AKU MENJADI PUTRI

AKU MENJADI PUTRI
BAB 63


__ADS_3

'' Uwahhhh jadi intinya kakak yang salah??'' kata Dave yang masih belum terima


'' Kakak gak salah....keadaan yang salah.'' kata Verlita menenangkan kakaknya.


Verlita paham kalau kakaknya sebenarnya belum move on dari mantan pacarnya.


Verlita hanya mencoba untuk membiarkan Dave mengeluarkan emosinya selama ini.


'' Sebenarnya agak lucu....kita sama-sama tak memiliki pengalaman yang baik tentang cinta tapi saling menasehati tentang cinta.'' kata Dave


'' Benar....hhhh'' kata Verlita dengan menghela nafasnya


********


Esoknya Verlita berniat ingin bertemu dengan Hail untuk menyelesaikan masalah.


Verlita yang di temani Evan berdiri di depan Villa tamu khusus pria.


Verlita meminta agar pelayan memanggil Hail.


Dan tak lama Hail pun keluar dengan senyum senang nya melihat Verlita menemuinya.


'' Verlita....'' Suara Hose dari arah yang berbeda


( astaga...malah ngumpul semua. bisa gila nih gue....ngadepin satu aja sulit apalagi dua.) batin Verlita


Hose dan Hail berjalan ke arah Verlita.


'' hhhh....apa yang harus aku lakukan Evan?'' bisik Verlita pada Evan


Evan hanya terkekeh...dia juga menantikan cara Verlita menyelesaikan dua pria sekaligus.


Verlita yang pintar dalam hal negara tapi bisa gugup di saat seperti ini.


'' Biasanya putri kan banyak ide...'' sahut Evan dengan suara kecil


'' ini beda....'' sahut Verlita


Hose dan Hail tiba di depan Verlita.


'' Kamu mencari ku ?'' tanya Hail


'' ehm...''kata Verlita gugup


'' Apa kamu mau pergi jalan-jalan seperti janji mu?'' tanya Hose tak mau kalah


Wajah Verlita tampak bingung menghadapi keduanya.


'' Ehm...sebenarnya aku kesini ada perlu dengan pangeran Hail...'' kata Verlita pelan


'' oh gitu...tidak masalah..kita masih banyak waktu'' kata Hose


'' Maaf Hose....'' kata Verlita


'' Pergilah...aku mau masuk ke dalam dulu'' kata Hose sambil pergi meninggalkan Hail dan Verlita


'' Bisa kita ke taman sebentar?'' ajak Verlita


Hail menjawab dengan anggukannya.


Mereka berjalan menuju taman dan duduk di kursi santai yang biasanya Verlita tempati saat menikmati taman.


Hail duduk berhadapan dengan Verlita.


Pelayan menyuguhkan minuman di atas meja...


Untuk menenangkan hatinya,Verlita meminum air dulu.


Hail menatap Verlita karna kegugupan Verlita terlihat sekali.


'' hhhhhh sepertinya aku tau maksud mu membawa ku kesini'' desah Hail lemas


'' Ehm....maaf Hail...'' kata Verlita


'' Apa Hose yang kau sukai?'' tanya Hail


'' Ini tidak ada hubungannya dengan pria lain. Tapi hati ku tak bisa bohong tentang diri mu...'' kata Verlita


Suasana seketika hening...

__ADS_1


Hail yang mencoba untuk menerima keputusan Verlita...


Verlita yang mencoba menjelaskan agar tak menyakiti Hail...


'' Baiklah.....terima kasih karna telah memberiku kepastian. Aku tak akan memaksa mu untuk menjadi milik ku. Biar saja hati ku yang mencintai mu....'' kata Hail kemudian


'' Terima kasih Hail...kamu pria yang baik. Semoga kamu mendapatkan yang lebih dari ku..'' kata Verlita tulus


Hail tersenyum getir....


Jujur saja Dia merasakan sakit di hatinya.


'' Boleh aku memelukmu ?'' tanya Hail


Verlita seketika berdiri dan merentangkan tangannya.


Hail lalu mendekati Verlita dan merengkuh tubuh kecil Verlita.


Verlita mengusap punggung Hail yang lebar.


'' Tolong jangan membenciku....'' bisik Verlita


Hail lalu melepaskan pelukan itu dan menatap Verlita...


'' Kamu terlalu baik untuk di benci....''kata Hail


Verlita tersenyum...


Walaupun terasa sakit..tapi Hail cukup lega dengan jawaban yang di berikan oleh Verlita.


Setidaknya sekarang dia sudah tau bahwa wanita itu bukan untuknya dan dia akan berhenti berharap.


'' Aku akan kembali besok ...aku harap kamu selalu bahagia'' kata Hail


'' kamu juga..semoga bahagia. dan berhati-hatilah saat di perjalanan.'' kata Verlita


*********


Satu masalah telah Verlita selesaikan.,..


Sekarang saatnya menghadapi pangeran Hose yang berada dua Minggu di Krynova.


Dia tak ingin Hose menunggu tanpa kepastian...


yah..walaupun sebenarnya Verlita juga ingin mengetahui perasaannya yang sebenarnya pada Hose.



Hail sengaja berpamitan pada Ragel dan Dave saat malam hari,,sehingga paginya dia langsung berangkat.


Hail pun tak ingin melihat Verlita melepas kepulangannya,..



Dia bergegas pergi sebelum matahari terbit...


Dengan senyuman ia melihat kebelakang...mencoba untuk tegar meninggalkan Krynova.



\*\*\*\*\*



Sore harinya Hose mengajak Verlita berkeliling kota Krynova.


Verlita dengan baju santainya dan tanpa make up membuat Hose terpesona.



Menurutnya Verlita adalah wanita pertama yang ia temui tanpa merasa malu walaupun tak merias wajahnya.


Benar-benar cantik alami......



'' Kita akan pakai kereta untuk ke pusat kota,, setelah itu kita berkeliling dengan jalan kaki.'' kata Verlita


__ADS_1


'' Oke'' kata Hose penuh semangat



Mereka pun berangkat dan sesampainya di kota,Mereka melanjutkan dengan berjalan kaki.


Evan mengikuti Verlita dan Hose di belakang tapi agak jauh,karna Evan tak ingin mengganggu mereka.



Verlita mengajak Hose berkeliling menikmati makanan yang ada di kota.


Semua toko-toko makanan mereka masuki untuk mencicipi.


Toko-toko makanan yang Verlita tunjukan hanyalah sebuah kedai kecil yang di buat oleh penduduk.



Verlita lebih terbiasa makan di tempat seperti itu,,mungkin karna dulunya dia hidup berkekurangan jadi dia lebih mengerti keadaan rakyatnya yang berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi dari kedai kecil mereka.



Lain halnya dengan Hose yang notabene nya seorang pangeran yang selalu menikmati sendok emas sejak lahir.



Dia memang baik pada rakyatnya...tapi hanya sekedar karna dia seorang pangeran.


Dia tak pernah ada niat untuk ikut terjun melihat kehidupan rakyatnya.



Makanya setiap Verlita menyodorkan makanan Hose seperti enggan untuk mencicipi.


Verlita menangkap setiap gerakan yang Hose tunjukan.


Dan Verlita dengan sengaja membawa Hose ke banyak tempat toko kecil makanan.



Saat ke toko ke dua,Verlita hanya ingin memastikan apa yang membuat Hose sedikit aneh.


Verlita berfikir mungkin Hose tak menyukai makanannya.


Tapi di toko kedua Hose tetap berekspresi canggung seakan ingin cepat keluar dari toko.



Hingga beberapa toko berikutnya pun Hose semakin menunjukan wajahnya yang gak suka.


Verlita tau bahwa Hose tipe pria yang jujur,makanya Hose tak dapat menyembunyikan ekspresi ketidaksukaannya pada sesuatu.



Makanan yang mereka pesan pun hanya beberapa yang Hose cicipi dan itu hanya satu sialan yang seperti terpaksa.


Dan terakhir Verlita membawa Hose ke toko kue yang berada di depan kantor Dista.



Verlita memesan rasa setrowbery dan Hose rasa Caramel.


Mereka duduk menikmati kue masing-masing.


Karna toko ini sedikit berkelas,Hose mau memakan kue itu.



Hati Verlita sangat terluka....


Ironis sekali dia bisa mengenal laki-laki seperti Hose..


Verlita tak membenci Hose...tapi lebih ke kasihan.


Dia sedih melihat Hose yang baik tapi hatinya tak bisa menerima keadaan orang lain.


Benar-benar mengejutkan.....


Hose seperti manusia di dunianya dulu yang memiliki harta yang banyak....

__ADS_1


__ADS_2