
Hari berikutnya Elias masih mengunci diri di kamar. Ayahnya murka dan memaksa Elias untuk membuka pintu.
Elias pun dengan terpaksa membukanya setelah mendengar teriakan ayahnya.
'' Apa ini balasan mu pada keluarga kita? apa kamu gak bisa mengorbankan perasaan mu demi kelangsungan keluarga kita?? Aku membesarkan mu untuk menjadi anak yang berguna!!! bukan melawan ku.!!!'' bentak Ayah Elias
Elias hanya diam tak menanggapi...
'' Kalau kau menolak pernikahan ini, jangan salahkan aku kalau kekasih mu dalam bahaya.!!! '' ancam Ayah nya
'' Ayah.!!!!'' teriak Elias
'' Kau tau bagaimana sifat paman mu.!!'' jawab ayah nya
'' Jangan sakiti dia.!!'' kata Elias
'' Kalau begitu ambilah keputusan yang tepat.! Jangan bertemu dengannya lagi,setelah menikah pergilah ke daerah paman mu dan bekerja di sana.!!'' tegas ayah Elias
BRAK.!
ayah nya keluar dari kamar dengan membanting pintu.
'' Apa ini akhir dari cinta kita....'' kata Elias lirih
********
Di tempat lain suruhan Dave datang untuk mengembalikan surat yang ia kirim.
Surat itu adalah milik Verlita yang akan di kirim kan kepada Elias.
Kurir itu mengatakan bahwa mereka menolak segala sesuatu yang berkaitan dengan istana.
Sepertinya Ayah Elias telah memblokir akses Elias berhubungan dengan Verlita.
Bahkan surat pengunduran dirinya di kirim dengan tanda tangan ayah Elias.
Dave dilema untuk memberitahukan pada Verlita.
'' Apa ada masalah pangeran?'' tanya Frans
'' Ya...Elias akan menikah dan dia mengundurkan diri'' jawab Dave
'' Maksudnya? kenapa menikah dengan putri tapi mengundurkan diri?'' tanya Frans yang masih belum tahu situasinya
'' Dia tidak menikah dengan Verlita....'' Kata Dave lemas
'' Astaga..!! lalu putri??'' Frans kaget
'' Itulah masalahnya...mereka saling mencintai. Tapi Tuhan berkehendak lain....'' kata Dave
'' Apa serumit itu? tak bisa kah pangeran bertindak? Putri pasti terluka sekali..." Frans ikut prihatin
" Masalah nya tak segampang itu....Intinya akan bahaya jika Verlita dan Elias menikah tanpa restu ayahnya Elias. Aku bisa melindungi Verlita dan Elias,tapi aku tak bisa menjamin keluarga Elias akan aman.'' jelas Dave
'' Astaga...separah itu ternyata....'' kata Frans
'' Begitulah...'' kata Dave
'' Apa putri akan mundur...?'' tanya Frans
Dave mengangguk
'' Pastinya dengan berat hati...'' kata Dave
__ADS_1
'' hhhhhh malang sekali cinta mereka'' Frans menghela nafasnya
***********
Seminggu kemudian .....
Elias telah menikah dengan Rosita dan hendak pergi ke tempat tinggal Rosita.
Elias juga sudah mencoba menghubungi Verlita melalui surat untuk meminta maaf,tapi semua itu di bakar oleh ayahnya tanpa ia ketahui.
Elias dengan hati yang hancur pergi ke meninggalkan kota.
~~
Sedangkan Verlita yang mengurung dirinya di kamar karna ia tahu bahwa Elias pasti sudah menikah.
Ia menangis tersedu-sedu di kamarnya...
Semua orang yang menemuinya dia diamkan.
Verlita menutup dirinya dengan selimut.
Evan yang melihat situasi Verlita sangat prihatin.
Lalu saat menjelang malam hari,dia memberanikan diri masuk ke kamar Verlita.
'' putri....'' kata Evan pelan
Tak ada sahutan dari Verlita
'' Apa putri mau jalan-jalan ke taman?'' kata Evan
Verlita tetap tak bergeming di dalam selimutnya.
'' Putri....saya sedih jika melihat putri seperti ini....'' rengek Evan
'' putri....jangan mendiamkan saya....'' rengek Evan berlanjut
Verlita yang mendengar itu terkekeh kecil di dalam selimut.
Tak biasanya Evan seperti anak kecil...
Verlita membuka selimutnya dan melihat ke arah Evan.
'' Putri.....ayo jalan-jalan..sudah lama putri tidak terkena matahari.'' kata Evan
'' Kamu seperti ibu-ibu kalau cerewet begitu....'' kata Verlita
'' hhhhhhhh'' Evan menghela nafasnya
Verlita tersenyum melihat wajah Evan yang seperti frustasi.
Verlita bangun dan menuju meja rias nya...
'' Astaga.!!!!'' Verlita terkejut
'' Ada apa putri?'' tanya Evan sambil mendekat
'' Mata ku kenapa jadi begini??? dan rambut ku..!!! Ya Tuhan.....'' Celoteh Verlita
''Apa perlu saya panggil pelayan?'' tanya Evan
'' Gak usah...aku bisa sendiri. oh ya,kamu tunggu di luar saja.'' kata Verlita
__ADS_1
'' Baik putri...'' jawab Evan yang mulai lega melihat Verlita dan keluar dari kamar.
'' Ampun dah....kebanyakan nangis nih mata sampe bengkak begini.?? haaahhhh dia pasti udah nikah...emang sih aku sedih,,tapi bener kata kakak,aku masih bisa mengobati hati ini dan move on. kakak aja bisa masa aku enggak??'' celoteh Verlita sambil merapikan dirinya
'' Tragis banget hidup gue..! Baru juga jatuh cinta,...udah di tinggal nikah. Apa karma gara-gara nolak lamaran Hail sama Hose ya??. Tapi kan aku cuma jujur ke mereka kalau aku gak suka sama mereka. '' Kata Verlita yang masih pada tahap bertarung antara hati dan logikanya
'' ah....ya sudah lah.! aku gak jelek-jelek amat kan? masih bisa lah kalau jatuh cinta lagi ...kalau emang udah gak ada stok jodoh untuk ku,aku jadi biarawati aja dah.,kalau gak aku buka Panti asuhan biar sibuk sama anak-anak,sampe tua nanti.'' kata Verlita lagi
Verlita sudah mulai menerima patah hatinya..
Elias telah menjadi milik orang lain,jadi sekarang dia harus menyusun hatinya lagi.
**********
Beberapa hari kemudian Verlita sudah kembali ceria.
Dia dengan senyumnya berjalan menuju ruang makan.
Verlita duduk dan menikmati sarapan dengan hati yang baru.
Semua melihat hal itu dan merasa lega.
'' Kak Dave aku hari ini mau lihat pembangunan perusahaan ku'' kata Verlita
'' Aku lupa memberi tahu mu...Elias mengundurkan diri. Jadi pekerjaan mu sudah menumpuk. Kamu tau kan kalau bagian kakak juga banyak....'' kata Dave
Verlita diam...
( Dia keluar?? segitunya??) batin Verlita
'' Ehm...ya sudah kalau gitu aku akan melihat area pembangunan sebentar ,setelah itu ke perusahaan.'' kata Verlita
'' Oke...kamu sepertinya memerlukan asisten lagi'' kata Dave
'' Ya. Nanti aku cari lagi...'' kata Verlita
*******
Verlita datang ke area pembangunan. Dia melihat kinerja tukang yang membangunnya.
Dia mengecek kekurangan bahan yang di perlukan.
Semua ia lakukan sendiri,jadi dia bisa tau langsung kalau ada masalah.
Dan setelah beberapa jam dia pergi menuju perusahaan.
Dia langsung sibuk dengan pekerjaan yang tertunda.
Apa lagi dengan tidak adanya Elias sekarang,semua benar-benar kacau.
Verlita sengaja tak ingin ada pembicaraan tentang Elias di telinganya,dia ingin fokus pada pekerjaannya.
Semua yang mengetahui hubungan Elias dan Verlita memahami itu.
Verlita yang di sambut dengan tumpukan pekerjaan,sering sekali pulang hingga larut malam.
Tentu saja ada Evan yang setia menemani di dalam ruangan itu jika semua orang telah pulang.
Bahkan Evan dengan cekatan membeli makanan manis dan susu hangat untuk Verlita.
Verlita menikmatinya di sela-sela pekerjaannya.
Menurut Evan,ini lebih baik dari pada Verlita mengurung diri dan menangis di kamar.
__ADS_1
Dengan menyibukkan diri,Verlita bisa melupakan patah hatinya.
Dan Evan selalu setia menemani apapun yang Verlita lakukan.