seleranya'' kata Dista


'' Apa kamu tak pernah memperhatikan apa yang Putri makan atau minum waktu dulu?'' tanya Rey


'' Lihat sih...waktu itu di taman ada kue strowberi di depannya.'' ujar Dista


'' Nah...tunggu apa lagi. Segera kirim ke sana..! atau kau datang sendiri ke sana '' desak Rey


'' Baiklah..aku akan pergi dulu ke toko desert dan mengirimnya ke kantor putri. Aku tak berani datang ke sana langsung.'' jawab Dista


'' Ya..pergilah sekarang.'' kata Rey


'' Oke'' kata Dista yang langsung beranjak pergi.


Rey geleng-geleng melihat temannya itu. Ternyata jatuh cinta sama seperti penyakit.


Rey harus lebih mendorong lagi keberanian Dista.


Dista yang langsung ke toko kue memesan cake rasa setrowbery lalu di bungkus dan di beri tulisan ucapan terima kasih.


Dista meminta jasa pengiriman langsung ke perusahaan Verlita.


******


Di perusahaan datanglah paket dari Dista.


Jasa pengirim itu memberikannya melalui resepsionis yaitu Lea.


Lalu Lea mengantarkannya ke ruangan Verlita.


TOK TOK TOK


'' Masuk'' jawab Dave dari dalam


'' Tuan putri..ini ada kiriman untuk putri...'' kata Lea


'' Untuk ku?'' tanya Verlita


'' Iya putri..tadi ada pengirim paket.'' kata Lea sambil membawa kotak itu ke meja Verlita


'' Siapa yang mengirim?'' tanya Dave pada Verlita yang juga penasaran


'' Sebentar...akan ku baca dulu suratnya...'' jawab Verlita


'' Kalau begitu,saya permisi Putri '' kata Lea


'' Oke..makasih ya'' kata Verlita


Verlita mengambil secarik kertas di atas kotak itu dan membacanya dalam hati.


^^^***untuk Putri Verlita^^^


^^^saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang putri berikan dulu.^^^


^^^sebenarnya saya ingin bertemu secara langsung,tapi saya takut mengganggu putri.^^^

__ADS_1


^^^ini ketulusan dari hati saya...^^^


^^^semoga putri menikmatinya....^^^


^^^Dista***^^^


'' Siapa?'' tanya Dave tambah penasaran


Verlita senyum-senyum sambil membuka isi kotak itu.


'' Wah....cake setrowbery......'' kata Verlita


Merasa di acuhkan,Dave langsung menghampiri meja Verlita.


'' Mana kertas nya? Kakak mau lihat.'' kata Dave


Tapi dengan sigap Verlita memasukkan kertas itu ke dalam saku celana nya.


'' Oh tidak bisa....ini rahasia'' ledek Verlita


'' Apa laki-laki?'' tanya Dave


'' Kakak,jangan lupa kalau di ruangan ini ada orang lain ya...'' kata Verlita sambil menunjuk ke arah meja Elias dan Frans


'' Tunggu di rumah nanti...'' kata Dave kemudian berlalu ke mejanya lagi


Sedangkan Elias dan Frans yang sebenarnya juga ada rasa penasaran mencoba untuk menutupi ekspresi mereka.


Pasalnya ini pertama kalinya Verlita mendapat kiriman paket yang sepertinya dari laki-laki.


Mereka bertiga melihat Verlita yang senyum-senyum sendiri memandangi Cake setrowbery kesukaannya.


'' Bagaimana dia tau ya..'' guman Verlita


'' Tolong jaga ekspresi wajah mu itu...'' celetuk Dave


'' hehehhe aku suka aja....'' sahut Verlita yang masih cengar-cengir


'' Stop!!'' kata Verlita spontan membuat Dave langsung berdiri di tempat


'' Tak perlu. Aku yakin tak ada racunnya'' lanjut Verlita sambil memeluk kotak itu


'' Astaga..aku jadi semakin curiga. siapa sih yang mengirim? kamu sampai segitunya. Elias,Frans kalian pasti ingin tau juga kan?'' kata Dave yang mencari dukungan


'' Ya'' Elias dan Frans langsung menjawab serentak


Mereka bertiga menatap Verlita menunjukan wajah memelas agar di beri tau.


'' Yang pasti aku tak akan memberi tahu siapa pun. Dan aku tak akan membagikan kue ini pada kalian. Jadi simpan rasa penasaran kalian..hehehe.'' kata Verlita sambil meledek.


Mereka bertiga tampak kecewa...


'' Aku yakin itu pasti dari laki-laki...'' celetuk Frans


'' Aku juga berfikir begitu..'' Dave setuju dengan pendapat Frans


Beda dengan Elias yang wajah nya berubah menjadi sedih.


Selama ini ia sudah tertarik pada Verlita sejak kecil.


Tapi ia merasa sudah di dahului.


Padahal selama ini ia sudah cukup senang karna selalu bersama Verlita.


Ia juga tak pernah melihat ada laki-laki yang dekat dengan Verlita.


Selama ini ia terlalu santai untuk perasaannya.


Sekarang hatinya merasa gundah.

__ADS_1


Seakan ada dorongan untuk memberontak perasaan nya.


'' Sudahlah..kita lanjut kerja saja. Besok-besok kalau ada paket untuk nya,segera beri pada ku dulu ya'' kata Dave pada Frans dan Elias


'' Iiiiiihhhhh apaan sih kakak ini...! Gimana mau laku adik mu ini,kalau kakak aja kayak gitu'' sungut Verlita


'' Kalau gitu beri tahu dulu itu dari siapa?'' pancing Dave


'' Ini hanya ucapan terima kasih kak....jadi tidak penting dari siapa...'' kata Verlita meyakinkan


'' Serius? tapi kenapa ekspresi mu senang sekali? seperti dapat dari kekasih aja..'' kata Dave tak mau kalah


'' Aku hanya senang aja...karna ada yang perhatian pada ku...'' kata Verlita


'' Jadi itu bukan dari kekasih mu?'' Tanya Dave yang masih belum yakin


'' Bukan kakak'' jawab Verlita


'' Apa wanita senang dengan hal-hala seperti itu? ''


tanya Frans


'' Tentu saja. Kami wanita suka dengan hal-hal yang sederhana tapi romantis. '' jawab Verlita


'' Bagaimana dengan perhiasan?'' tanya Frans


'' Tak semua wanita suka hal yang mewah...jadi kalau kalian bertiga mempunyai wanita yang kalian suka,berilah perhatian dari hal-hal yang kecil.'' jelas Verlita


'' Kau punya kekasih?'' tanya Dave pada Frans


'' Ya..'' jawab Frans malu-malu


'' Wah....hebat.!'' kata Verlita


'' Kamu?'' tanya Dave pada Elias yang sedari tadi diam


'' Belum ada Pangeran'' jawab Elias


'' Tidak apa-apa Elias..dengan standar wajah mu,aku percaya kamu akan mudah mendapatkan wanita jika kamu mencarinya.'' hibur Verlita


( bagaimana dengan mu? apa kau mau dengan ku?) kata Elias dalam hatinya


Elias hanya tersenyum menanggapi perkataan Verlita.


'' Ya sudah lah kalau kau tak mau memberi tahu kami'' kata Dave yang menyerah dengan rasa ingin tau nya.


'' Bagus....'' jawab Verlita yang kemudian meletakkan kotak berisi cake itu di dalam laci mejanya.


Verlita berniat untuk membawanya pulang dan menikmatinya di dalam kamarnya nanti malam.


Mereka berempat kembali dengan pekerjaan masing-masing.


Tapi kepala mereka memikirkan hal lain.


Dave yang masih terganggu dengan pengirim kue Verlita..


Frans yang memikirkan cara untuk menjadi romantis pada kekasihnya..


Dan juga Elias yang berubah menjadi galau dan mulai mencari cara untuk mencari perhatian Verlita.


Sedangkan Verlita menampakkan wajah yang berseri-seri...


Walaupun hanya ucapan terima kasih,tapi Verlita menyukai hal itu.


Ia jadi ingat Novel romantis yang pernah ia baca.


Istilahnya adalah PDKT...


Verlita memang tak ada niat untuk menjalin hubungan,tapi tak bisa di pungkiri bahwa ia senang jika ada laki-laki yang memberi perhatian padanya seperti ini.

__ADS_1


***** JANGAN LUPA LIKE YA😘********


__ADS_2